5 Cara Adaptasi Manusia terhadap Kondisi Geografis

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara adaptasi manusia terhadap kondisi geografis mencerminkan tingkat inovasi dan ketangguhan dalam menjawab tantangan lingkungan yang beragam. Dinamika geografis ini tak jarang memicu manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
Menurut buku Ekologi Manusia, Prof. Dr. Eri Barlian, M.S., Dr. Iswandi U., M.Si, (2020:101), upaya manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan geografi disebut adaptasi.
Adaptasi manusia terhadap keadaan geografinya dapat dibedakan menjadi adaptasi fisiologi, morfologi, budaya, bahan makanan, dan psikologis.
5 Cara Adaptasi Manusia terhadap Kondisi Geografis yang Perlu Diketahui
Masih berdasarkan dari sumber yang sama, buku Ekologi Manusia, Prof. Dr. Eri Barlian, M.S., Dr. Iswandi U., M.Si, (2020:102), berikut adalah cara adaptasi manusia terhadap kondisi geografis.
1. Adaptasi Fisiologis
Adaptasi fisiologis diartikan sebagai sifat fisik manusia yang mampu menyesuaikan dengan keadaan alam sekitarnya. Adaptasi fisiologis ada yang bersifat reversible atau dapat kembali ke kondisi awal.
Penduduk pegunungan biasanya mempunyai paru-paru yang lebih besar dibandingkan dengan paru-paru penduduk pantai atau perkotaan. Hal ini dikarenakan di daerah pegunungan kadar oksigen di udara rendah. Akibatnya, paru-paru membesar sehingga dapat mendapatkan oksigen yang cukup.
2. Adaptasi Morfologis
Adaptasi morfologis diartikan sebagai penyesuaian bentuk tubuh terhadap kondisi geografis.
Orang-orang Eskimo yang hidup di sekitar Kutub Utara mempunyai bentuk tubuh pendek dan kekar. Dengan bentuk seperti itu, pelepasan panas badan lebih kecil.
Sebaliknya, orang-orang Masai di gurun-gurun Afrika bentuk tubuhnya tinggi langsing. Dengan bentuk tubuh demikian, pelepasan panas badan lebih banyak sehingga mereka tidak kepanasan.
3. Adaptasi Budaya
Diartikan sebagai kebiasaan-kebiasaan penduduk dalam menyikapi keadaan alamnya sehingga terbentuk berbagai kebudayaan.
Misalnya, bentuk rumah orang Eskimo yang kecil, pendek, tanpa jendela, dan beratap bulat berguna untuk menanggulangi udara dingin dan beratnya salju yang menempel di bagian luar rumah.
Sedangkan bentuk rumah orang Saudi Arabia ukurannya sempit, bertingkat, tanpa atap, lantai paling atas digunakan sebagai tempat jemuran, antena, dan air condition (AC).
4. Adaptasi Bahan Makanan
Adaptasi bahan makanan diartikan bahwa makanan di berbagai daerah berbeda-beda sesuai dengan bahan yang tersedia di alam sekitar.
Penduduk daerah pegunungan lebih banyak makan tumbuh-tumbuhan, penduduk pantai makan ikan, dan penduduk daerah padang rumput makan daging.
5. Adaptasi Psikologi
Adaptasi psikologis diartikan sebagai psikis atau sifat kejiwaan seseorang terhadap kondisi geografis lingkungannya.
Daerah yang datar, tanahnya subur, iklimnya baik, penduduknya berwatak halus lemah lembut, santai, tidak terbiasa bekerja keras, dan lebih mengutamakan harga diri.
Sebaliknya, daerah yang berbukit-bukit, kurang subur, kurang air, dan gersang maka penduduknya berwatak keras, kurang sopan santun, terbiasa bekerja keras, dan lebih mengutamakan terpenuhinya kebutuhan pokok.
Baca juga: Cara Mengurangi Pemanasan Global dalam Kehidupan
Jadi, cara adaptasi manusia terhadap kondisi geografis dapat dilihat dari upayanya untuk dapat hidup sesuai dengan lingkungan geografisnya. (Diah)
Frequently Asked Question Section
Apa itu adaptasi fisiologis?

Apa itu adaptasi fisiologis?
Adaptasi fisiologis diartikan sebagai sifat fisik manusia yang mampu menyesuaikan dengan keadaan alam sekitarnya. Adaptasi fisiologis ada yang bersifat reversible atau dapat kembali ke kondisi awal.
Apa itu adaptasi morfologis?

Apa itu adaptasi morfologis?
Adaptasi morfologis diartikan sebagai penyesuaian bentuk tubuh terhadap kondisi geografis.
