Konten dari Pengguna

Cara Adaptasi Cicak dengan Autotomi

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Adaptasi Cicak, Unsplash/Nick Tsinonis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Adaptasi Cicak, Unsplash/Nick Tsinonis

Cicak adalah hewan reptil yang biasa merayap di dinding atau pohon. Cara adaptasi cicak untuk bertahan hidup adalah dengan melakukan autotomi.

Autotomi adalah salah satu adaptasi tingkah laku yang membuat hewan reptil seperti kadal dan cicak memutuskan ekornya. Berbeda dengan cicak, adaptasi bunglon adalah berubah warna menyesuaikan dengan lingkungannya atau mimikri.

Cara Adaptasi Cicak

Ilustrasi Cara Adaptasi Cicak, Unsplash/Tate Lohmiller

Cara adaptasi cicak dan kadal dalam buku Adaptasi Makhluk Hidup, Sudarti (2020), adalah dengan mengelabui musuhnya menggunakan cara yang unik. Ekor yang mereka miliki digunakan sebagai alat mengalihkan perhatian musuh.

Cicak dan kadal melepas ekornya ketika bahaya benar-benar mengancamnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ekor pada cicak memiliki saraf-saraf tak sadar. Sehingga cicak dapat memutuskan ekornya tanpa merasa sakit dan bisa pergi begitu saja.

Saat ekor cicak lepas, ekor itu masih tetap bergerak-gerak. Ekor ini dapat bergerak-gerak sendiri karena adanya jaringan dalam ekor yang kekurangan oksigen. Bagi pemangsa yang terkelabui, mereka akan menangkap dan memangsa ekornya saja. Hal tersebutlah yang dinamakan autotomi.

Cicak dan kadal dapat bertahan hidup dan selamat terhindar dari sergapan musuhnya. Ekor kadal dan cicak walaupun lepas mereka tidak terluka. Bahkan ekor tersebut dapat tumbuh kembali.

Baca juga: 7 Cara Mengusir Semut Merah yang Ampuh

Tidak hanya cicak dan kadal yang hidup alam lepas, cicak dan kadal yang hidup berdampingan dengan manusia juga melakukan adaptasi tingkah laku ini.

Cicak juga dapat melepaskan ekornya di hadapan manusia bila cicak merasa manusia sebagai musuh ataupun penyerang. Makanya, tidak heran bila mendapati ekor cicak putus ketika sedang bersih-bersih.

Pertumbuhan ekor cicak memerlukan waktu yang agak lama. Oleh karena itu, autotomi digunakan cicak apabila benar-benar menghadapi musuh atau ancaman yang sangat berbahaya dan sekiranya dirinya tidak mampu melakukan perlawanan atau menghindar dengan cepat.

Selain dengan autotomi, bunyi atau suara dari cicak yang khas juga salah satu untuk beradaptasi. Bedanya, suara ini digunakan untuk berkomunikasi dengan cicak lain yang di sekitarnya.

Itulah informasi mengenai cara adaptasi cicak dengan autotomi, yakni memutuskan ekornya untuk mengelabui pemangsanya. (Fitri A)