Tinjau Revitalisasi SDN 25 Koto Panjang, Andre Rosiade Sebut 84 Sekolah Diperbaiki Prabowo di Padang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade saat meninjau pelaksanaan program revitalisasi di SD Negeri 25 Koto Panjang, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade saat meninjau pelaksanaan program revitalisasi di SD Negeri 25 Koto Panjang, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah secara nasional. Pemerintah menargetkan sebanyak 80 ribu sekolah di seluruh Indonesia selesai diperbaiki hingga akhir 2026.

Hal itu disampaikan Andre saat meninjau pelaksanaan program revitalisasi di SD Negeri 25 Koto Panjang, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/10).

Sekolah tersebut menjadi salah satu penerima bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Andre didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, serta Kepala SDN 25 Koto Panjang, Sugiyono, bersama jajaran majelis guru. Andre melihat langsung proses perbaikan sekolah yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, SDN 25 Koto Panjang memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp1.393.216.029 atau sekitar Rp1,39 miliar. Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan target waktu pengerjaan selama 120 hari kerja.

Andre mengapresiasi pola pengerjaan swakelola karena tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.

“Seolah ini mendapatkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar. Pengerjaannya dilakukan secara swakelola, dengan sekolah bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Jadi, uang yang turun tidak hanya untuk memperbaiki sekolah, tetapi juga berputar di tengah masyarakat,” kata Andre.

Menurut Andre, revitalisasi sekolah merupakan salah satu bentuk nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Program ini tidak hanya menyasar sekolah yang terdampak bencana alam, tetapi juga sekolah dengan kondisi bangunan rusak sedang hingga berat yang membutuhkan penanganan.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 84 sekolah di Kota Padang telah mendapatkan alokasi program revitalisasi. Sementara itu, Kota Pariaman memperoleh alokasi untuk 34 sekolah dan Kabupaten Tanah Datar sebanyak 129 sekolah.

Andre menjelaskan, secara nasional pemerintah menargetkan 80 ribu sekolah direvitalisasi hingga akhir 2026. Saat peninjauan berlangsung, sekitar 70 ribu sekolah telah dan sedang menjalani proses perbaikan fisik.

“Ini menunjukkan keseriusan Bapak Presiden Prabowo dalam membenahi pendidikan kita. Bukan hanya membangun fasilitas pendidikan yang baru, tetapi juga memperbaiki sekolah-sekolah yang sudah ada agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ujarnya.

Andre juga menjelaskan, sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat mengusulkan kondisi bangunannya melalui sistem aplikasi resmi. Usulan tersebut selanjutnya diverifikasi oleh kementerian terkait untuk menentukan sekolah yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

“Jadi, bukan hanya sekolah yang terdampak bencana. Sekolah-sekolah yang rusak juga bisa mengajukan melalui sistem yang tersedia. Data itu kemudian diverifikasi untuk menentukan sekolah yang mendapatkan anggaran perbaikan,” katanya.

Selain revitalisasi bangunan, Andre menyebut pemerintah juga mendorong digitalisasi pembelajaran melalui distribusi perangkat papan interaktif digital atau smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah tidak hanya membangun Sekolah Rakyat dan menjalankan program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memperbaiki sekolah yang sudah ada serta mendukung pembelajaran digital. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan,” tegas Andre.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade saat meninjau pelaksanaan program revitalisasi di SD Negeri 25 Koto Panjang, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan anggaran untuk memperbaiki sarana pendidikan di Kota Padang.

“Terima kasih, Pak Prabowo Subianto, yang telah memberikan anggaran rehab sekolah ini,” kata Yopi, didampingi Kepala SDN 25 Koto Panjang, Sugiyono.

Yopi menjelaskan, program revitalisasi di Kota Padang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Jumlah sekolah penerima bantuan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan verifikasi yang berlangsung di kementerian.

Terkait digitalisasi pembelajaran, Yopi menilai penggunaan smartboard mampu meningkatkan antusiasme siswa karena materi pelajaran dapat disampaikan secara visual dan interaktif. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan konten pembelajaran serta peningkatan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.

“Anak-anak sangat tertarik ketika melihat materi pembelajaran secara visual. Karena itu, pemanfaatan perangkat digital perlu didukung dengan pengembangan konten dan kemampuan guru dalam menggunakannya,” ujarnya.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dapat terus berlanjut sehingga kualitas pembelajaran di Kota Padang semakin baik.