5 Cara Mengatasi Toxic Relationship dan Ciri-Cirinya

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Toxic relationship atau hubungan yang beracun bisa berbahaya bagi kesehatan mental dan emosional seseorang. Mengetahui dan mengenal cara mengatasi toxic relationship beserta ciri-cirinya adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan dalam pertemanan.
Dalam hubungan interpersonal apa pun, baik ramah, kekeluargaan, atau romantis, keseimbangan dan saling menghormati adalah hal mendasar.
Namun, terkadang sepanjang hidup, seseorang bisa masuk ke dalam hubungan beracun yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan emosional dan mental.
Cara Mengatasi Toxic Relationship
Mengutip buku Tiba di kamu: Sebuah Perjalanan Menujuh Kamu, Redaksi Daniel Puspo Wardojo(2021:168). Inilah 6 cara mengatasi toxic relationship beserta ciri-cirinya:
1. Memahami nilai-nilai pribadi
Ketahui nilai dan batasan diri sendiri. Jika hubungan tersebut membuat merasa tidak dikenali atau diabaikan, tanyakan pada diri sendiri apakah hubungan itu layak dilanjutkan.
2. Mencari Dukungan
Diskusikan situasi Anda dengan teman, keluarga, atau konselor. Mereka dapat memberikan perspektif objektif dan dukungan yang dibutuhkan.
3. Utamakan kesehatan mental
Prioritaskan kesehatan mental Anda sebagai langkah penting dalam mengatasi toxic relationship. Dengan merawat diri sendiri serta jaga kesehatan mental diri dengan berbagai cara, seperti meditasi, olahraga, dan aktivitas yang disukai.
4. Membuat keputusan tegas
Jika perubahan tidak dapat dilakukan atau hubungan terus menjadi beracun, pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Ini bisa sulit, tetapi bisa diperlukan untuk kesehatan Anda.
5. Dapatkan bantuan profesional
Jika situasinya serius atau berpotensi berbahaya, pertimbangkan untuk berbicara dengan seorang konselor atau terapis, yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
Ciri-ciri Hubungan Toxic
1. Kontrol kelebihan dan Komunikasi Buruk
Satu pasangan mencoba mengendalikan atau mengatur semua aspek kehidupan pasangannya, termasuk teman, pekerjaan, dan hobi serta ketidakmampuan untuk berbicara dengan jujur dan terbuka, seringkali disertai dengan argumentasi, manipulasi, atau diam.
2. Ketidakseimbangan emosional dan Isolasi sosial
Pasangan yang cenderung dominan secara emosional atau membuat pasangan lain merasa tidak stabil secara emosional dan satu pasangan mencoba untuk mengisolasi yang lain dari teman, keluarga, atau dukungan sosial lainnya.
3. Sikap arogan atau merendahkan dan pengulangan kesalahan
Satu pasangan merasa lebih baik atau memandang rendah pasangannya, yang mengurangi rasa harga diri pasangan lainnya. Sering melakukan kesalahan yang sama dan mungkin meminta maaf, tetapi polanya berulang.
Ingatlah bahwa cara mengatasi toxic relationship membutuhkan waktu dan usaha. Penting untuk mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri selama proses ini. (ibe)
Baca juga: 5 Cara Menjadi Percaya Diri dan Tidak Pemalu agar Memiliki Banyak Teman
