Salurkan Bantuan Korban Konflik Flores Timur, Gus Ipul Imbau Warga Menahan Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Imbas konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (18/7/2026). Foto: Dok Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Imbas konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (18/7/2026). Foto: Dok Kemensos

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan kepada korban konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan akan dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang pada Senin (20/7) menuju Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar penanganan terhadap warga terdampak berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melalui keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026) malam.

Konflik sosial yang terjadi antara masyarakat Desa Narasoina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, pada Sabtu (18/7) mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima orang luka-luka, serta kerusakan pada 20 unit rumah, satu unit tempat usaha, dan satu unit kendaraan roda dua.

Imbas konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (18/7/2026). Foto: Dok Kemensos

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, dan Polri telah bergerak ke lokasi untuk menghentikan konflik melalui pendekatan persuasif serta mengimbau masyarakat menjaga situasi tetap kondusif.

Gus Ipul menyampaikan Kementerian Sosial mendukung penuh langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan mengirim bantuan logistik.

Bantuan yang disalurkan meliputi 200 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk siap saji, 50 lembar kasur, 50 lembar selimut, 50 paket kidsware, 50 paket family kit, 50 paket sandang dewasa, serta satu unit tenda serbaguna.

Selain penyaluran bantuan, Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur telah melakukan asesmen dan pendataan dampak konflik, mengevakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam penanganan di lapangan. Pemerintah daerah juga sedang memproses Surat Keterangan Tanggap Darurat (SKTD), sementara verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia maupun korban luka dilakukan sebagai dasar pengajuan santunan kepada Kementerian Sosial.

Imbas konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (18/7/2026). Foto: Dok Kemensos

Hingga saat ini, situasi di lokasi masih berada dalam pemantauan aparat keamanan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus melakukan upaya mediasi dan mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Gus Ipul berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian secara damai dan menyerahkan penanganan kepada aparat penegak hukum.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, menjaga persaudaraan, dan mempercayakan penyelesaian persoalan kepada pemerintah dan aparat yang berwenang. Semoga situasi segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tutupnya.