5 Cara Membuka Presentasi yang Efektif dan Menarik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi presenter dalam sebuah presentasi penting di kantor pasti memberikan tekanan tersendiri. Terlebih jika itu adalah presentasi pertama. Cara membuka presentasi yang efektif dan tidak monoton bisa dipelajari agar presentasi lebih menarik.
Dalam presentasi selain perlu mempersiapkan materi-materi yang menunjang juga menuntut untuk paham akan cara pembukaan presentasi yang baik.
Presentasi sendiri adalah penyajian atau penyampaian karya tulis atau karya ilmiah seseorang di depan forum undangan/peserta.
Cara Membuka Presentasi yang Menarik Bagi Presenter
Mengutip dari buku Ajar Tehnik Presentasi, Rahasia Tampil Memukau Saat Presentasi, Nurul Imani Kurniawati, (2020:5), berikut beberapa cara membuka presentasi yang benar dan efektif agar menarik:
1. Perkenalan Diri
Tips pembukaan presentasi yang pertama ini adalah metode pembukaan yang klasik dan basic. Namun, metode ini juga tidak bisa kita abaikan sepenuhnya.
Oleh karena itu, cara membuka presentasi dengan memperkenalkan diri akan selalu dipakai. Namun, perkenalan diri yang harus di perhatikan tentu saja harus lebih detail.
Pemateri juga bisa langsung memperkenalkan anggota tim dengan baik jika presentasi bersama klien.
Contoh:
“Selamat siang, Ibu-Bapak semua. Perkenalkan, saya Shareena, Head of Production dari Nonstop Media. Di sini saya akan memimpin presentasi tentang materi kolaborasi nonstop dengan PT Quora untuk campaign ulang tahun di akhir tahun nanti. Di sini saya ditemani dengan dua rekan saja (sebutkan nama, jabatan, dan tugas di kolaborasinya).”
2. Memberitahukan Tujuan Presentasi
Memberitahukan tujuan presentasi tentu harus dilakukan supaya audiens mengetahui yang akan dibahas nantinya. Pemateri bisa untuk memberitahu tujuan di awal sebelum melakukan perkenalan. Perhatikan contoh di bawah ini untuk memahaminya.
Contoh:
“Sesuai dengan kesepakatan kita pekan lalu, sekarang kita berkumpul di ruang ini untuk membahas tentang marketing plan terkait media sosial perusahaan. Teman-teman bisa langsung membuka data yang sudah saya kirim di grup untuk nanti kita bahas bersama.”
3. Studi Kasus
Dibanding hanya memperkenalkan diri lalu menyebutkan tema saat melakukan pembukaan presentasi, akan lebih menarik jika memberikan studi kasus terlebih dahulu. Studi kasus tentu saja harus sesuai dengan materi yang dibahas.
Contoh:
“Ada satu pebisnis F&B, sebut saja A. Produk mereka sangat bagus kualitas dan inovasinya. Suatu hari, ada seorang investor yang memberikan dana segar kepada mereka untuk bisa melakukan ekspor produk ke Belanda.
Masalahnya, produk mereka harus tahan minimal 3 bulan untuk melakukan ekspor, tetapi sekarang ketahanan produk mereka hanya maksimal 2 minggu. Mereka kebingungan. Akhirnya, karena dinilai belum siap, dana investasi tidak jadi diberikan.
4. Buka dengan Video Pendek
Pembukaan presentasi dengan video pendek sangat berguna untuk presentasi dengan tema materi apa pun. Video pendek bisa berisi tentang data materi hingga sekadar bridging untuk audiens lebih tertarik dengan presentasi.
Nantinya, sebelum atau sesuai diputarnya video, pemateri bisa memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang apa dan untuk apa video tersebut diputar.
Contoh:
“Selama saya menyusun materi presentasi hari ini, saya menemukan fakta unik. Semakin saya dalami, saya semakin terkesan.
Oleh karena itu, saya menyempatkan diri membuat video pendek yang akan saya putar ini supaya teman-teman tahu seberapa menarik fakta tersebut. Selama menonton, usahakan untuk tidak membantah terlebih dahulu fakta yang dipaparkan dalam video hingga akhir penayangan ya.”
5. Buat Paparan Data
Misal, pemateri sedang akan melakukan presentasi guna pembahasan insight media sosial dan cara peningkatan engagement akun perusahaan.
Pemateri bisa melakukan riset tentang perubahan algoritma media sosial akhir-akhir ini. Lalu rangkum insight selama satu pekan dari akun yang akan dibahas.
Contoh:
“Data ini saya rangkum dari kondisi setiap postingan selama satu minggu ini. Apa yang bisa teman-teman pahami? Penurunan engagement? Jika iya, kita kaitkan dengan perubahan algoritma Instagram yang baru.
Bisa kita jadikan alasan mengenai penurunan dalam data sebelumnya? Bisa iya, bisa tidak. Dan di sini, saya akan menjelaskan kemungkinan-kemungkinan lainnya supaya kita tahu solusi yang bisa dilakukan.”
Itulah beberapa cara membuka presentasi yang efektif dan menarik untuk didengar.
Dengan demikian, sejak menit pertama tampil, pemateri akan tampil memukau dan meyakinkan. Audiens pun tertarik untuk mengikuti presentasi sampai selesai karena sejak awal mereka sudah terpesona dengan pembukaan presentasi. (manda)
Baca Juga: Cara Menambah Footnote di Word supaya Rapi
