Serba-serbi Arah Dukungan Parpol di 2029: Golkar, PAN hingga NasDem

Sikap partai politik soal dukungan di Pilpres 2029 mulai terbaca. Golkar dan PAN menyatakan mendukung Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden. Sementara Demokrat dan NasDem belum menentukan sikap.
Soal calon wakil presiden, PAN menyerahkan keputusan kepada Prabowo. Sedangkan Golkar belum mau membicarakannya.
Berikut rangkuman pernyataan masing-masing partai:
Golkar: Capres Sudah Prabowo, Cawapres Belakangan
Pernyataan Golkar muncul setelah Presiden ke-7 RI Jokowi tampak tak lagi secara tegas menggaungkan Prabowo-Gibran dua periode. Sebelumnya, Jokowi beberapa kali menyatakan dukungan.
"Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode," kata Jokowi di kediamannya di Solo pada 30 Januari 2026.
Saat kembali ditanya soal itu pada Kamis (8/10), Jokowi menjawab singkat.
"Pemilu masih jauh," kata Jokowi di kediamannya, Kamis (8/10).
Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia merespons hal itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10). Ia mengatakan Golkar masih fokus membantu menyukseskan pemerintahan Prabowo.
"Ya, sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo," kata Doli.
Doli menjelaskan Golkar baru menetapkan Prabowo sebagai capres. Penentuan cawapres dilakukan mendekati pendaftaran dan dibicarakan bersama partai pengusung. Menurut Doli, saat ini belum diketahui partai mana saja yang akan mengusung di Pilpres 2029, sehingga Golkar belum menentukan cawapres Prabowo.
"Dan yang kedua, biasanya penetapan calon wakil presiden itu adalah titik akhirnya adalah presiden. Si yang mau kita usung, calon presiden yang mau kita usung," jelas Doli.
Doli ditanya apakah polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal status pendidikan Gibran masih memungkinkan Golkar mengusung Gibran lagi sebagai cawapres. Ia mengatakan Gibran patut dipertimbangkan jika pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil.
"Ya, patut dipertimbangkan ya, patut dipertimbangkan untuk kemudian direkomendasikan berpasangan lagi," sambungnya.
Doli menegaskan pembahasan pasangan Prabowo masih terlalu dini dan putusan akhir ada di tangan Prabowo.
"Tapi itu kan nanti. Kita kerja dulu, ya sukseskan dulu pemerintahan ini, ya, kami sudah putuskan Pak Prabowo calon presidennya, wakilnya presidennya nanti," kata Doli.
PAN: Sikap Sudah Jelas, Cawapres Terserah Capres
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan partainya mendukung Prabowo untuk kembali maju sebagai capres di Pilpres 2029. Menurut Viva, sikap itu sudah dinyatakan secara resmi oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN pada 2025.
"Kalau PAN, sikapnya sudah jelas. Tidak usah ditanya-tanya lagi," kata Viva saat dikonfirmasi, Senin (12/10).
Viva menyebut partai yang belum menentukan sikap sebagai pihak yang perlu ditanyai soal arah dukungannya.
"Justru yang harus ditanya itu kepada partai-partai yang masih mengambang, masih berhitung, masih wait and see," tuturnya.
Soal sosok cawapres, PAN menyerahkan keputusan kepada Prabowo.
"Soal siapa calon wakil presiden, PAN menyerahkan sepenuhnya kepada Capres," pungkasnya.
Demokrat: Belum Bicara Pilpres
Sekretaris Jenderal Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya belum membahas sikap politik untuk Pilpres 2029, termasuk kemungkinan kembali mengusung Prabowo. Saat ini Demokrat fokus menyelesaikan konsolidasi internal dan mengawal program kerja pemerintahan Prabowo.
"Demokrat belum bicara pilpres, kami masih menuntaskan konsolidasi internal musda dan muscab, serta fokus mensukseskan program kerja Presiden Prabowo," kata Herman saat dikonfirmasi, Senin (12/10).
Herman juga menyinggung revisi Undang-Undang Pemilu yang masih berproses.
"2029 masih cukup waktu, undang-undangnya saja masih proses revisi, jadi kami lebih fokus mengawal program kerja Presiden Prabowo," kata dia.
NasDem: Tunggu Tahapan Pemilu
Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim menyatakan partainya mendukung Prabowo hingga 2029. Namun, NasDem belum menentukan sikap soal dukungan di Pilpres 2029 dan memilih menunggu tahapan pemilu dimulai.
"Kami mendukung Prabowo sampai 2029. Untuk tahapan 2029-2034 karena belum dimulai tahapannya, sementara kami menunggu tahapan pemilunya dimulai," kata Hermawi kepada wartawan, Senin (12/10).
Saat ditanya apakah NasDem masih menunggu dinamika politik menjelang Pilpres 2029, Hermawi menegaskan partainya baru akan membicarakannya ketika tahapan pemilu dimulai.
"Menunggu tahapan pemilunya dimulai baru kami akan membicarakannya," pungkas Hermawi.
