Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk terus menyuarakan gagasan dan mengambil peran dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai elemen bangsa.
“Kalau kata Mbak Sri Mulyani, 'Jangan pernah lelah ... mencintai Indonesia'. Saya titip kepada teman-teman semua di sini, jangan pernah berhenti melontarkan gagasan dan bersuara,” ujar Bima saat menjadi penanggap dalam acara Pasar Gagasan Edisi Khusus Sumpah Pemuda yang berlangsung di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya membangun orkestrasi untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang gemilang. Bima kemudian menceritakan pengalamannya mengikuti program Indonesian Future Leaders di Nanyang Technological University, Singapura, sekitar 18 tahun lalu. Dalam program tersebut, ia bersama 17 peserta lainnya diajak membayangkan kondisi Indonesia 20 tahun mendatang, menentukan langkah untuk mencapainya, serta memahami peran masing-masing dalam mewujudkan masa depan tersebut.
Pengalaman itu mengajarkannya bahwa membayangkan masa depan tidak cukup hanya dengan merumuskan kondisi ideal. Masyarakat juga perlu memikirkan strategi, mengambil peran, dan membangun kerja sama agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan. Dalam konteks tersebut, Bima menyampaikan pengalamannya saat mengunjungi Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat.
Di Sekolah Garuda, ia bertemu dengan para siswa yang mampu menjelaskan cita-cita mereka secara terarah, termasuk keinginan menjadi peneliti di London dan ahli keanekaragaman hayati. Sementara itu, saat mengunjungi Sekolah Rakyat, ia bertemu dengan anak-anak yang sebelumnya telah putus sekolah selama lima tahun. Ketika ditanya mengenai cita-cita mereka, salah seorang siswa menjawab ingin membanggakan orang tuanya yang selama ini mengalami kesulitan.
“Bagi saya itu luar biasa. Jadi mari kita lihat potret secara utuh. Ketika kritis bersuara itu penting, tetapi ada hal-hal yang saya kira kita perlu lihat bahwa itu bagian dari hal yang baik menuju masa depan yang lebih baik,” sambungnya.
Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, termasuk aktivis, generasi muda, dan para pemikir, memiliki peran dalam membangun arah masa depan bangsa. Bima berharap ruang-ruang diskusi seperti Pasar Gagasan dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pemikiran kritis, bertukar perspektif, dan merumuskan kontribusi nyata bagi Indonesia.
