Konten dari Pengguna

3 Cara Menghitung Harga Pokok Produksi bagi Pebisnis

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung harga pokok produksi, Foto oleh JESHOOTS.COM di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung harga pokok produksi, Foto oleh JESHOOTS.COM di Unsplash

Dalam berbisnis setiap pengusaha ingin mendapatkan keuntungan, oleh sebab itu hukumnya wajib bagi perusahaan untuk paham dengan besaran harga pokok produksi (HPP) yang dikeluarkan untuk mengolah barang mentah atau bahan baku. Termasuk dengan cara menghitung harga pokok produksi.

Dikutip dari buku Penentuan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing, Candra Fatmawati Firdaus, ‎Siti Nur Qomariyah, S.E., M.Si. (2021:16), Harga Pokok Produksi atau HPP adalah total produksi biaya barang-barang yang telah selesai dikerjakan dan ditransfer ke dalam kesediaan barang jadi selama sebulan terjadi.

Tujuan Penghitungan Harga Pokok Produksi

Ilustrasi cara menghitung harga pokok produksi,Foto oleh Carlos Muza di Unsplash

Sebelum kita membahas bagaimana cara menghitung harga pokok produksi, ada baiknya kamu ketahui dulu tujuan dari menghitung HPP. Ada 4 tujuan dari penghitungan HPP, antara lain:

1. Menentukan Harga Jual Produk

Perusahaan wajib untuk mengetahui total harga pokok produksi yang harus dikeluarkan agar perhitungan HPP tidak mengalami kendala.

Mengetahui berapa biaya produksi adalah langkah awal perusahaan untuk menentukan keuntungan yang akan didapat dari aktivitas produksi dan penjualan.

2. Pemantauan Biaya Produksi secara Riil

Selain mengetahui kisaran keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan, dengan adanya penghitungan HPP ini perusahaan dapat memantau analisa total biaya produksi yang dikeluarkan secara riil.

Nanti perusahaan dapat melihat sejauh mana realisasi biaya tersebut, apakah masih ada sisa, apakah ada kekurangan, serta apa penyebab dari kedua hal tersebut jika benar-benar ada.

3. Perhitungan Laba Rugi Periodik

HPP juga dilakukan untuk mengetahui dan memastikan apakah kegiatan produksi dan pemasaran dalam periode tersebut mampu menghasilkan keuntungan atau kerugian bagi perusahaan. Dengan begitu, secara tidak langsung akan melibatkan informasi terkait dengan laba rugi bruto dari perusahaan.

4. Menentukan Harga Pokok Persediaan Produk

Tujuan yang terakhir adalah sebagai kelengkapan dalam laporan atau neraca tertentu, di mana perusahaan harus mampu menyajikan data yang berkenaan dengan harga pokok persediaan produk jadi dan harga pokok produksi.

3 Cara Menghitung Harga Pokok Produksi

Selanjutnya adalah cara menghitung harga pokok produksi yang wajib sekali untuk diketahui oleh pebisnis, yang mana cara menghitung HPP ini sangat sederhana sekali. Kalau dilihat dari rumus yang dipakai, maka total HPP harus dihitung terlebih dahulu yang dengan menghitung total biaya produksi. Berikut adalah rumusnya:

  • Total Biaya Produksi = Bahan Baku yang digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik

Kalau sudah diketahui jumlah total biaya produksinya, maka rumus yang dipakai guna mengetahui HPP adalah :

  • Harga Pokok Produksi : Total Biaya Produksi + Persediaan Barang dalam Proses Produksi Awal – Persediaan Barang dalam Proses Produksi Akhir

Baca juga: Franchise Kebab, Ini 8 Rekomendasi untuk Memulai Bisnis Kuliner

Dengan memakai cara menghitung harga pokok produksi tersebut pebisnis dapat mengetahui jumlah HPP yang ingin dicari, dan rumus ini juga bisa dipakai untuk menghitung perhitungan lainnya, baik itu yang bersifat perencanaan, analisa, atau proses evaluasi. (nov)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan HPP?

chevron-down

Harga Pokok Produksi atau HPP adalah total produksi biaya barang-barang yang telah selesai dikerjakan dan ditransfer kedalam kesediaan barang jadi selama sebulan terjadi.

Apa rumus HPP?

chevron-down

Harga Pokok Produksi : Total Biaya Produksi + Persediaan Barang dalam Proses Produksi Awal – Persediaan Barang dalam Proses Produksi Akhir.