Rehab Tuntas 100%, Gedung SDN 02 Malalo Tampak Lebih Keren Pascabencana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi area lapangan olahraga di luar ruangan di SD 02 Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (30/10/2026). Foto: DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi area lapangan olahraga di luar ruangan di SD 02 Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (30/10/2026). Foto: DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR

Pemulihan pascabencana di Sumatera terus gencar dilakukan di bawah koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, hasilnya tampak pada revitalisasi UPT SDN 02 Guguak Malalo.

Revitalisasi fasilitas belajar sekolah ini berhasil rampung 100 persen. Ini sekaligus secara resmi mengakhiri masa-masa sulit para siswa yang sempat menumpang belajar di tempat pengungsian.

Revitalisasi bangunan sekolah ini berlokasi persis di Jorong Baiang, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Sekolah yang berdiri sejak 1 Januari 1970 ini, terletak di pesisir barat Danau Singkarak, persis di bawah lereng Gunung Marapi.

Urgensi perbaikan dan rehabilitasi-rekonstruksi sekolah ini memang tak bisa ditawar lagi. Posisi geografis sekolah sangat rentan bencana karena diapit langsung oleh perbukitan terjal dan aliran sungai. Saat bencana hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan lereng Marapi pada akhir November 2025 lalu, lingkungan sekolah menjadi salah satu titik yang paling parah terdampak.

Suara gemuruh lumpur pekat, material batu, dan pepohonan dari hulu sempat menciptakan kepanikan hebat. Banjir melumpuhkan fasilitas belajar mengajar, merendam ruang-ruang kelas dengan air keruh, serta merusak bangku, papan tulis, dokumen penting, hingga gedung sekolah.

Sekarang semua kenangan buruk itu sudah berlalu. Berdasarkan pemantauan lapangan per 30 Oktober 2026, progres penyelesaian pekerjaan fisik rehabilitasi telah mencapai 100 persen. Pengerjaan fisik yang dimulai sejak Mei 2026 berhasil diselesaikan sepenuhnya pada akhir September 2026 dalam durasi kontrak kerja 150 hari kalender. Kini tengah memasuki tahap proses serah terima serta pelaporan administrasi.

Kegiatan revitalisasi ini menelan anggaran sebesar Rp1.299.229.426 (Rp1,29 miliar). Sumbernya dari alokasi APBN Tahun Anggaran 2026 untuk Kemendikdasmen yang melalui program percepatan pemulihan pascabencana. Pelaksanaan pengerjaan di lapangan dipercayakan sepenuhnya secara mandiri kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) UPT SDN 02 Guguak Malalo.

Keberhasilan penuntasan fisik lebih awal menghadirkan dampak manfaat langsung bagi 45 orang siswa dari kelas 1 sampai 6 serta 11 tenaga pendidik dan kependidikan (8 guru, 1 operator, dan penjaga sekolah). Seluruh murid dan guru kini dapat menikmati proses belajar mengajar secara penuh, aman, dan kondusif tanpa lagi harus menumpang di sekolah lain.

Di lokasi tampak atap, plafon, cat dinding, serta lingkungan sekolah telah tertata rapi dan asri. Telah dilengkapi juga dengan mebel baru di setiap kelas.

Kepala Sekolah SDN 02 Guguak Malalo, Hidayatul Husna, menceritakan langsung kronologi pengerjaan fisik serta kelegaan seluruh warga sekolah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (30/10/2026).

"Mulai pengerjaannya pada Mei. Pengerjaan fisik secara keseluruhan alhamdulillah sudah selesai. Saat ini tinggal tahap proses serah terima dan pelaporan. Berarti pengerjaannya sudah 100% rampung pada akhir bulan kemarin. Ini adalah rehabilitasi, bukan bangunan baru. Pekerjaannya meliputi keenam ruang kelas, yang difokuskan pada penggantian bagian atap dan plafon. Untuk dinding dan struktur beton tidak diubah, hanya dilakukan pengecatan," ujar Hidayatul Husna.

