Aneka Cara Menghitung Pecahan dalam Matematika

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran Matematika dasar, ada yang dinamakan bilangan pecahan. Cara menghitung pecahan terkadang dirasa sulit oleh siswa, khususnya bagi yang masih duduk di kelas kecil.
Hal ini karena perhitungan pecahan terbagi menjadi beberapa jenis. Supaya tidak bingung, sebaiknya siswa mengetahui dulu bagian-bagian dalam bilangan pecahan.
Cara Menghitung Pecahan yang Mudah
Berdasarkan buku Matematika, Rodiyah (2005:49), pecahan adalah bilangan yang terbentuk dari a/b, dengan a dan b bilangan bulat, serta b tidak sama dengan nol. Dalam pecahan, a disebut pembilang dan b disebut sebagai penyebut.
Pecahan terbagi menjadi tiga jenis, yatu pecahan murni, tidak murni, dan campuran. Pecahan murni adalah pecahan yang pembilangnya lebih kecil dibandingkan penyebutnya. Sementara pecahan tidak murni adalah pecahan yang nilai pembilang lebih besar daripada penyebut. Sedangkan pecahan campuran adalah kombinasi dari bilangan bulat dan pecahan murni.
Pecahan nantinya dapat dikonversi atau diubah ke dalam bentuk desimal dengan cara membagi pembilang dengan penyebut. Bilangan pecahan dapat dikurangi, ditambah, dibagi, maupun dikali.
Berikut ini cara menghitung pecahan murni yang perlu diketahui oleh siswa.
1. Pejumlahan Pecahan
Menghitung penjumlahan tidak sulit karena hanya perlu memastikan agar penyebutnya sama. Nantinya, yang dijumlahkan hanya pembilangnya saja, sementara penyebutnya tetap sama. Namun, jika penyebutnya berbeda, maka harus dikonversi supaya sama terlebih dulu.
Contoh: 1/4 + 2/4 = 3/4
2. Pengurangan Pecahan
Cara menghitung pengurangan sama dengan penjumlahan, yakni lebih dulu memastikan penyebutnya sama. Nantinya yang dikurangi hanya pembilangnya saja, semenyara penyebutnya tetap.
Contoh: 5/7 - 3/7 = 2/7
3. Perkalian Pecahan
Menghitung perkalian jauh lebih mudah. Penyebut tidak harus sama. Jawabannya hanya tinggal mengalikan keduanya, baik pembilang maupun penyebut.
Contoh: 2/5 x 2/3 = 4/15
4. Pembagian Pecahan
Untuk menghitung pembagian, siswa tidak perlu menyamakan penyebutnya dulu. Yang harus dilakukan adalah membalikkan posisi penyebut dan pembilang di pecahan kedua, kemudian mengalikannya dengan pecahan pertama.
Contoh:
6/5 : 5/2 = 6/5 x 2/5 = 12/25
2/5 : 2/3 = 2/5 x 3/2 = 6/10 = 3/5
4/3 : 2/3 = 4/3 x 3/2 = 12/6 = 2
Baca juga: 4 Cara Mencari Bilangan Prima dalam Matematika
Itulah cara menghitung pecahan murni yang mudah. Namun, jika pecahannya sudah pecahan tidak murni, akan ada beberapa rumus tersendiri. Selamat belajar! (SASH)
