Temuan Baru di Balik Gaduh 'Apartemen' di Lapas Cibinong

Dugaan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, masih menjadi sorotan masyarakat. Komisi II DPR pun menggelar rapat bersama Ombudsman Republik Indonesia (ORI) pada Selasa (29/9).
Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan pihaknya sengaja memanggil Ombudsman untuk memberikan laporan langsung mengenai hasil pengawasan di Lapas Cibinong.
Hal itu dilakukan setelah sebelumnya Ombudsman diminta hadir dalam rapat dengan Komisi XIII DPR. Rifqi mengatakan Komisi II mengambil inisiatif untuk memanggil Ombudsman agar tidak terjadi kesan adanya benturan antarlembaga negara.
"Karena itu dalam kesempatan yang baik ini, sebelum saya nanti serahkan kepada pimpinan Ombudsman Republik Indonesia untuk memberikan laporan. Kami Komisi II DPR RI juga perlu menyampaikan bahwa kenapa Ombudsman pada saat dimohonkan oleh Komisi XIII DPR RI untuk hadir dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat di Komisi XIII DPR RI," kata Rifqi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9).
"Kami mengambil inisiatif untuk memanggil khusus Ombudsman ke Komisi II DPR RI. Agar kita tidak terkesan mem-fait accompli-kan antar lembaga negara. Dalam hal ini adalah Ombudsman RI dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," lanjutnya.
Ombudsman: Blok Tahanan Lapas Cibinong Tak Ada Kawat Berduri
Dalam rapat tersebut, disampaikan salah satu yang disoroti Ombudsman Republik Indonesia adalah aspek keamanan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Salah satu temuan yaitu blok tahanan di Lapas Cibinong tidak dilengkapi kawat berduri seperti lapas atau rutan lainnya.
Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang paling disoroti dalam pengawasan Ombudsman di Lapas Cibinong.
"Dan kemudian itu yang tempat berdiri dua orang, itu bisa terhubung ke blok tahanan. Jadi, blok tahanannya tidak punya kawat berduri sebagaimana lapas yang ada atau rutan yang ada di tempat lain. Untuk di Cibinong ini tidak dipasang, Pak. Jadi, pagarnya juga lepas. Jadi, ini yang kita khawatirkan kami paling menyorot ini," kata Syafrida.
Ia juga menyebut terdapat kendaraan mewah di area sekitar lapas.
"Ditemukan sejumlah kendaraan juga dan ini dalam konfirmasi juga ke Korlantas Mabes Polri. Kami sedang melakukan pengecekan dan ini kami perlu sampaikan untuk jadi masukan," katanya.
Selain itu, Syafrida juga menyoroti kondisi pagar dan akses di sekitar lapas yang dinilai perlu diperhatikan.
“Terutama yang paling kami sorot adalah keamanan, Pak. ini kendaraannya, ini tidak punya pagar, ini jalan itu akses ke masyarakat. Dan ini tempat pembuangan sampah," ungkapnya.
"Di bawahnya, kami menemukan mobil mewah dua. Kami tidak tahu itu untuk siapa dan saya waktu menanyakan di sini juga kami menemukan botol-botol miras bekas yang kemudian kami belum bisa mendapatkan konfirmasi,” sambung dia.
Ia menegaskan temuan tersebut masih perlu didalami dan diverifikasi lebih lanjut oleh Ombudsman.
Sosok Pria Bercelana Pendek
Ombudsman RI menduga sosok pria bercelana pendek yang tertangkap kamera saat sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, merupakan Jimmy Masrin.
Syafrida mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi dugaan tersebut berdasarkan keterangan yang diterima Ombudsman. Ia juga menyebut terdapat bingkai foto Jimmy Masrin di hunian yang sama.
"Ya, kalau itu soal Jimmy, ya kami mengonfirmasi sebenarnya iya, karena itu berdasarkan keterangan, ya. Dan itu kan fotonya ada dan memang sempat berhadapan dengan salah satu asisten kami," kata Syafrida.
Dalam rekaman yang diambil saat anggota Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (23/9), tampak seorang pria mengenakan celana pendek berada di salah satu bangunan yang disebut sebagai 'hunian mewah' di area Lapas Cibinong.
Ketika anggota Ombudsman masuk ke bangunan tersebut, pria itu terlihat langsung bergerak cepat menutup pintu. Di hunian yang sama, anggota Ombudsman juga menemukan bingkai foto yang menampilkan Jimmy Masrin.
"Ya, sementara dugaan seperti itu (Jimmy yang menempati hunian mewah tersebut). Nanti hasilnya silakan ditanyakan kepada pihak Imipas," ujarnya.
Syafrida juga menjelaskan mengenai keberadaan kamera pengawas atau CCTV di hunian mewah tersebut. Ia mengatakan terdapat CCTV di salah satu bangunan yang disebut sebagai rumah putih.
"Kalau waktu itu ada di rumah yang putih itu ada CCTV, ya. Ada sebenarnya. Tapi apakah CCTV itu berfungsi atau tidak, kami tidak mengetahui,” tuturnya.
