Sederet Pesan Prabowo Saat Undang BRIN ke Istana

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah peneliti mempresentasikan hasil karyanya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah peneliti mempresentasikan hasil karyanya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengundang 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk melihat langsung berbagai capaian riset dan inovasi yang telah dikembangkan. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meninjau dan mencoba sejumlah produk hasil inovasi BRIN.

Di hadapan para peneliti, Prabowo menegaskan pentingnya penguasaan sains dan teknologi bagi kemajuan bangsa. Ia juga menyoroti rendahnya investasi riset, kualitas pendidikan nasional, hingga memaparkan rencana pemerintah memperkuat sektor pendidikan dan penelitian.

Momen Prabowo Cicipi Air Mineral dan Keripik Ubi Hasil Olahan BRIN

Presiden Prabowo Subianto mengundang 150 para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8). Dalam acara itu, BRIN juga memamerkan berbagai hasil inovasinya.

"Ini zaman waktu muda Bu Mega juga sudah minum juga," kata peneliti BRIN memaparkan ke Prabowo.

Setelah itu, Prabowo melihat mesin pengolahan air. Air hasil olahan itu diklaim bisa langsung diminum.

"Kalau Bu Mega minum, masa Prabowo enggak," timpal Prabowo.

Sejumlah peneliti mempresentasikan hasil karyanya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Alasan Prabowo Undang BRIN ke Istana: Saya Ingin Lihat Capaian Saudara

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasannya mengundang jajaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Merdeka, Jakarta. Prabowo mengaku ingin melihat langsung capaian BRIN selama ini.

"Saya sengaja mengundang ke Istana karena saya ingin melihat, mungkin pertama kali tidak terlalu detail dan tidak terlalu komprehensif, tapi untuk mendapat gambaran hasil-hasil yang Saudara-Saudara telah capai di BRIN," ujar Prabowo.

Prabowo mengapresiasi jajaran BRIN yang sudah meluangkan waktunya ke Istana. Ia juga berharap ingin melakukan kunjungan ke kampus-kampus BRIN.

"Kita mengerti semua bahwa pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak," ungkap Prabowo.

Prabowo Sedih Indonesia Tak Lolos Piala Dunia: Jangan Cari Kambing Hitam, Introspeksi

Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih Indonesia gagal lolos dalam Piala Dunia FIFA 2026. Namun, ia meminta agar tak ada yang mencari kambing hitam atas persoalan tersebut.

"Tapi saya sangat sedih terus terang saja, ya kan, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," kata Prabowo.

Prabowo meminta agar tak ada yang saling menyalahkan soal ini. Ia menuntut dilakukannya introspeksi ke depannya.

"Maksud saya begini, lihat fakta itu. Negara sebesar kita, ya, tidak bisa ikut Piala Dunia. Satu yang saya bilang jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, jangan, karena itu tidak akan membantu," ujar Prabowo.

Seorang peneliti BRIN mempresentasikan karyanya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo Mau Investasi Besar di Pendidikan: Siapkan Sekolah Unggulan Kurikulum IB

Presiden Prabowo Subianto mengaku ingin menaruh investasi besar pada bidang pendidikan di Indonesia. Ia ingin kualitas pendidikan Indonesia ditingkatkan.

"Saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita. Saya akan perbaiki semua sekolah dari fisik," ujar Prabowo.

Ia mengaku juga akan membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak berprestasi. Ia juga mau menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB).

"Kita juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar, bisa kita seleksi nanti dia kejar universitas-universitas terbaik di dunia," tutur Prabowo.

Prabowo Soroti Skor PISA RI di Bawah Malaysia-Vietnam: Kesulitan Kita Besar

Presiden Prabowo Subianto menyoroti capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA). Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara tetangga.

"Jadi skor PISA membaca, skor kita tadi kalau Anda lihat di situ, hanya sedikit di atas Filipina. Kita masih di bawah Thailand, di bawah Malaysia, di bawah Belanda, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menilai perbandingan dengan Singapura tidak sepenuhnya sebanding karena perbedaan skala dan tantangan yang dihadapi kedua negara.

"Kalau Singapura saya nggak terlalu, nggak usah kita terlalu khawatir kok hanya negara 5 juta kok, satu kota ya kan," jelas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto menyimak pidato Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Momen Prabowo Tes Kekuatan Genteng Buatan BRIN: Jajal, Injak, hingga Banting

Presiden Prabowo Subianto mengetes kekuatan genteng buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Genteng itu dibanting hingga diinjak oleh Prabowo.

"Ini kuat ya?" tanya Prabowo.

Dijelaskan, genteng itu dijual dengan harga Rp 26 ribu per pcs. Memang, harganya lebih mahal dari genteng tanah yang hanya seharga Rp 7 ribu.

"Tapi ini juga ringan, dan lebih tahan lama kali ya," tutur Prabowo.

Prabowo Soroti Investasi Riset RI Rendah: Dana Akan Kita Cari dari Efisiensi

Presiden Prabowo Subianto mengakui investasi penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia masih sangat minim. Menurutnya, alokasi anggaran riset nasional masih jauh dari kebutuhan.

"Kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya," kata Prabowo.

Prabowo menilai, kondisi tersebut harus segera diperbaiki. Menurutnya, pemerintah akan mencari sumber pendanaan untuk memperkuat sektor riset dan pengembangan.

"Untuk itu tentunya kita perlu dana, dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan hal-hal yang korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan, fraud, ya, underinvoicing," jelasnya.