Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0
Konten dari Pengguna
5 Cara Mengatasi Orang yang Ingin Memviralkan Kita lewat Video Media Sosial
12 Mei 2025 21:27 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Di era digital saat ini, media sosial menjadi ruang publik yang sangat luas dan cepat dalam menyebarkan informasi. Sayangnya, tidak semua konten yang viral diunggah dengan persetujuan. Oleh karena itu, penting tahu cara mengatasi orang yang ingin memviralkan kita.
ADVERTISEMENT
Fenomena seseorang yang sengaja memviralkan orang lain lewat video tanpa izin, bahkan dengan tujuan merugikan, semakin sering terjadi. Dengan mengetahui cara mengatasinya, seseorang dapat menempuh langkah-langkah bijak dalam menghadapinya.
5 Cara Mengatasi Orang yang Ingin Memviralkan Kita di Media Sosial
Mengutip dari buku Medsos Di Antara Dua Kutub, Budi Gunawan , dkk, (2021), konten media sosial yang viral terjadi karena pengguna yang melihat suatu konten kemudian membagikannya kepada orang lain, sehingga semua orang tahu secara terus-menerus.
Oleh karena itu, untuk mencegah konten tersebar semakin luas, dibutuhkan cara untuk mengatasinya. Adapun cara mengatasi orang yang ingin memviralkan kita yang dapat diikuti, sebagai berikut.
1. Tetap Tenang dan Kendalikan Emosi
Reaksi spontan yang emosional hanya akan memperkeruh situasi dan memberi keuntungan bagi penyebar konten. Sebaiknya ambil waktu sejenak untuk menilai kondisi dan menghindari tindakan impulsif yang bisa memperburuk keadaan.
ADVERTISEMENT
2. Minta Penghapusan Secara Baik-Baik
Hubungi pihak yang mengunggah video dan minta untuk menghapus konten tersebut. Komunikasi yang sopan namun tegas seringkali cukup efektif, terutama jika dilakukan secara pribadi dan tidak terbuka di ruang publik.
3. Laporkan Konten ke Platform Media Sosial
Setiap platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube memiliki fitur pelaporan. Pengguna dapat memilih kategori yang sesuai, seperti pelanggaran privasi atau pelecehan, dan menyertakan bukti yang relevan untuk memperkuat laporan.
4. Dokumentasikan Semua Bukti
Simpan tangkapan layar, tautan, dan rekaman video sebagai bukti. Ini sangat penting jika perlu mengambil langkah hukum di kemudian hari. Jangan menghapus bukti meskipun konten tersebut menyinggung, karena bisa menjadi bukti yang krusial.
5. Ambil Langkah Hukum jika Diperlukan
Jika video tersebut merugikan secara psikologis, sosial, atau materiil, berhak melapor ke pihak berwenang. Di Indonesia, UU ITE memberikan perlindungan terhadap privasi dan bisa digunakan untuk menindak penyebaran konten tanpa izin.
ADVERTISEMENT
Dengan mengikuti cara mengatasi orang yang ingin memviralkan kita lewat video dan media sosial tersebut dengan tenang, setiap orang dapat menjaga martabat, privasi, dan reputasi di tengah derasnya arus informasi digital. Semoga membantu! (RIZ)