Konten dari Pengguna

3 Cara Pembukuan Jualan Pulsa di Konter

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Pembukuan Jualan Pulsa. Sumber: Unsplash/Nike.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Pembukuan Jualan Pulsa. Sumber: Unsplash/Nike.

Cara pembukuan jualan pulsa di konter membantu pembuatan laporan keuangan, supaya penjual pulsa mengetahui daftar pembelian, penjualan, serta utang piutang.

Dikutip dari buku Jadi Miliarder dengan Bisnis Modal Pinjaman, oleh Ardian, D (2018), pembukuan jualan pulsa dapat merangkum berapa sebenarnya keuntungan yang didapat, mengingat setiap transaksi memiliki keuntungan yang berbeda.

Cara Pembukuan Jualan Pulsa di Konter

Ilustrasi Cara Pembukuan Jualan Pulsa. Sumber: Unsplash/Kelly.

Cek informasi cara pembukuan jualan pulsa di konter lewat ulasan berikut ini.

1. Memilih Jenis Laporan Keuangan

Laporan penjualan pulsa dapat dibuat secara manual maupun digital, yaitu:

  • Laporan penjualan pulsa manual, mencatat transaksi penjualan dan pembelian dengan buku catatan atau buku folio.

  • Laporan penjualan pulsa digital, pencatatan transaksi penjualan pembelian memakai aplikasi atau software digital, seperti Excel, Google Spreadsheet, atau Google Form.

Baik laporan penjualan dengan sistem manual atau digital, penjual perlu membuat tabel yang terdiri dari enam kolom, di antaranya:

  1. Tanggal

  2. Nomor transaksi harian

  3. Nama pembeli

  4. Jenis transaksi pembelian

  5. Nomor ponsel pembeli

  6. Total pembelian

2. Membuat Catatan Pembelian

Bagi penjual pulsa buku catatan pembelian dipakai untuk merekap transaksi pembelian ke perusahaan provider, maupun distributornya.

Jadi, catatan pembelian ini dibuat terpisah dengan laporan keuangan (pada cara pertama). Untuk catatan pembelian memiliki lima tabel, mencakup:

  1. Tanggal pembelian

  2. Kode transaksi

  3. Nama provider

  4. Jenis transaksi

  5. Jumlah uang yang dikeluarkan

Sebagai bukti tambahan, penjual pulsa perlu menyiakan nota atau bukti pembelian yang akan diberikan kepada provider maupun distributor.

Baca Juga: Cara Isi e-Toll Mandiri lewat Shopee dan Livin' by Mandiri

3. Membuat Catatan Utang Piutang

Pembuatan catatan utang piutang untuk menulis pelanggan yang membayar pembelian pulsa terlambat (utang dulu), setiap tabelnya berisi:

  1. Tanggal peminjaman

  2. Nama pelanggan

  3. Nominal pulsa

  4. Total utang yang harus dibayar

  5. Tanggal pembayaran

Penjual pulsa pada umumnya mengisi buku utang piutang, saat ada pelanggan yang bertransaksi dengan berutang, berdasarkan data pembayaran atau transaksi seperti faktur dan nota.

Dengan adanya buku ini penjual bisa mengukur rasio utang dari pelanggan, untuk mempertimbangkan dan mengambil keputusan selanjutnya, terkait pelanggan tersebut.

Dari ketiga cara pembukuan jualan pulsa, jika penjual pulsa memakai metode manual, disarankan membuat tabel beberapa halaman supaya mempermudah saat mengisi laporan penjualan, pembelian dan utang piutang. (Fiqa)