Kumparan Logo

Spanyol Hajar Kroasia Lewat Dua Gol Lamine Yamal di Nations League

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lamine Yamal merayakan gol kelima Barcelona saat melawan Rayo Vallecano.
zoom-in-whitePerbesar
Lamine Yamal merayakan gol kelima Barcelona saat melawan Rayo Vallecano.

Tim nasional Spanyol membantai tim nasional Kroasia dengan skor telak empat-satu dalam laga lanjutan UEFA Nations League di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan dini hari tadi. Kemenangan meyakinkan ini digawangi oleh performa gemilang wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, yang berhasil mencetak dua gol. Hasil impresif ini sekaligus mengokohkan posisi anak asuh Luis de la Fuente di puncak klasemen sementara Liga A Grup 3 setelah sebelumnya juga sukses menundukkan Inggris pada laga pembuka.

La Roja tampil sangat dominan sepanjang pertandingan dengan memperagakan sepak bola menyerang yang tanpa henti di hadapan pendukungnya sendiri di kota Sevilla. Tambahan tiga poin berharga ini membuat sang juara dunia bertahan menyapu bersih dua laga awal dengan poin sempurna dan membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan paling menakutkan di Eropa saat ini.

Start Kilat di Sevilla dan Rekor Bersejarah

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Lamine Yamal langsung membuka keunggulan untuk tuan rumah melalui tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke pojok bawah gawang. Gol cepat ini berawal dari umpan presisi yang dilepaskan oleh gelandang Álex Baena yang gagal diantisipasi oleh barisan pertahanan lawan. Kejutan instan ini langsung membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang terus dilancarkan oleh skuad Spanyol.

Keberhasilan mencetak gol di menit-menit awal ini ternyata melahirkan catatan sejarah tersendiri bagi Spanyol dalam panggung internasional. Lembaga penyedia statistik sepak bola, Opta, mencatat pencapaian istimewa ini dengan menyatakan: “Spanyol telah mencetak gol dalam dua menit pertama pertandingan dalam dua laga berturut-turut, saat melawan Inggris dan Kroasia. Ini adalah pertama kalinya mereka mencapai hal tersebut di kompetisi mana pun sejak setidaknya tahun 2004.”

Reaksi Cepat La Roja Setelah Gol Penyeimbang

Meskipun terus ditekan, Kroasia sempat mengejutkan publik Sevilla setelah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-28 melalui skema serangan balik yang rapi. Penyerang Dion Beljo sukses menyundul bola masuk ke gawang Spanyol setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari gelandang veteran, Ivan Perisic. Namun, kegembiraan tim tamu tidak bertahan lama karena Spanyol merespons dengan sangat cepat guna memulihkan keunggulan mereka.

Hanya berselang tiga menit kemudian, Yamal kembali menunjukkan magisnya dengan bertindak sebagai kreator gol kedua Spanyol yang dicetak oleh Marc Pubill. Pemain muda tersebut melepaskan umpan silang melengkung yang sangat indah dari situasi sepak pojok, yang kemudian langsung ditanduk dengan keras oleh Pubill melewati jangkauan kiper Dominik Livakovic. Skor pun berubah menjadi dua-satu dan Spanyol kembali memegang kendali penuh atas jalannya pertempuran di lini tengah.

Tuan rumah bahkan nyaris memperlebar keunggulan mereka sebelum turun minum melalui beberapa peluang emas yang tercipta di area penalti Kroasia. Gol dari Mikel Oyarzabal terpaksa dianulir oleh wasit karena terjebak posisi offside, sementara peluang emas Fermin Lopez di masa injury time babak pertama masih membentur tiang gawang.

Dominasi Babak Kedua dan Penghormatan untuk Luka Modric

Memasuki paruh kedua pertandingan, dominasi Spanyol sama sekali tidak mengendur dan mereka terus mendikte tempo permainan. Pada menit ke-63, Yamal kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima operan matang dari pemain pengganti, Pedri, dan menyelesaikannya dengan tembakan akurat dari sudut yang sangat sempit. Secara keseluruhan, pasukan Luis de la Fuente berhasil menguasai bola hingga 63,7 persen dan melepaskan sebanyak 16 tembakan sepanjang laga.

Pertandingan ini juga diwarnai dengan momen penuh respek dari publik tuan rumah yang memadati Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan. Para pendukung Spanyol memberikan tepuk tangan berdiri atau standing ovation kepada legenda hidup Kroasia, Luka Modric, saat sang gelandang gaek memasuki lapangan sebagai pemain pengganti pada menit ke-81. Keputusan De la Fuente memasukkan pemain-pemain baru juga terbukti sangat efektif karena Mikel Merino sukses memberikan assist untuk gol penutup yang dicetak oleh Nico Williams pada menit ke-89.

Kemenangan telak empat-satu ini membuat Spanyol kini menatap laga berikutnya melawan Ceko dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Mereka bertekad untuk terus mempertahankan rekor sempurna ini demi bisa menyegel tiket kelolosan ke fase gugur UEFA Nations League lebih awal.