Konten dari Pengguna

4 Cara Membuat Pantun dengan Benar

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Membuat Pantun, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Annie Spratt
zoom-in-whitePerbesar
Cara Membuat Pantun, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Annie Spratt

Pantun kerap dipelajari oleh siswa sekolah pada pelajaran Bahasa Indonesia. Cara membuat pantun juga mudah, asal mengikuti syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam membuat pantun.

Mengutip dari laman ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id, pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang memiliki ciri khas dan masih terkenal hingga saat ini. Tidak hanya dipelajari di sekolah, pantun juga bisa didengar dari acara komedi yang ditayangkan di televisi.

4 Cara Membuat Pantun

Cara Membuat Pantun, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Michał Parzuchowski

Inilah cara membuat pantun yang benar dan tepat sesuai dengan syarat pantun untuk dijadikan panduan.

1. Buat pantun dalam 4 larik

Pertama, buatlah pantun dalam 4 larik atau 4 baris. Umumnya pantun memiliki 4 larik dalam setiap baitnya, kecuali pada karmina yang hanya ada 2 larik dan talibun yang memiliki 6, 8, 10, hingga 12 larik dalam satu bait.

2. Setiap larik terdiri dari 8 hingga 12 suku kata

Dalam membuat pantun, pastikan setiap lariknya memiliki 8 hingga 12 suku kata. Hal ini untuk membuat pantun lebih mudah diucapkan karena isinya yang singkat namun tetap padat.

3. Lengkapi pantun dengan sampiran dan isi

Cara membuat pantun berikutnya adalah pantun harus memiliki sampiran dan isi agar sesuai dengan ciri-ciri pantun. Sampiran merupakan pengantar dari isi pantun yang terletak pada baris pertama dan kedua.

Sementara isi pantun bisa dituliskan pada baris ketiga dan keempat dari pantun. Pada bagian sampiran dan isi bisa dituliskan dengan kata-kata puitis maupun jenaka.

4. Gunakan rima silang pada pantun

Terakhir, pastikan pantun yang telah dibuat memiliki rima silang atau a-b-a-b. Rima silang berarti terdapat persamaan bunyi pada akhir kalimat dari setiap baris.

Pada pantun, baris pertama dan ketiga memiliki akhiran atau rima yang sama. Sementara baris kedua memiliki akhiran yang sama dengan baris keempat.

Baca juga: Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar

Contoh Pantun

Setelah mengetahui cara membuat pantun, berikut beberapa contoh pantun untuk menambah pemahaman yang bisa dijadikan referensi:

1. Duduk manis di bibir pantai

Lihat gadis, aduhai tiada dua

Masa muda kebanyakan santai

Sudah renta sulit tertawa

2. Buah rambutan masak sebuah

Kalau dimakan manis rasanya

Nona yang berbaju merah

Sudahkah ada yang punya?

3. Elok rupanya kumbang janti

Dibawa itik pulanglah petang

Tidak terkata besar hati

Melihat ibu sudah datang

4. Pagi-pagi makan kuaci

Jangan dimakan dengan kulitnya

Bagaimana pula kau ini

Satu tambah satu masa tak bisa

Itulah cara membuat pantun dengan benar yang sesuai dengan syarat dan ciri-ciri pantun beserta dengan contohnya. Pastikan untuk mengikuti cara tersebut agar bisa menghasilkan pantun yang baik dan benar. (AP)

Frequently Asked Question Section

Apa itu pantun?

chevron-down

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang memiliki ciri khas dan masih terkenal hingga saat ini.

Ada berapa larik di dalam pantun?

chevron-down

Buatlah pantun dalam 4 larik atau 4 baris. Umumnya pantun memiliki 4 larik dalam setiap baitnya, kecuali pada karmina yang hanya ada 2 larik dan talibun yang memiliki 6, 8, 10, hingga 12 larik dalam satu bait.