Siap Bangun Sekolah Rakyat, Bupati Mamuju Tengah Serahkan Sertifikat Lahan

Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menunjukkan sertifikat lahan sebagai bukti kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Salinan sertifikat selanjutnya diserahkan oleh Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Mamuju Tengah ke Kemensos pada Juli lalu untuk melaporkan proses peralihan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Lahan yang sebelumnya dinilai kurang layak kemudian dipindahkan ke Desa Mamahe, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 8,85 hektare dan saat ini berupa lahan pertanian.
“Pak Bupati Mamuju Tengah menyerahkan sertifikat lahan, luasnya 8 hektare yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju Tengah,” ujar Agus Jabo.
Seiring terbitnya sertifikat calon lahan Sekolah Rakyat, Agus Jabo berharap Kabupaten Mamuju Tengah dapat mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 yang ditargetkan berlangsung tahun ini.
“Kami berharap di tahun ini Mamuju Tengah bisa mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3, supaya anak-anak kita yang ada di Mamuju Tengah, khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, bisa secepatnya mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.
Menurut Agus Jabo, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada anak-anak dari keluarga miskin agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
“Seperti yang diharapkan Bapak Presiden, Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Kita siapkan, kita gotong royong supaya kemiskinan bisa segera diatasi dan kita bisa menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.
Agus Jabo menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap pentingnya pendidikan sebagai salah satu jalan keluar dari kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat dikembangkan hingga jenjang pendidikan dasar agar intervensi terhadap anak-anak dari keluarga miskin dapat dilakukan sejak dini.
Ia juga menjelaskan, kebutuhan terhadap Sekolah Rakyat masih sangat besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam konteks program tersebut, masih terdapat jutaan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tidak bersekolah.
Sementara itu, kapasitas Sekolah Rakyat yang tersedia saat ini baru sekitar 43.000 siswa. Untuk memperluas jangkauan program, pemerintah melakukan penambahan kapasitas, dari sebelumnya sekitar 1.000 siswa per sekolah menjadi hingga 2.500 siswa per sekolah.
Sementara itu, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menjelaskan, sertifikat lahan yang diserahkan kepada Kemensos baru terbit pada 19 Agustus 2026. Karena itu, pihaknya langsung membawa dokumen tersebut ke Kemensos sebagai bentuk tindak lanjut atas proses penyiapan lahan.
“Terakhir proses sertifikatnya di tanggal 19 Agustus kemarin baru terbit, jadi sekarang kami bawa,” ujar Arsal.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat dapat dipenuhi.
Penyerahan sertifikat ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan kesiapan lahan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan proses verifikasi selesai, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat segera dilaksanakan.