Ombudsman Diminta Waspada Teror
Anggota Komisi II DPR Fauzan Khalid meminta Ombudsman memperkuat standar operasional prosedur (SOP) internal setelah temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor. Ia mengingatkan Ombudsman agar mewaspadai kemungkinan teror maupun tawaran yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugasnya.
"Kemudian yang terakhir saya ingin mengingatkan justru Ombudsman. Ketika, ya, ketika sekarang nama Ombudsman udah naik dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat, ada dua kemungkinan yang akan Bapak dapatkan," kata Fauzan saat rapat Komisi II dengan Ombudsman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9).
“Pertama teror, dari orang yang dirugikan dan dari lembaga orang yang kemungkinan juga akan mendapatkan efek negatif dari apa yang Bapak Ibu lakukan. Itu kemungkinan pertama," katanya.
Selain teror, Fauzan mengingatkan adanya kemungkinan tawaran tertentu kepada Ombudsman agar tidak menjalankan tugas dan fungsinya.
"Tapi kemungkinan yang kedua, tawaran-tawaran yang menjanjikan, bagi Ombudsman, supaya tidak melakukan tugas dan fungsinya itu. Karena itu saya ingin ingatkan, perkuat lagi SOP. SOP di internal Ombudsman, termasuk SOP di Ombudsman-Ombudsman perwakilan," ujarnya.
Fauzan berharap Ombudsman tetap dapat menjalankan tugasnya secara bersih.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Anggota Ombudsman Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan hingga saat ini pihaknya tidak mengalami teror setelah melakukan sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong.
Ia juga meminta doa agar seluruh jajaran Ombudsman tetap diberikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan tugas.
Kepala Bappisus Bicara soal Pemilik Hunian hingga Temuan Miras
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI Aries Marsudiyanto belum mengungkapkan pemilik hunian di Lapas Kelas IIA Cibinong dalam inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI pada Rabu (23/9).
Informasi mengenai hunian tersebut termasuk dugaan adanya transaksi dan minuman keras, kata Aries, akan disampaikan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
"Mengenai teknis ya, bagaimana itu tentang hunian dan lain sebagainya, apakah ada transaksional di situ ya, adanya miras dan lain sebagainya, nanti akan diumumkan saja oleh pihak Kementerian Imipas ya. Karena saat ini saya tidak mau mendahului untuk hal itu ya," kata Aries dalam konferensi pers di kantor Ombudsman RI, Selasa (29/9).
Aries menyatakan proses penyelidikan terhadap persoalan tersebut perlu dilakukan secara benar. Ia mengaku telah berpengalaman menangani dan menyelidiki persoalan serupa.
"Namun percayalah ya, kita udah profesional, saya udah profesional ya, udah lama juga dulu di satuan untuk menanggapi, menyelidiki hal-hal seperti ini ya. Secara teknis nggak terlalu susah ya, hanya kita mau melakukan dengan benar atau tidak. Ya itu yang jadi masalah," tuturnya.
Aries menyebut Menteri Imipas meminta waktu satu minggu untuk menindaklanjuti kasus di Lapas Cibinong. Hasil investigasi tersebut diperkirakan disampaikan pada Jumat (2/10).
"Kalau kemarin waktu saya di Cibinong, Menteri Imipas, beliau meminta waktu satu minggu ya. Jadi kemungkinan ya akhir-akhir minggu ini ya, nanti untuk kasus yang di Cibinong ya," kata Aries.
Tentang Lapas Cibinong
Lapas Cibinong merupakan lapas dengan klasifikasi Kelas IIA. Lapas ini memiliki kapasitas untuk 845 orang. Hingga September 2026, tercatat terjadi kelebihan kapasitas hingga lebih dari 100 persen, yakni dengan total 1.847 penghuni.
Di dalamnya terdapat warga binaan yang menjalani hukuman untuk berbagai perkara pidana, termasuk sejumlah kasus yang mendapat perhatian publik.
Beberapa nama yang disebut ditempatkan di Lapas Cibinong antara lain Ferdy Sambo, terpidana kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat; Harvey Moeis, terpidana kasus korupsi tata niaga timah; hingga Indra Kesuma alias Indra Kenz, terpidana kasus investasi bodong Binomo dan tindak pidana pencucian uang.
Di luar blok hunian, Lapas Cibinong memiliki area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Area tersebut digunakan untuk kegiatan pembinaan bagi warga binaan.
Lapas Cibinong juga pernah menerima penghargaan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pada April 2025. Penghargaan itu diberikan atas kontribusi Lapas Cibinong dalam program pembinaan warga binaan.
Kemudian pada Agustus 2025, Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto menerima lencana Panca Warsa I dari Kwartir Cabang Kabupaten Bogor. Penghargaan tersebut diberikan terkait dedikasinya dalam mendukung kegiatan kepramukaan dan pembinaan pemuda di lingkungan lapas.
