Kumparan Logo

Sengkarut Finansial Duo Manchester dan Beban Utang Setan Merah

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Clair Todibo dari West Ham United berduel merebutkan bola dengan Casemiro dari Manchester United.  Foto: REUTERS/Scott Heppell
zoom-in-whitePerbesar
Clair Todibo dari West Ham United berduel merebutkan bola dengan Casemiro dari Manchester United. Foto: REUTERS/Scott Heppell

Laporan panel Liga Primer membeberkan rincian manipulasi sponsor Manchester City bersamaan dengan membengkaknya utang Manchester United pada musim ini.

Dua kutub sepak bola Manchester kini menghadapi realitas finansial yang bertolak belakang, di mana kucuran dana melimpah di satu sisi berbanding terbalik dengan beban bunga utang raksasa di sisi lainnya.

Jurang Pemisah Arus Uang Duo Manchester

Pakar keuangan sepak bola Swiss Ramble memperkirakan pembayaran bunga bersih Manchester United telah menembus angka 852 juta poundsterling sejak keluarga Glazer mengambil alih klub lewat skema leveraged buyout pada 2005.

Angka fantastis tersebut hampir menyamai jumlah dana ilegal sebesar 830 juta poundsterling yang dituduhkan kepada pemilik Manchester City untuk mendongkrak pendapatan sponsor mereka.

Situasi ini memicu kemarahan mendalam di kalangan pendukung Setan Merah karena klub kesayangan mereka harus membuang dana sebesar itu hanya untuk membayar bunga utang pemilik.

Pendekatan Disiplin Omar Berrada di Tengah Utang Menumpuk

Chief Executive Officer Manchester United Omar Berrada menegaskan komitmennya untuk mengontrol pengeluaran klub agar terhindar dari sanksi finansial.

“Meskipun hasil ini mengonfirmasi bahwa kami berada di jalur yang benar, kami akan terus mengambil pendekatan disiplin untuk memastikan keuangan kami tetap berkelanjutan,” ujar Berrada dalam laporan keuangan terbaru klub.

Pernyataan hati-hati tersebut muncul setelah klub melaporkan rekor pendapatan mencapai 677,6 juta poundsterling berkat keberhasilan mereka kembali ke pentas Liga Champions.

Namun, manajemen Setan Merah juga mengonfirmasi adanya pinjaman baru sebesar 90 juta poundsterling yang membuat total utang klub membengkak menjadi 1,15 miliar poundsterling.

Beban Belanja Pemain dan Mandeknya Sektor Penjualan

Manajemen Manchester United telah membelanjakan 191,7 juta poundsterling untuk mendatangkan deretan pemain baru seperti Carlos Baleba, Andrey Santos, dan Youri Tielemans.

Langkah transfer yang relatif hemat ini justru menyisakan utang transfer sebesar 375 juta poundsterling yang harus segera dilunasi secara bertahap hingga tahun 2027.

Masalah finansial ini kian rumit lantaran kubu Old Trafford sangat lemah dalam menghasilkan keuntungan dari sektor penjualan pemain bintang dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak melepas Romelu Lukaku ke Inter Milan senilai 74 juta poundsterling pada 2019, klub tercatat hanya mampu menjual empat pemain dengan nilai di atas 25 juta poundsterling.

Target Mutlak Liga Champions untuk Michael Carrick

Pelatih Michael Carrick kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa timnya merangkak naik dari posisi ke-12 klasemen sementara Liga Primer.

Kegagalan menembus kompetisi elit Eropa tersebut akan langsung memicu pemotongan nilai sponsor sebesar 10 juta poundsterling dari kontrak kerja sama mereka dengan Adidas.

Manajemen klub kini berharap efisiensi gaji pemain yang saat ini berada pada rasio sehat 45 persen dari omzet dapat diimbangi dengan prestasi gemilang di atas lapangan hijau.