4 Cara Stimulasi agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Duduk, tengkurap, merangkak, dan berjalan adalah pencapaian besar dalam milestone perkembangan bayi yang perlu diamati oleh seorang ibu. Semua perkembangan motorik ini bisa dikuasai oleh sang bayi seiring dengan bertambahnya usia. Maka, penting untuk mengetahui cara stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak.
Dikutip dari Perkembangan Pada Masa Prantal dan Kelahiran, Wahyu Aprilia (2020:39), biasanya bayi baru mulai merangkak jika sudah ada tanda-tanda seperti menopang badan dengan tangan dan kakinya, lalu bergerak maju dan mundur dengan mendorong kakinya.
Saat bayi berkembang, bayi akan mengembangkan ototnya sebagai persiapan untuk duduk dan berjalan.
4 Cara Stimulasi agar Bayi
Kebanyakan bayi mulai berjalan merangkak ketika usia di antara 6-10 bulan. Tapi, ada juga bayi yang melewatkan tahap merangkak dan langsung bisa berdiri dan mulai berjalan dengan dua kaki.
Selain itu, ada juga yang mulai merangkak setelah belajar duduk dengan tegap, tanpa dukungan, dan biasanya pada usia 7 bulan. Berikut ini beberapa cara stimulasi agar bayi agar bayi cepat duduk dan meragkak.
1. Letakkan Mainan di Luar Jangkauan Bayi
Saat bayi bersiap untuk duduk dan merangkak, letakkan mainan sedikit jauh dari tangan bayi, seperti di sofa atau di atas meja bermain. Hal ini untuk mendorong bayi untuk melihat ke atas, lalu mengangkat kepala, untuk menemukan mainan. Cara ini membantu anak bersiap untuk akhirnya bergerak menuju mainan.
2. Ajari Bayi Maju Mundur Saat Bertumpu
Cara ini merupakan salah satu stimulasi anak yang efektif. Jika bayi sudah bisa bertumpu dengan kaki dan tangannya, ajarkan cara bergoyang ke depan dan ke belakang untuk membiasakan sang bayi menyeimbangkan posisi ini. Atau juga bisa memutarkan musik supaya bayi bisa lebih semangat.
3. Ajak Bayi untuk Melakukan Tummy Time
Bayi bisa mulai melakukan tummy time setiap hari supaya bisa duduk dan merangkak nantinya. Tummy time juga bisa memperkuat otot leher, punggung, dan bahu bayi, yang mempersiapkan bayi untuk memasuki tahap merangkak. Sebaiknya lakukan tummy time di siang hari.
4. Contohkan Push-Up dan Gunakan Mainan yang Bisa Bergerak
Cobalah untuk bergabung ke lantai dengan bayi dan mencontohkan push-up. Bayi dapat melihat mengangkat diri di atas lengan dan bayi akhirnya dapat meniru gerakan yang sudah dicontohkan.
Atau juga bisa meggunakan mainan yang bergerak, seperti mobil mainan atau mainan yang memiliki roda, dan letakkan sedikit di luar jangkauan bayi untuk mendorong sang bayi merangkak ke arah mainan tersebut.
Itulah beberapa cara stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak. Berikan banyak pujian untuk sang bayi untuk menyemangati dan memuji agar semakin percaya diri dan senang untuk belajar merangkak, duduk, sampai berdiri, dan berjalan sendiri. Selamat mencoba. (Bian)
Baca Juga: Cara agar Detak Jantung Kembali Normal dengan Penanganan yang Tepat
