Saat Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Aceh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prajurit TNI menyiapkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan kembali di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Minggu (16/8/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI menyiapkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan kembali di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Minggu (16/8/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Bendera Merah Putih kembali berkibar di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (16/8).

Sebelumnya, kericuhan sempat terjadi saat Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di halaman masjid tersebut, pada Sabtu (15/8).

Sebetulnya, kericuhan terjadi di penghujung acara peringatan, usai orasi kegiatan selesai dibawakan.

Kericuhan bermula ketika sejumlah massa berupaya mengibarkan bendera bulan bintang di salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Namun, aksi tersebut mendapat larangan dari aparat TNI yang berjaga di lokasi. Aparat kemudian melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara.

Letusan tembakan membuat massa tiarap. Namun, situasi kemudian memanas. Massa bergerak mengejar aparat, dan melempari mereka dengan batu bata dan benda-benda lainnya.

Aksi pelemparan berlangsung dari kawasan halaman masjid hingga ke sekitar Gedung DPRK Banda Aceh dan Simpang Kodim.

Polisi yang melakukan pengamanan kemudian berupaya membubarkan massa. Imbauan melalui mobil pengeras suara tak diindahkan. Polisi sempat menyemprotkan air ke arah massa, sebelum akhirnya menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi.

Gas air mata membuat massa berhamburan meninggalkan kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan terkena lemparan batu. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dalam kericuhan tersebut.

Momen Kapolda Aceh Temui Massa

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menenangkan massa yang ricuh usai peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan turun langsung menemui massa aksi saat kericuhan terjadi.

Ruddi melewati barisan pasukannya. Ia lalu mendekat dan berjalan mendekati kerumunan massa untuk berdialog.

Sebetulnya, situasi masih tegang. Di hadapan massa, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan perdamaian Aceh.

"Kita sama-sama saling menjaga supaya kita ini damai, tenteram, dan juga Aceh maju," kata Ruddi.

Ruddi kemudian berdiri di tengah kerumunan dan berkomunikasi langsung dengan massa. Dalam dialog tersebut, massa menyampaikan permintaan agar warga yang sebelumnya diamankan aparat segera dilepaskan.

Kapolda kemudian memenuhi permintaan tersebut. Sekitar pukul 14.18 WIB, dua warga yang sebelumnya diamankan dibebaskan dan dihadirkan di hadapan massa dengan didampingi langsung oleh Kapolda Aceh. Ruddi juga bersalaman dengan sejumlah massa sebagai upaya meredakan ketegangan.

Setelah dua warga tersebut dilepaskan, beberapa warga lainnya yang sebelumnya diamankan aparat turut dibebaskan secara bertahap. Sepanjang aksi, sedikitnya lima warga disebut telah dilepaskan petugas. Dua di antaranya terlihat mengalami luka dengan kondisi kepala diperban.

Langkah Kapolda turun langsung ke tengah massa menjadi salah satu upaya meredakan ketegangan setelah aksi sempat diwarnai benturan antara massa dan aparat. Setelah situasi berangsur kondusif, sebagian massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRA.

Sekitar pukul 15.13 WIB, Kapolda Aceh bersama Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo kembali mendatangi halaman Masjid Raya Baiturrahman. Keduanya kemudian menyaksikan bendera bulan bintang yang dipasang massa di kawasan tengah kompleks masjid.

TNI: Hormati Simbol Negara, Jaga Ketertiban

Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas Foto: Instagram / @puspentni

Mabes TNI menanggapi kericuhan yang sempat terjadi di Aceh.

"Sangat kita sayangkan kejadian ini, TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai," kata Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas, lewat keterangannya.

Saat ini, situasi berangsur kondusif. Beberapa kelompok massa telah membubarkan diri dari lokasi. Namun, TNI-Polri masih berkoordinasi untuk terus mengamankan situasi.

"TNI senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah," tutup Muhammad Nas.

Merah Putih Kembali Berkibar

Prajurit TNI menyiapkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Minggu (16/8/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Prajurit TNI membawa bendera Merah Putih untuk dikibarkan di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Minggu (16/8).

Prajurit TNI dari Kodim 0101 KBA, Yonif Raider 112/Dharma Jaya, Yon Zipur 16/Dhika Anoraga, dan Yon Armed 17/Rencong Cakti kembali memasang bendera dan umbul-umbul Merah Putih yang sebelumnya dirusak massa saat peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026.

Pengibaran kembali bendera tersebut dilakukan untuk menyambut HUT 81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengembalikan suasana Merah Putih di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.