Saat Golkar Bicara Kasus Penyadapan dan Isu Munaslub

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Partai Golkar. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Partai Golkar. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menjerat eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit dkk turut menyeret nama seorang ketua umum partai politik.

Adapun di unggahan-unggahan yang tersebar di media sosial, ketua umum parpol yang dimaksud mengarah ke Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. Kabar itu juga disusul isu bakal diadakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Seperti apa respons Golkar menghadapi isu ini? Berikut kumparan rangkum.

"Skip Saja, Tak Terkonfirmasi"

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji di sela-sela gelaran Pembukaan Pameran Krista Interfood di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Rabu (4/11/2026). Foto: Widya/kumparan

Sekjen Golkar Sarmuji merespons isu yang berkembang di media sosial yang menyebut seorang ketua umum partai politik berada di balik kasus penyadapan ilegal Presiden Prabowo Subianto.

Sebab, beredar isu sang ketum Golkar Bahlil Lahadahalia, lah yang terkait dengan kasus penyadapan ilegal itu. Sarmuji pun menilai informasi yang belum terbukti kebenarannya lebih baik tidak dihiraukan.

"Sesuatu yang tidak kita... tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan,” ucap Sarmuji di DPP Golkar, Jakarta Barat pada Jumat (6/11).

Sarmuji pun mengingatkan bahwa Bahlil juga pernah menjadi sasaran fitnah sebelumnya. Saat itu, ada isu seorang ketua umum partai besar melakukan kekerasan terhadap pacarnya.

“Bahkan di podcast ada seorang ahli hukum bahkan, mengatakan, 'Ini A1! A1,’ seolah-olah A1,” ujar Sarmuji.

“Padahal partai besar itu kan, kalau kita boleh ngomong ada tiga saja. PDI, pemenang pemilu, Partai Golkar nomor dua, Partai Gerindra nomor tiga. Kalau ketua umum partai besar yang menganiaya pacarnya itu, harusnya tiga dari... satu dari tiga itu, ya,” tambahnya.

Menurut Sarmuji, saat itu Bahlil tersudutkan.

“Kan enggak mungkin Bu Mega menganiaya pacarnya, kan. Pak Prabowo apalagi, enggak mungkin. Yang kemungkinan waktu itu spekulasinya kan ketua umum Partai Golkar, partai besar,” ucap Sarmuji.

Ia menyebut, isu Bahlil melakukan kekerasan itu akhirnya terbukti hoaks. Rupanya, ketua umum yang melakukan kekerasan berasal dari partai lainnya.

“Ternyata kan hoaks. Ternyata yang menganiaya waktu itu, ternyata adalah partai yang tidak lolos dalam parlemen. Nah, bayangkan itu, dianggap partai besar,” tutur Sarmuji.

“Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, 'Partai besar'. Partai besarnya siapa, kita enggak tahu,” tambahnya.

Menteri Perindustrian itu pun menilai, informasi yang belum terkonfirmasi lebih baik dilewatkan saja.

“Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi,” tandasnya.

Doli: Jangan Ganggu Golkar dengan Agenda Kerdil Kalian

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia bertemu Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Gedung Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, buka suara soal beredarnya poster atau flyer yang mengatasnamakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

Adapun poster yang beredar tersebut memuat tulisan ‘Sukseskan Munaslub Partai Golkar’ dan ‘Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo’.

Poster itu juga menampilkan foto Ahmad Doli Kurnia disertai tulisan ‘Caketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung Tokoh Sentral Partai Golkar’.

Dalam poster tersebut, agenda Munaslub disebut akan berlangsung di Hotel Mercure Convention Center Ancol pada Minggu, 29 November 2026.

Menanggapi itu, Doli menegaskan dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan beredarnya flyer tersebut. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang menyebarkan isu mengenai rencana penyelenggaraan Munaslub.

Sebaliknya, Doli menyatakan selama ini ia selalu mengedepankan mekanisme konstitusional dan institusional dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kaitan dengan isu tersebut, saya paham betul bahwa tata cara berorganisasi telah diatur seluruhnya dalam AD/ART dan peraturan organisasi yang harus kita patuhi bersama. Begitu juga secara institusional, saya sangat mengerti struktur dan hierarki kewenangan serta tanggung jawab dalam berorganisasi dan ber-partai,” kata Doli saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11).

Doli juga menegaskan hubungannya dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia yang selama ini berjalan baik. Ia menyebut tidak ada persoalan antara keduanya, baik dalam urusan pengelolaan partai maupun hubungan secara pribadi.

