7 Cara Menyusun Instrumen Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika melakukan penelitian, baik metode penelitian kualitatif atau kuantitatif, hal yang tidak boleh ketinggalan adalah instrumen. Cara menyusun instrumen penelitian ini bisa digunakan untuk memastikan datanya valid dan relevan.
Penyusunan instrumen penelitian yang tepat membantu peneliti memperoleh data yang akurat dan lengkap sehingga memudahkan analisis hasil penelitian. Sehingga penelitian yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.
Cara Menyusun Instrumen Penelitian dengan Mudah
Dikutip dari buku Riset Keperawatan: Sejarah & Metodologi, Prof. Dr. Sudarwan Danim (2003: 197), instrumen penelitian adalah alat ukur untuk menentukan validitas dan reliabilitas.
Ada banyak jenis instrumen penelitian, seperti kuesioner, angket, wawancara, atau observasi. Bagi yang akan melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif dan masih bingung menyusun instrumennya.
Berikut ini adalah cara menyusun instrumen penelitian yang bisa dijadikan panduan.
1. Tentukan Tujuan Penelitian
Langkah awal dalam menyusun instrumen penelitian adalah menetapkan tujuan penelitian secara jelas. Dengan memahami tujuan penelitian, peneliti dapat menentukan jenis data yang dibutuhkan.
Penelitian kualitatif umumnya bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam. Sedangkan penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengukur hubungan antarvariabel atau melihat perbedaan antarkelompok.
2. Identifikasi Variabel atau Fokus Penelitian
Setelah tujuan ditetapkan, identifikasi variabel penelitian (untuk kuantitatif) atau fokus penelitian (untuk kualitatif) menjadi penting.
Penelitian kuantitatif biasanya memiliki variabel yang terukur, seperti variabel independen dan dependen. Sebaliknya, penelitian kualitatif menekankan pada fenomena atau isu yang lebih luas dan kontekstual.
3. Susun Kisi-Kisi Instrumen
Penyusunan kisi-kisi instrumen membantu peneliti memetakan indikator-indikator yang akan diukur. Untuk penelitian kuantitatif, kisi-kisi biasanya berupa tabel yang memuat variabel, indikator, dan jenis pertanyaan.
Sedangkan untuk penelitian kualitatif, kisi-kisi bisa berupa daftar pertanyaan terbuka atau panduan wawancara yang fleksibel namun tetap fokus pada topik penelitian.
4. Kembangkan Pertanyaan atau Pernyataan
Setelah kisi-kisi selesai, kembangkan pertanyaan atau pernyataan yang sesuai. Pada penelitian kuantitatif, gunakan pertanyaan tertutup seperti skala Likert atau pilihan ganda untuk memudahkan analisis data.
Sementara pada penelitian kualitatif, buat pertanyaan terbuka yang memungkinkan informan menjawab dengan lebih leluasa dan mendalam.
5. Lakukan Uji Validitas dan Reliabilitas
Pada penelitian kuantitatif, uji validitas bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen benar-benar mengukur apa yang ingin diukur. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi hasil pengukuran.
Untuk penelitian kualitatif, instrumen biasanya diuji melalui diskusi pakar (expert judgment) atau uji keterbacaan untuk memastikan pertanyaan mudah dipahami.
6. Revisi Instrumen
Berdasarkan hasil uji validitas, reliabilitas, atau diskusi dengan pakar, lakukan revisi pada instrumen agar lebih baik. Pada penelitian kualitatif, revisi penting agar pertanyaan tidak bias dan dapat menggali data yang mendalam.
7. Finalisasi Instrumen
Setelah revisi, finalisasi instrumen agar siap digunakan dalam pengumpulan data. Pastikan instrumen jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan tujuan penelitian.
Baca Juga: 3 Cara Membuat Halaman Skripsi, Mahasiswa Perlu Tahu
Jadi, cara menyusun instrumen penelitian kuantitatif dan kualitatif bisa dengan menggunakan kuesioner, angket, wawancara, atau observasi. Pastikan dahulu tujuan, variabel, dan mulai menyusun kisi-kisi instrumen penelitian. (Umi)
