Kumparan Logo

Tiga Siswa Papua Football Academy Dipanggil TC Timnas U-16

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alfa C. Sawaki setelah membobol gawang ADA Filipina, di IFC Malaysia 202c. Foto: Dok. PT Freeport Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Alfa C. Sawaki setelah membobol gawang ADA Filipina, di IFC Malaysia 202c. Foto: Dok. PT Freeport Indonesia

Papua Football Academy (PFA) kembali mengirimkan tiga siswanya untuk mengikuti pemusatan latihan (Training Camp/TC) Tim Nasional Indonesia U-16 pada 12 September hingga 11 Oktober 2026 di Surakarta, Jawa Tengah.

Ketiga siswa tersebut adalah Alfa Christiano Sawaki asal Nabire, Daniel Febrianto asal Merauke, dan Dicky Carthensz Marani asal Jayapura. Pemanggilan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengikuti proses persiapan dan pengembangan Timnas Indonesia kelompok usia muda.

Program TC tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju sejumlah agenda kompetisi, di antaranya FIFA World Cup U-15, Piala Asia 2028, serta pembentukan Garuda United yang akan berlaga pada Elite Pro Academy U-18 musim 2026/2027.

“Ini merupakan pemanggilan keempat bagi siswa PFA untuk mengikuti TC Timnas U16 selama tahun 2026. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, baik secara teknis, karakter & mindset sudah menjadi daya tarik tersendiri serta membuat Timnas Indonesia untuk terus melirik anak-anak dari Indonesia timur secara khusus PFA untuk mengikuti TC,” kata Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia Claus Wamafma.

Ia mengatakan pemanggilan anak-anak didik PFA menunjukkan keberlanjutan proses pembinaan yang dijalankan PFA dan kesempatan ini semakin meningkatkan jumlah siswa PFA yang mendapat panggilan Timnas.

“Kami berharap pemanggilan siswa PFA ke Training Center Timnas terus bertambah setiap tahun. Yang terpenting bukan hanya kuantitas pemain yang dipanggil, tetapi juga kualitas mereka agar mampu bersaing dan tampil bersama pemain-pemain terbaik dari akademi sepak bola di Indonesia,” kata Claus.Direktur Papua Football Academy, Wolfgang Pikal, menyambut positif kembali dipanggilnya siswa PFA untuk mengikuti pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia. “Saya sangat gembira, PFA kembali mengantarkan siswanya untuk bersaing di level Timnas. Saya sangat optimis, siswa kami bisa berkontribusi untuk Tim Nasional Indonesia,” ujar Wolfgang Pikal.

Menurut Wolfgang, pemanggilan tersebut menunjukkan Papua dan wilayah Timur Indonesia memiliki banyak talenta muda yang potensial untuk dikembangkan dan bersaing di tingkat nasional.

Daniel Febrianto dengan aksi passing nya, berperan sebagai jenderal tengah di lapangan. Foto: Dok. PT Freeport Indonesia

Selain Alfa, Daniel, dan Dicky, satu alumni PFA kelahiran 2011, Jasshen Janeiro Sokoy, kini melanjutkan pembinaan sebagai siswa Akademi Persebaya.

Pemanggilan tiga siswa PFA ini memperkuat kontribusi akademi dalam membuka jalur bagi talenta muda Papua menuju pembinaan sepak bola nasional. Melalui program latihan yang terstruktur, kompetisi, pendidikan, serta pembentukan karakter, PFA mempersiapkan siswa untuk terus berkembang secara menyeluruh dan bersaing di level yang lebih tinggi.

Bagi ketiga pemain, kesempatan mengikuti TC selama kurang lebih satu bulan menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka untuk meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman permainan, kondisi fisik, serta kesiapan mental dalam menghadapi tuntutan sepak bola kompetitif.

PFA berharap Alfa Christiano Sawaki, Daniel Febrianto, dan Dicky Carthenzs Marani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, terus menunjukkan perkembangan positif, serta memberikan kontribusi terbaik selama menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-16.

Dicky C. Marani dalam aksinya pada Turnamen International Football Championship 202c di Malaysia. Foto: Dok. PT Freeport Indonesia

Keikutsertaan mereka di level nasional juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa PFA lainnya untuk terus menjalani proses pembinaan dan mengejar kesempatan membawa nama Papua dan Indonesia melalui sepak bola.