“Saya dan Saudara Bahlil sudah berkoordinasi dan menyadari secara bersama bahwa dalam situasi dan dinamika yang sedang kita hadapi, sebagai sebuah bangsa, pasti ada saja pihak-pihak yang berupaya memperkeruh suasana dan mencoba mencari keuntungan politik,” ujar Doli.

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/1026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Bahlil Lahadalia membantah terlibat dalam penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya. Ia memastikan dugaan itu tidak benar.

"Bagaimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya sendiri disadap?" kata Bahlil saat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku, di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11).

Dalam pidatonya Bahlil menyinggung pihak yang menyebarkan dugaan tersebut. Menurutnya cerita soal rapat 3 jam sebelum penangkapan tersangka penyadapan di rumah ketum partai itu hanya karangan saja.

Bahlil awalnya tidak mau ambil pusing dengan cerita itu karena ketum partai di Indonesia jumlahnya banyak. Namun, belakangan tuduhan itu mengarah kepadanya, ia lalu mengambil langkah tegas.

"Buktikan, saya minta kepada pihak keamanan kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka saja. Jangan fitnah terus yang dibangun. Diusut saja dan saya memberikan kepada tadi itu ada senior saya juga, senior saya yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya di podcast, ya, saya bilang kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan. Kalau tidak saya akan somasi. Kalau tidak saya akan proses secara hukum karena ini berbahaya," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil tuduhan itu sama kuatnya dengan penyadapan. Ia tidak akan mundur untuk melawan orang-orang seperti itu.

"Saya minta kepada penegak hukum khususnya Polri untuk mengusut tuntas. Kalau memang ada rapat itu siapa aja dibuka aja karena saya merasa tidak pernah melakukan itu, tapi tuduhannya kan, awalnya aku nggak mau pusing, tapi tuduhannya ke sini kan gila sekali sudah ke mana-mana ini barang," tutur Bahlil.

"Saya kasih waktu, saya abis ini pulang saya akan somasi orang-orang itu. Saya akan kasih waktu 3x24 jam lah. Saya akan kasih somasi, kalau tidak, ya, negara kita kan negara hukum saya akan menempuh jalur hukum karena bicara partai itu marwah partai, ketua umum partai itu marwah. Jadi saya tidak mau mundur dari orang-orang kaya gini. Enggak bisa," tambahnya.

Respons Bahlil soal Poster Munaslub

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara berjalan usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Bahlil Lahadalia menyinggung beredarnya poster atau flyer munaslub Partai Golkar yang disebutnya hoaks. Bahlil mengaku sudah mengetahui pihak-pihak di balik penyebaran poster tersebut.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam pidatonya pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar 2026 di Maluku, Sabtu (7/11/2026).

“Dan seiring dengan itu ada juga flyer hoaks, hoaks itu, yang membikin macam-macam itu loh. Abuleke kelas tinggi lagi ini. Saya sudah tahu orang-orang itu saya sudah tahu, kalian pikir saya orang kampung enggak ngerti? Aku paham. Om paham. Om paham sekali. Om suka itu. Kanda paham. Kanda paham. Kanda paham itu,” kata Bahlil.

Bahlil kemudian berbicara mengenai pentingnya menjaga loyalitas dan kesetiaan. Menurutnya, kepercayaan dan kesetiaan merupakan karakter yang melekat pada masyarakat Indonesia bagian timur.

“Bapak ibu semua, saya ingin menyampaikan bahwa salah satu ciri karakter kita orang timur dalam bekerja itu persoalan kepercayaan kita loyalitas. Kesetiaan. Kita ini rata-rata kita punya nenek moyang ini kan orang-orang setia. Orang-orang yang enggak perlu diuji nyalinya. Taat,” ujarnya.

Ia menegaskan, loyalitas terhadap atasan merupakan salah satu nilai yang harus dijaga. Bahlil juga menyinggung pengkhianatan yang dikaitkannya dengan politik adu domba atau divide et impera.

“Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasan, loyalitas sama atasan, totalitas dan itu adalah ciri kita orang Timur, bukan ciri pengkhianat. Kita enggak ada pengkhianat dalam diri kita. Enggak ada. Ini pengkhianat, ini kan politik devide et impera,” tuturnya.

Bahlil kembali menegaskan dirinya sudah memahami manuver yang sedang terjadi. Ia menyebut tidak mudah dikelabui oleh pihak-pihak yang menurutnya berupaya memainkan situasi politik.

“Tapi saya sudah tahu. Adek kau baru mau tulis kaka sudah baca. Saya sudah tahu gaya-gaya ini saya sudah tahu, dan saya dilahirkan dari negeri para raja-raja tidak pernah diajarkan untuk menjadi orang yang tidak setia dan atau pengkhianat. Enggak ada itu,” tegasnya.