2 Cara Menulis Masya Allah dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyaallah merupakan materi Akidah Akhlak untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah kelas 4. Siswa akan mempelajari cara menulis masya Allah, lengkap dengan artinya dalam bahasa Indonesia.
Masyaallah merupakan salah satu dari kalimat tayibah, atau kalimat yang baik. Masyaallah adalah kata yang pantas dan tepat diucapkan setiap mengalami kekaguman dan ketakjuban pada sesuatu.
2 Cara Menulis Masya Allah yang Benar
Penulisan masyaallah yang benar perlu diketahui oleh setiap umat muslim. Cara menulis masya Allah yang benar adalah sebagai berikut.
1. KBBI
Penulisan kata masyaallah yang benar dalam bahasa Indonesia adalah digabung, bukan dipisah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dinyatakan bahwa penulisan masyaallah yang benar menggunakan sya, bukan sha, karena artinya akan berbeda.
2. Arab
Penulisan masyaallah yang benar dalam Islam umumnya berkaitan dengan bahasa Arab. Tulisan Arab yang benar untuk ungkapan masyaallah yaitu.
ما شاء الله
Arti Masyaallah dan 5 Manfaat Kalimatnya dalam Islam
Fungsi pokok dari kalimat tayibah masyaallah adalah kalimat kekaguman (takjub), yaitu perasaan kagum yang muncul pada saat menyaksikan sesuatu. Sesuatu itu bisa berupa materi (benda) maupun non materi (kejadian).
Diambil dari buku Aqidah Akhlaq untuk Kelas IV MI, Ahmad Kusaeri (2008:2), arti masyaallah dalam bahasa Indonesia adalah sesuatu yang terjadi atas kehendak Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam surat Yasin ayat 82 berikut ini.
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Innama amruhu idza arada syaian ayyakulalahu kun fayakun.
Artinya: "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!". Maka jadilah sesuatu itu" (Q.S. Yasin (36):82).
Adapun 5 manfaat kalimat tayibah masyaallah dalam Islam adalah sebagai berikut.
Menyempurnakan Ikhtiar. Manusia hanya wajib berikhtiar (berusaha), masalah hasil Allah-lah yang menentukan.
Bertawakal. Setelah menyelesaikan usaha dengan maksimal, serahkan segala persoalannya kepada Allah Swt.
Sabar. Apabila hasil yang didapatkan dari usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan harapan, maka hendaklah umat muslim bersabar.
Seringkali orang yang terpana oleh kehebatan sesuatu, lupa bahwa semua itu terjadi atas kehendak Allah. Dengan memiliki sifat tawadu maka kekayaan, jabatan, wajah yang tampan dan cantik tidak akan membuatnya sombong.
Orang yang menyadari bahwa semua yang terjadi adalah menurut kehendak-Nya akan merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya.
Baca juga: Cara Menulis Minal Aidin Wal Faizin yang Benar dan Artinya
Demikian cara menulis masya Allah sesuai KBBI dan abjad Arab. Diharapkan artikel ini dapat membantu siswa dalam memahami materi Masyaallah.(DK)