“Dibandingkan sebelumnya, tentu siswa dan guru merasa jauh lebih nyaman. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah agar kondisi sekolah dan proses belajar mengajar (PBM) menjadi lebih nyaman. Kami sangat bersyukur atas bantuan revitalisasi untuk SDN 02 Guguak Malalo ini, semoga mutu pendidikan ke depannya semakin meningkat. Selain perbaikan atap dan rangka, kami juga mendapat bantuan perabot dari dana revitalisasi. Setiap lokal mendapatkan perabot seperti lemari, meja guru, serta meja kepala sekolah," tambahnya.

Tata kelola swakelola mandiri oleh sekolah tersebut turut diapresiasi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, Mulkhairi. Menurutnya revitalisasi tidak berfokus pada pemulihan fasilitas saja, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak.

"Revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak. Dengan demikian, dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pendidikan sekaligus memperkuat kesiapan setiap satuan pendidikan dalam menghadapi kondisi pascabencana," sebut Mulkhairi.

Strategi pemulihan sarana pendidikan di Sumatera Barat merujuk pada Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026–2028 yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas. Dokumen tunggal panduan pemerintah menangani bencana Sumatera ini, menggariskan prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable (BBBSS) dengan memadukan keterpaduan perencanaan teknis serta standardisasi struktur bangunan yang adaptif terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana.

Renduk membagi pemulihan bencana menjadi beberapa tahap yaitu Tahap Transisi Darurat ke Rehabilitasi (Januari-Maret 2026) dan berlanjut ke Tahap Rehabilitasi (Tahun 2026–2027).

Pada dua tahap ini fokus utama ditujukan pada penuntasan pembersihan material banjir dan longsor di ratusan satuan pendidikan, pendampingan trauma healing bagi peserta didik dan tenaga pengajar, penyediaan fasilitas belajar darurat, hingga revitalisasi satuan pendidikan terdampak dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar pelayanan dasar masyarakat dapat segera pulih normal.

Pada Tahap Rekonstruksi (2026–2028), arah kebijakan diperluas melalui penguatan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) demi membangun ketangguhan sistem pendidikan di wilayah rawan bencana.

Capaian tuntasnya revitalisasi fisik di SDN 02 Malalo memperkuat data rekapitulasi progres makro sektor pendidikan yang dihimpun melalui laporan harian Poskonas PRR dan Dinas Pendidikan secara berjenjang. Di tingkat Kabupaten Tanah Datar, total pagu bantuan rehabilitasi pendidikan mencapai Rp57.667.236.302 (Rp57,66 miliar) yang mencakup jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Rinciannya dialokasikan untuk 68 sekolah PAUD senilai Rp20.976.451.000. Berdasarkan catatan progres, sebanyak 7 sekolah telah selesai 100%, 29 sekolah dalam tahap finishing 60%–90%, dan 11 sekolah di level 30%.

Sementara itu rehabilitasi sekolah tingkat SD mencakup 41 sekolah dengan anggaran Rp25.832.849.455. Sebanyak 6 sekolah telah tuntas 100% termasuk SDN 02 Malalo dan 35 sekolah sedang proses pengerjaan.

Ada pun jenjang SMP rehabilitasi menyasar sebanyak 20 sekolah dengan nilai proyek Rp12.183.522.535. Sebanyak 3 sekolah telah selesai 100% dan 17 sekolah dalam tahap penyelesaian.

Ketua Satgas PRR, sekaligus Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengapresiasi langkah cepat pemulihan sektor pendidikan. “Saya apresiasi Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti yang telah menggunakan anggaran reguler kurang lebih Rp5 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah di wilayah terdampak bencana Sumatera,” ujarnya.

Tito menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan anak-anak kembali belajar. “Saat ini 100 persen aktivitas belajar di wilayah yang terdampak bencana sudah berjalan,” tegasnya. Pemerintah juga menyiapkan relokasi bagi 97 titik sekolah yang berada di kawasan rawan banjir, mengingat masih terjadinya banjir susulan di sejumlah daerah.