Konten dari Pengguna

3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman dan Simulasinya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghitung Bunga  Sumber Unsplash/Jakub Żerdzicki
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghitung Bunga Sumber Unsplash/Jakub Żerdzicki

Kredit atau pinjaman merupakan salah satu layanan yang diberikan bank kepada nasabahnya. Cara menghitung bunga perlu diketahui nasabah sebelum mengajukan permohonan pinjaman.

Pinjaman yang dibayarkan merupakan akumulasi jumlah pinjaman ditambah bunga yang dikenakan. Bunga pinjaman adalah balas jasa yang diberikan nasabah kepada bank.

3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank Berdasarkan Jenisnya

Ilustrasi Cara Menghitung Bunga Sumber Unsplash/Jakub Żerdzicki

Terdapat beberapa jenis suku bunga dalam perhitungan pinjaman bank. Dikutip dari buku Bank & Lembaga Keuangan Modern Lainnya, Syafril (2020:102), berikut adalah 3 cara menghitung bunga pinjaman bank berdasarkan jenisnya.

1. Bunga Tetap

Suku bunga tetap sering juga disebut sebagai flat rate yaitu plafon kredit dan besarnya bunga yang dihitung secara seimbang sesuai dengan jangka waktu kredit.

Nilai bunga akan tetap sama setiap bulannya, karena dihitung berdasarkan persentase bunga yang dikalikan dengan pokok pinjaman ditambah bunga setiap bulan.

Simulasi:

Harwin mengajukan kredit sebesar Rp120.000.000 dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara flat. Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar?

Jawaban:

Cicilan pokok: Rp120.000.000/12 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga: (Rp120.000.000 x 10%)/12 bulan = Rp1.000.000

Angsuran per bulan: Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

2. Bunga Efektif

Suku bunga efektif (effective rate) atau dikenal juga sebagai sliding rate merupakan perhitungan bunga pinjaman yang dilakukan pada setiap akhir periode cicilan. Bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya.

Simulasi:

Harwin mengajukan kredit sebesar Rp120.000.000 dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan, dan dikenakan bunga pinjaman sebesar 10% per tahun secara efektif. Berapakah angsuran per bulan yang harus dibayar?

Jawaban:

Cicilan bulan 1:

Cicilan pokok: Rp120.000.000:12 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga bulan 1:

((Rp120.000.000 - ((1-1) x Rp10.000.000)) x 10%:12 = Rp1.000.000

Maka, cicilan bulan 1 = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Bunga bulan 2:

((Rp120.000.000 - ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10%:12 = Rp916.667

Maka, cicilan bulan 2 = Rp10.000.000 + Rp916.667 = Rp10.916.667

3. Bunga Mengambang

Suku bunga bank mengambang atau floating rate dipengaruhi oleh pergerakan bunga di tingkat pasar uang. Sistem ini berjalan secara fleksibel mengikuti pergerakan suku bunga di pasar uang.

Akibatnya, besaran cicilan setiap bulan tidak sama karena pasar uang senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Jumlah bunga yang dibayarkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari bulan yang bersangkutan.

Simulasi:

Contohnya bunga awal ditetapkan sebesar 11.5% per tahun efektif berlaku sampai dengan tanggal 8 Agustus 2020 (selama tiga tahun). Maksud dari tahun efektif adalah tahun yang ditunjuk oleh transaksi itu, yaitu 8 Agustus 2020.

Kemudian suku bunga akan ditinjau ulang sesuai suku bunga yang berlaku di pasar uang saat itu. Jika suku bunga saat itu naik, maka kemungkingan suku bunga pinjaman juga akan dinaikkan oleh bank.

Baca juga: Jenis-Jenis dan Cara Menghitung Bunga Bank

Cara menghitung bunga pinjaman bank dapat berbeda-beda tergantung jenisnya. Jenis suku bunga pinjaman bank antara lain bunga tetap, bunga efektif, dan bunga mengambang.(DK)