Konten dari Pengguna

7 Cara Chat Dosen Pembimbing yang Sopan Lengkap dengan Contohnya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara chat dosen pembimbing yang sopan. Foto: Unsplash/Chad Madden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara chat dosen pembimbing yang sopan. Foto: Unsplash/Chad Madden

Bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, pasti akan banyak menemui dosen pembimbing. Untuk menemuinya, mahasiswa perlu mengetahui cara chat dosen pembimbing yang sopan.

Terlebih mahasiswa banyak yang merasa ketakutan saat hendak menghubungi dosen pembimbing lewat chat. Sebab, ditakutkan chat yang dikirim salah atau tidak sesuai yang bisa menyinggung dosen pembimbing dan mengganggu pengerjaan skripsi.

Cara Chat Dosen Pembimbing yang Sopan

Ilustrasi cara chat dosen pembimbing yang sopan. Foto: Unsplash/Gabrielle Henderson

Dikutip dari buku Navigasi Mahasiswa-Menjadi Mahasiswa Anti “Biasa-biasa Aja”, Muthmainnah, dkk. (2024), mahasiswa sebagai penuntut ilmu harus memiliki adab dalam menjalani kehidupan di kampus, salah satunya adab dalam berkomunikasi dengan dosen.

Adab dalam berkomunikasi dengan dosen haruslah menjaga sikap sopan dan santun. Tujuannya untuk menghargai dosen sebagai orang yang menuntun mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir mereka.

Dikutip dari laman fia.ui.ac.id, cara chat dosen pembimbing yang sopan terdiri dari tujuh macam, yakni:

1. Memperhatikan Waktu

Perhatikan kapan waktu yang tepat untuk menghubungi dosen. Pilihlah waktu yang biasanya tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadat.

Maka dari itu, hindari menghubungi dosen di atas pukul 20.00 atau saat waktu ibadah. Misalnya, menghubungi pukul 08.00-17.00 di hari Senin-Jumat.

2. Awali Dengan Sapaan atau Salam

Mahasiswa perlu mengawali chat kepada dosen pembimbing skripsi dengan sapaan atau mengucapkan salam sesuai agama yang dianut kedua belah pihak. Misalnya, “Selamat pagi/siang/sore” atau “Assalamu'alaikum wr.wb.” (bagi pihak sesama muslim).

3. Ucapkan Maaf

Meskipun terkesan sepele, ucapan maaf sangat penting dilakukan. Sebab, ucapan ini menunjukkan sopan santun atau kerendahan hati mahasiswa. Misalnya, “Mohon maaf mengganggu waktu Bapak/Ibu”.

4. Sampaikan Identitas

Jangan lupa untuk menyampaikan identitas di awal komunikasi. Sebab, dosen akan menghadapi banyak mahasiswa ataupun dari pihak lainnya. Contohnya adalah “Nama saya Andi, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2021”.

5. Gunakan Bahasa yang Baik dan Mudah Dimengerti

Bedakan antara berkomunikasi dengan teman dan dosen pembimbing. Sehingga, mahasiswa perlu menggunakan bahasa yang umum dimengerti, tanda baca tepat, tidak menyingkat kata, dan menghindari penggunaan panggilan non formal.

6. Memberitahu Keperluan dengan Singkat

Tuliskan juga maksud dari chat kepada dosen tersebut secara singkat dan jelas. Contohnya, “Saya ingin untuk bimbingan skripsi. Sekiranya, kapan saya bisa menemui Bapak/Ibu?”.

7. Ucapan Terima Kasih di Akhir Chat

Di akhir chat, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan salam penutup sebagai bentuk sopan santun mahasiswa terhadap dosen pembimbing yang telah ingin menyempatkan waktu.

Contoh Chat Dosen Pembimbing yang Sopan

Ilustrasi cara chat dosen pembimbing yang sopan. Foto: Unsplash/freestocks

Setelah mengetahui tentang cara mengirim chat kepada dosen, berikut contoh penulisannya.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Selamat pagi/siang/sore Bapak/Ibu … . Sebelumnya, mohon maaf mengganggu waktu bapak/ibu. Perkenalkan, saya Andi, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2021 yang sedang menulis skripsi dan bapak/ibu sebagai pembimbingnya. Saat ini, saya ingin berkonsultasi terkait bab III skripsi saya yang membahas strategi komunikasi di media sosial.

Sekiranya, kapan saya bisa menemui bapak/ibu? Terima kasih atas waktunya.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Baca Juga: 5 Cara Cek Plagiarisme Menggunakan Website

Itulah penjelasan tentang cara chat dosen pembimbing yang sopan lengkap dengan contohnya. Semoga informasi di atas dapat membantu dalam menyelesaikan tugas akhir. (MZM)