Konten dari Pengguna

5 Cara Menghitung Year to Date dalam Keuangan beserta Contohnya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghitung Year to Date, sumber gambar: unsplash/Romain Dancre
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghitung Year to Date, sumber gambar: unsplash/Romain Dancre

Cara menghitung year to date perlu dipahami karena sering diaplikasikan dalam kegiatan akuntansi, manajemen, dan keuangan. Memahami perhitungan tersebut sangat membantu dalam menghitung dan menganalisis metrik keuangan dengan tepat.

informasi pada year to date digunakan untuk menganalisis kinerja bisnis selama periode tertentu dan membandingkan bisnis dengan kompetitor. Selain itu, metode ini juga efektif untuk menentukan anggaran pada tahun berjalan dan menghitung laba.

Pengertian dan Cara Menghitung Year to Date

Ilustrasi Cara Menghitung Year to Date, sumber gambar: unsplash/Kaleideco

Cara menghitung year to date (YTD) merupakan metode yang membantu pekerja akuntansi dalam menentukan perubahan berbagai metrik dari awal tahun fiskal sampai tanggal sebelum akhir periode. Mengutip buku Pemasaran Ritel oleh Hendri Ma'ruf (2006), YTD bahkan bisa digunakan sebagai mendia mengontrol anggaran pemasaran.

Para karyawan juga bisa memanfaatkan YTD untuk menghitung penghasilannya dari awal tahun hingga sekarang. Cara menghitungnya dengan menggunakan rumus berikut ini:

Year to Date = (Nilai Tanggal Yang Telah Ditentukan : Mulai Dari Tanggal Yang Telah Ditentukan) – 1

Tahapan dalam Menghitung Year to Date

Ilustrasi Cara Menghitung Year to Date, sumber gambar: unsplash/Brooke Cagle

Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan untuk menghitung year to date, di antaranya sebagai berikut:

1. Kumpulkan Seluruh Data yang Dibutuhkan

Kumpulkan seluruh data yang diperlukan, mulai dari awal periode hingga tanggal sekarang. Contohnya, jika ingin menentukan perubahan portofolio investasi, dua elemen dibutuhkan yaitu nilai portofolio dari awal tahun dan nilainya sampai tanggal saat ingin membuat perhitungannya.

2. Masukan Data tersebut ke dalam Rumus YTD

Jika sudah mengumpulkan nilai awal dan saat ini, masukkan ke dalam rumus untuk menentukan perubahan metrik sepanjang tahun yang bersangkutan.

Misalnya, nilai awal dan saat ini dari portofolio investasi sebesar Rp50.000.000 pada awal tahun dan Rp60.000.000 di masa sekarang. Cara menghitungnya yaitu:

Year to Date = (Nilai saat ini / Nilai awal) – 1

YTD = (60.000.000 / 50.000.000) – 1

3. Hitung sesuai Data dan Rumus

Jika sudah memasukkan data ke dalam rumus, selanjutnya hitung menggunakan perhitungan dasar. Hasilnya nanti bisa digunakan untuk menentukan perubahan ke dalam bentuk persentase.

Sesuai contoh sebelumnya, perhitungan YTD tersebut yaitu:

YTD = (60.000.000 / 50.000.000) – 1

YTD = 1,2 – 1

YTD = 0,20

4. Ubah Hasilnya ke dalam Persentase

Mengubah data YTD yang telah dihitung dalam persentase akan memudahkan penilaian perubahan dalam periode waktu yang sudah ditentukan. Cara mengubah hasilnya ke dalam bentuk persentase yakni dengan mengalikannya ke 100. Contohnya perhitungannya yaitu:

YTD = 0,20

YTD = 0,20 X 100

YTD = 20%

5. Gunakan Persentase yang Dihasilkan untuk Menganalisis Perubahan

Jika sudah memperoleh persentase YTD, selanjutnya lakukan analisis. Contoh perhitungan di atas menunjukkan bahwa portofolio yang dimiliki semula Rp50.000.000 dan berkembang menjadi Rp60.000.000 pada tanggal tertentu dalam kalender yang sama.

Dengan begitu, pengembalian investasi sebanyak 20% telah tercapai. Setiap Rp1 yang dinvestasikan di awal memberikan profit 20% atau 0,20 Rupiah.

Baca juga: Cara Menghitung THR Karyawan Kontrak sesuai Aturan yang Berlaku

Cara menghitung year to date yang dibahas di atas cukup mudah dilakukan. Dengan begitu, setiap profesional keuangan, akuntansi, dan manajemen dapat mempraktikkannya dalam menganalisis bisnis. (DLA)