Konten dari Pengguna

Bunga Bakung Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Penjelasannya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bunga Bakung Berkembang Biak dengan Cara Ini, Pexels/Frans van Heerden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bunga Bakung Berkembang Biak dengan Cara Ini, Pexels/Frans van Heerden

Bunga bakung atau biasa dikenal sebagai bunga lili merupakan bunga yang indah dan harum. Tak heran banyak yang penasaran tentang bunga bakung berkembang biak dengan cara apa.

Terdiri dari 80-100 spesies yang tersebar di seluruh penjuru dunia, warnanya sangat bervariasi, yakni: putih kekuningan, ungu, merah, hitam, merah muda, dan bintik-bintik. Selain karena keindahannya, bunga bakung juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Bunga Bakung Berkembang Biak dengan Cara Ini

Ilustrasi Bunga Bakung Berkembang Biak dengan Cara Ini, Pexels/Tomas Williams

Lantas, bunga bakung berkembang biak dengan cara apa? Berdasarkan buku Sekolah Dasar, Tim Literatur Media Sukses, (2009:99), bunga bakung ini berkembang biak dengan cara perkembangbiakan alami, yakni umbi lapis.

Umbi dari bunga dengan tinggi 60-180 cm ini umumnya membentuk umbi lapis di bawah tanah. Namun, ada juga yang membentuk rimpang atau rhizoma.

Rhizoma sendiri adalah modifikasi batang tanaman yang tumbuh menjalar di bawah permukaan tanah. Modifikasi ini bisa menghasilkan akar baru dan tunas dari ruas-ruasnya. Melalui umbi ini, bunga bakung dapat tumbuh pesat.

Bunga yang termasuk genus Lilium dari famili Liliaceae ini bisa beradaptasi, baik di dataran rendah maupun tinggi. Meski begitu, untuk mencapai pertumbuhan bunga bakung yang masif, pilihlah lahan yang tepat sebagai berikut:

  • Tanah yang gembur dengan pH tanah antara 5-7,5.

  • Area yang sejuk, seperti pegunungan.

  • Terletak jauh dari pantai agar tidak terpapar aerosol dari air asin.

  • Mudah terpapar sinar matahari, setidaknya 4 jam per hari.

  • Memiliki unsur hara yang cukup dan drainase yang baik

Meskipun bunga bakung tampak lebih segar jika ditanam di area sejuk, tetapi bunga bakung juga bisa ditanam di dataran rendah selama ia ditanam di dekat tanaman perindang dan penyejuk, seperti jambu biji, jambu air, dan mangga.

Setelah menanamnya, siram secara rutin dengan air yang cukup (tidak terlalu kering dan tidak tergenang air). Singkirkan tanaman gulma dengan melakukan penyiangan.

Untuk hasil yang optimal, lakukan pemupukan susulan setiap 10-14 hari sekali dengan pupuk NPK sekitar 50-100 ml per tanaman. Agar terhindar dari hama dan berbagai penyakit, lindungi tanaman ini dengan insektisida atau fungisida.

Manfaat Bunga Bakung bagi Kesehatan Tubuh

Ilustrasi Manfaat Bunga Bakung, Pexels/Cindy Gustafson

Selain bentuknya yang indah, tumbuhan ini juga kaya akan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, di antaranya:

  • Mengatasi sakit punggung.

  • Meredakan gejala rematik dengan meringankan radang sendi.

  • Mengobati bekas luka, keseleo, dan memar.

  • Melancarkan buang air besar.

  • Mengobati demam.

  • Mengurangi pembengkakan.

  • Menjaga kesehatan jantung dengan kandungan flavonoid dan glikosida yang mampu meregulasi detak jantung.

Setelah mengetahui bunga bakung berkembang biak dengan cara apa, tanam bunga ini di lahan yang sesuai dan rawat dengan benar agar bisa memperoleh manfaat yang maksimal. (bren)

Baca juga: Cara Menanam Biji Alpukat yang Tepat agar Berbuah