Bagaimana Cara Mengelola Sampah yang Baik? Ini Penjelasannya

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengelolaan sampah di Indonesia masih belum dikelola dengan baik, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesadaran, misalnya memahami bagaimana cara mengelola sampah yang baik dan benar, beserta jenis-jenisnya.
Dikutip dari citarumharum.jabarprov.go.id, pembicaraan tentang pengelolaan sampah masih menjadi pembicaraan. Masalah sampah ini dapat dijumpai di kota-kota besar sampai ke tingkat pedesaan dan perkampungan.
Bagaimana Cara Mengelola Sampah yang Baik?
Bagaimana cara mengelola sampah yang baik? Simak penjelasan dan jenis-jenisnya berikut ini:
Membuat beberapa tempat sampah berdasarkan jenisnya, yaitu tempat sampah organik dan anorganik.
Pakai alas koran atau kardus pada tempat sampah, sebagai langkah mengurangi konsumsi sampah plastik.
Sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, sedangkan anorganik jika masih layak dapat dilakukan daur ulang.
Setiap sampah penuh buang ke TPS atau TPA, atau setelah sampah dikelola dalam waktu 1-2 minggu bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Mulai mengelola sampah berbahaya, seperti sampah elektronik, kaca sampai detergen dan sebagainya.
Memberi hadiah untuk diri sendiri setiap minggu, karena berhasil mengatasi sampah di rumah sendiri.
Mulai membiasakan diri dengan gaya hidup zero waste, atau mengurangi penggunaan sampah plastik.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Mata Ikan di Tangan dan Kaki
Jenis-Jenis Sampah
Berdasarkan situs ditsmp.kemdikbud.go.id, terdapat jenis-jenis sampah yang dapat dikelola, di antaranya:
Sampah organik: sampah dengan sifat mudah terurai dan mudah busuk, misalnya sisa makanan, daun, sayuran. Sampah ini ditempatkan pada wadah atau tempat sampah berwarna hijau.
Sampah anorganik: tempat sampah umumnya berwarna kuning, termasuk sampah yang sulit terurai, seperti plastik, kaleng dan styrofoam.
Sampah kertas: jenis sampah yang mudah didaur ulang seperti kertas, pamflet, buku, bungkus makanan kertas. Biasanya tempat sampah berwarna biru.
Sampah residu: tempat sampah berwarna abu-abu, untuk menampung sampah yang berasal dari sisa luar, misalnya popok bekas, bekas permen karet, putung rokok dan pembalut.
Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3): sampah kaca, kemasan deterjen dan pembersih, sampah yang membahayakan manusia, harus dikelompokan dalam satu wadah khusus.
Cara mengelola sampah yang baik, dapat dipraktikkan untuk mengelola sampah sesuai dengan jenis-jenis sampah. (Fiqa)
