Cara Berpikir Sinkronik dan Diakronik dalam Sejarah

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mata pelajaran sejarah mengajarkan untuk menerapkan cara berpikir sinkronik dan diakronik. Adanya konsep ini akan membuat sejarah memberikan gambaran yang utuh, tentang peristiwa atau perjalanan sejarah dari tinjauan aspek tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sinkronik adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.
Sementara diakronik adalah berkenaan dengan pendekatan terhadap bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu; bersifat historis.
Cara Berpikir Sinkronik dalam Sejarah
Cara berpikir sinkronik menurut buku yang berjudul Kumpulan Soal dan Pembahasan USBN Sejarah SMA, Rahmat Hidayat, (2020:115), berpikir sinkronis dalam sejarah adalah mempelajari peristiwa satu zaman atau bersifat horizontal.
Sinkronik artinya segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi di suatu masa/ruang tetapi terbatas dalam waktu. Sinkron artinya meluas dalam ruang, tetapi terbatas dalam waktu.
Sebagai contoh, pendekatan sinkronik dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan ekonomi di Indonesia pada suatu waktu tertentu, menganalisis struktur dan fungsi ekonomi pada keadaan tertentu, dan lain sebagainya.
Cara Berpikir Diakronik
Cara berpikir diakronik secara bahasa berasal dari bahasa latin yaitu "Diachronicus" yang terdiri dari dua kata yaitu "Dia" dan "Chronicus" yang mana 'Dia" artinya adalah melalui atau melampaui sedangkan "Chronicus" artinya adalah Waktu.
Diakronik ini merupakan suatu cara untuk berpikir secara runtut (kronologis) di dalam menganalisis atau meneliti sesuatu hal tertentu.
Maksud dari kronologis ini ialah suatu catatan mengenai peristiwa/kejadian itu dengan secara runtut dengan berdasarkan dengan waktu kejadian peristiwa yang dicatat tersebut.
Diakronik ini mempunyai beberapa ciri-ciri di antaranya sebagai berikut:
Memanjang, berdimensi waktu.
Terus bergerak, hubungan kausalitas.
Sifatnya itu naratif, berproses serta bertransformasi.
Sifatnya itu dinamis.
Lebih menekankan pada proses durasi. Digunakan di dalam ilmu sejarah.
Beberapa dari contoh diakronik di dalam sejarah, di antaranya:
Pertempuran Ambarawa (20 Oktober - 15 Desember 1945)
Pertempuran Surabaya (27 Oktober - 26 november 1945)
Itulah dia cara berpikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah.(LA)
Baca juga: Pengertian Berita, Fungsi, dan Jenis-jenisnya
Frequently Asked Question Section
Apa itu sinkronik?

Apa itu sinkronik?
Sinkronik adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.
Apa itu diakronik?

Apa itu diakronik?
Diakronik adalah berkenaan dengan pendekatan terhadap bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu; bersifat historis.
