Taman Budaya Gotong Royong JKN Hadir di Universitas Sriwijaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BPJS Kesehatan dan Universitas Sriwijaya resmikan Taman Budaya Gotong Royong untuk edukasi Program JKN dan nilai-nilai INISIATIF di Palembang, Rabu (30/9/2026). Foto: Dok. BPJS Kesehatan
zoom-in-whitePerbesar
BPJS Kesehatan dan Universitas Sriwijaya resmikan Taman Budaya Gotong Royong untuk edukasi Program JKN dan nilai-nilai INISIATIF di Palembang, Rabu (30/9/2026). Foto: Dok. BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan bersama Universitas Sriwijaya menghadirkan Taman Budaya Gotong Royong. Kehadiran taman ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan mengeksternalisasikan Tata Nilai INISIATIF kepada lingkungan eksternal.

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, mengatakan bahwa Taman Budaya Gotong Royong sebagai ruang terbuka yang diharapkan dapat menjadi tempat berinteraksi, belajar, dan berkolaborasi bagi civitas akademika dan masyarakat. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi Program JKN, literasi kesehatan dan jaminan kesehatan, aktivitas mahasiswa, komunitas, serta berbagai kegiatan kolaboratif.

"Melalui Taman Budaya Gotong Royong, BPJS Kesehatan memperkenalkan Tata Nilai INISIATIF yang terdiri atas Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Nilai tersebut merupakan landasan BPJS Kesehatan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. BPJS Kesehatan ingin agar nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan di lingkungan internal organisasi, tetapi juga dikenal dan dapat diterapkan oleh lingkungan eksternal, seperti di kalangan civitas akademika," ujar Vetty.

Vetty berharap edukasi dan pengenalan Tata Nilai INISIATIF BPJS Kesehatan dapat dilakukan secara lebih dekat, kreatif, dan relevan dengan generasi muda. Menurutnya, keberhasilan Program JKN tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dengan semangat gotong royong.

“Ukuran keberhasilan taman ini bukan pada berdirinya taman, tetapi sejauh mana taman ini digunakan dan memberikan manfaat. Kami berharap taman ini menjadi living space, tempat untuk berinteraksi, belajar, berkolaborasi, berkegiatan, dan menyebarluaskan nilai-nilai positif. Yang ingin dibangun adalah budaya dan perilaku, bukan hanya sebuah fasilitas fisik,” kata Vetty.

Bagi Vetty, pemilihan ruang terbuka sebagai media untuk memperkenalkan Tata Nilai INSIATIF juga memiliki makna tersendiri. Nilai dan budaya akan lebih mudah hidup ketika hadir dalam ruang yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Kami ingin nilai-nilai INISIATIF tidak hanya dikenal, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Integritas berarti jujur dan dapat dipercaya, Kolaborasi berarti membangun keberhasilan bersama, Pelayanan Prima berarti memberikan manfaat dan pelayanan terbaik, sedangkan Inovatif berarti terus mencari cara yang lebih baik. Seluruh nilai tersebut kami persatukan dalam semangat gotong royong,” jelas Vetty.

Kolaborasi dengan Universitas Sriwijaya menjadi bagian dari Program Eksternalisasi Tata Nilai INISIATIF BPJS Kesehatan. Menurut Vetty, Perguruan tinggi dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mengembangkan ilmu pengetahuan, menciptakan inovasi, serta menyiapkan generasi muda yang akan menjadi bagian dari masa depan bangsa.

Di sisi lain, keberadaan taman juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai Program JKN. Bagi Vetty, tantangan pada Program JKN bukan hanya terkait bagaimana layanan tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami layanan, hak dan kewajibannya, serta bersama-sama menjaga keberlanjutan Program JKN.

"Dengan cakupan peserta JKN yang telah mencapai 284,3 juta atau lebih dari 98 persen dari seluruh penduduk Indonesia, BPJS Kesehatan membutuhkan dukungan seluruh ekosistem JKN, termasuk masyarakat, dunia pendidikan, fasilitas kesehatan, pemerintah, dan berbagai mitra lainnya. Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun kedekatan, komunikasi, dan kesadaran Bersama," tambah Vetty.

Mahasiswa dapat menjadi generasi yang memiliki integritas, mampu bekerja sama, peduli terhadap sesama, memberikan kontribusi, dan berani menghadirkan inovasi. Menurut Vetty, mahasiswa juga dapat menjadi agen perubahan yang membantu menyampaikan nilai-nilai INISIATIF dan semangat gotong royong kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

"Melalui kolaborasi dengan Universitas Sriwijaya, Taman Budaya Gotong Royong harapannya dapat terus menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, menciptakan kolaborasi baru, serta memberikan manfaat sosial dan edukasi bagi civitas akademika maupun masyarakat. Pada akhirnya, taman tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam membangun ekosistem Program JKN yang kuat dan berkelanjutan," ujar Vetty.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Sriwijaya, Joni Arliansyah, menyampaikan bahwa kehadiran Taman Budaya Gotong Royong merupakan wujud Universitas Sriwijaya dalam mendukung penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dinilai menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan ruang terbuka yang harapannya dapat menghadirkan berbagai ide oleh mahasiswa, yang juga merupakan generasi penerus bangsa.

"Kerja sama ini juga memberikan nilai tambah bagi Universitas Sriwijaya, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kehadiran Taman Budaya Gotong Royong sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kegiatan civitas akademika,” ujar Joni.

Joni berharap sinergi antara Universitas Sriwijaya dan BPJS Kesehatan dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan kampus dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Taman Budaya Gotong Royong dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, sehingga nilai dan manfaat dari kerja sama tersebut dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.