Sjafrie Kunjungi 3 Markas Yonif Teritorial Pembangunan di Jawa Tengah

Selama sehari penuh, Rabu (8/7), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi markas 3 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Jawa Tengah. Seperti biasa, Sjafrie mengecek kesiapan SDM, kondisi dan peralatan penunjang. Sjafrie juga makan siang bersama para prajurit.
Pukul 07.00 WIB, Sjafrie yang didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil KSAD Letjen Muhammad Saleh Mustafa, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Marsekal Madya Yusuf Jauhari, meninggalkan Bandara Halim Perdana Kusumah menuju Bandara Ahmad Yani Semarang. Setelah tiba di Semarang , Sjafrie mengunjungi markas batalyon secara berurutan di Kendal, Pati, dan Kudus. Bergabung dalam kunjungan ini Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Andhy K.
Saat tiba di Markas Yonif TP 935/Satria Bahurekso di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sjafrie disambut upacara militer dan yel-yel para prajurit. Setelah itu, Sjafrie menerima paparan dari Komandan Yonif (Danyon) TP 935 Mayor Harry di tenda. Sjafrie menyaksikan secara saksama paparan Danyon dan menanyakan hal-hal detail terkait keberadaan markas batalyon.
Markas Yonif TP 935 yang berada di lahan sekitar 80-an hektare di lahan Perhutani ini masih dalam proses pembangunan. Bahkan pembangunannya baru mencapai belasan persen. Namun, sejak 5 bulan lalu, para prajurit batalyon sudah berada di lahan ini dan tinggal di tenda-tenda sementara di marshalling area.
“Ini tidak boleh tidur di kasur yang langsung beralantaskan tanah atau lantai. Harus dibuat para-para, jangan langsung ke lantai. Perhatikan kesehatan prajurit,” pinta Sjafrie kepada Danyon saat meninjau tenda barak prajurit.
Masalah utama di Markas Yonif TP 935 adalah ketersediaan air. Di lokasi markas, air sulit didapatkan. Sudah dilakukan pengeboran air sedalam 80 meter, tapi air yang dihasilkan mengandung e-coli, sehingga tidak layak untuk air minum. “Saat ini, untuk air minum, kami membeli air galon,” kata Danyon.
Sjafrie meminta kepada para petinggi TNI untuk mencari solusi terkait air bersih.
Di marshalling area Yonif TP 935, Sjafrie juga mengecek dapur. Sjafrir berbincang dengan prajurit DPR mengenai bahan makanan yang didapatkan. Sjafrie berpesan agar membeli bahan makanan dari desa atau masyarakat setempat.
Dari Kendal, Sjafrie kemudian melanjutkan perjalanan ke Markas Yonif TP 936/ Satria Joyokusumo di Di Desa Godo, Kec Winong, Kabupaten Pati. Setelah disambut upacara militer, Sjafrie dan jajaran petinggi TNI menerima paparan dari Danyon Mayor Reza Nugraha.
Untuk sementara ini, para prajurit Yonif TP 936 masih tinggal sementara di marshalling area, dengan barak tenda. Menurut Mayor Reza, proses pembangunan markas permanen yang berada sekitar 3 KM dari marshalling area baru mencapai 11,9 persen. Luas markas Yonif TP 936 berada di lahan seluas 83 hektare.
Di markas Yon TP 936, Sjafrie dan rombongan menyempatkan diri makan bersama prajurit. Setelah itu, Sjafrie menyampaikan pesan-pesan kepada para prajurit untuk terus mengabdi dan membela negara.
Selanjutnya, Sfarie dan rombongan bertolak menuju markas Brigade Infanteri Teritori Pembangunan (Brigif TP) 43/Muria dan Yonif TP 456/Satria Poncowati di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus yang berada di satu lokasi. Seperti yang lain, prajurit Brigif TP 43 dan Yonif TP 456 masih tinggal sementara di marshalling area di lahan gudang tembakau milik Pemda Kudus.
Pada kesempatan itu, Sjafrie menerima paparan dari perwira Brigif dan Danyon TP 456 Mayor Nugraha. Setelah menerima paparan, Sjafrie meminta kepada para petinggi TNI untuk memindahkan markas Brigif TP 43 ke Pati, yang memiliki lahan lebih luas.
Dalam peninjauan ke 3 markas Yonif dan 1 Brigif ini, Sjafrie selalu mengingatkan bahwa para prajurit harus dekat dengan rakyat. Keberadaan mereka harus bermanfaat untuk rakyat. Untuk itu, dia mengingatkan, selain menjalankan tugas tempur darat untuk mendukung satuan di Kodam IV/Diponegoro, mereka harus melakukan keterampilan konstruksi, pertanian, peternakan dan perikanan untuk menyejahterakan masyarakat.
Sjafrie berpesan agar para Danyon mengecek betul tanaman apa yang cocok ditanami di markas mereka.
“Kalau bisa, utamakan padi atau jagung,” pinta Sjafrie. Untuk peternakan, Sjafrie juga meminta mereka membuat peternakan yang cocok.
“Kalau bisa ayam petelur,” ujar dia.
Menurut Sjafrie, hingga saat ini sudah ada 205 Yonif TP yang sudah dibentuk, tersebar di seluruh provinsi. Target pembentukan Yonif TP hingga akhir 2026 adalah 300 batalyon.
“Target 150 batalyon per tahun,” jelas Sjafrie.
