Lamaran yang Berujung Hukuman

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kyle Stump (Foto: Facebook/ Terry Harris)
zoom-in-whitePerbesar
Kyle Stump (Foto: Facebook/ Terry Harris)

“Peduli setan.”

Mungkin begitu pikir Kyle Stump saat otoritas keamanan Sheffield Lake resmi memberikannya hukuman.

Stump terima saja saat saat pengadilan menghukumnya dengan denda 500 dolar AS dan hukuman penjara selama 60 hari, Selasa (4/4) lalu. Meski begitu, Kreig Brusnahan --hakim di pengadilan tersebut-- sedikit berbaik hati dengan menangguhkan hukuman denda dan penjara itu asal Stump mau bertingkah laku baik selama dua tahun ke depan.

Stump cuma harus melakukan kerja sosial selama 80 jam, dengan cara mengecat ulang fire hydrant di seluruh Sheffield Lake.

Apa pasal sehingga pengadilan kota tersebut bertindak keras sekaligus lembut secara bersamaan kepada Stump?

Ternyata, pangkal hukuman tersebut berawal dari tingkah romantis Stump beberapa hari sebelumnya. Ia melakukan tindakan vandalisme pada tembok Shoreway Shopping Center, sebuah pusat perbelanjaan di negara bagian Ohio, Amerika Serikat.

Bukan sekedar vandalisme biasa, Stump menyemprotkan cat ke tembok bangunan dengan tulisan, “Michelle Marry Me I Love You, Familia 3-17-17.”

Ya, aksi Stump tersebut dilakukan untuk melamar sang kekasih, Michelle Astorino.

Stump tak menyesal. Dihukum pun tak apa. Untung saja Michelle menerima lamarannya. Bahkan, mereka berdua berencana untuk menikah pada musim semi mendatang.

facebook embed

Meski menerima, Stump menyayangkan apa yang pihak otoritas lakukan terhadapnya. Ia merasa hukuman yang diterimanya terlalu berat dan kecewa karena pemerintahnya terlalu berlebihan.

“Mereka tidak harus sejahat itu padaku,” ucap Stump dikutip dari The Chronicle via Associated Press.

“Ini hanyalah cara lamaran yang romantis. (Otoritas) Sheffield Lake cuma ingin uangnya saja, dan mereka memang gemar mengganggu kehidupan masyarakat kelas menengah di kota ini,” kritik Stump pedas.

Meski begitu, Wali Kota Sheffield Lake, Dennis Bring, bergeming atas apapun alasan yang Stump kemukakan.

“Tujuanku memang untuk membuatnya malu atas apa yang ia lakukan,” ucap Bring soal aksi nekat Stump. “Orang-orang seperti ini harus dibuat sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah tindakan kriminal dan harus dihukum karenanya.”

Sementara itu, Brushnahan, hakim perkaranya menganjurkan agar Stump lain kali bertindak lebih konservatif.

“Satu hal yang kukatakan padanya adalah saran untuk memilih cara yang lebih tradisional untuk melamar. Berlutut dan menunjukkan cincin untuk pasanganmu sudah lebih dari cukup,” ucap Brushnahan.

Ah, untung saja diterima.