Cara Bikin Pantun, Ciri-ciri, dan Contohnya

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama Indonesia. Cara bikin pantun yaitu tiap bait terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua untuk sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
Pantun sendiri merupakan sebuah bahasa tutur yang menunjukkan suatu tata krama dan keindahan dalam berkomunikasi sebagaimana dikutip dari buku Apa Tanda Sebait Pantun (Kumpulan Esai), Rendra Setyadiharja, (2022, 19).
Simak cara bikin pantun beserta ciri-ciri dan contohnya berikut ini.
Ciri-Ciri Pantun
Pantun memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dapat diubah. Sebab jika diubah, maka pantun itu akan menjadi gurindam, seloka, atau puisi lama. Berikut ciri-ciri pantun.
Tiap bait terdiri atas empat baris larik.
Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.
Baris ketiga dan keempat merupakan isi.
Jenis-jenis Pantun
Sebelum melangkah ke cara membuat pantun, berikut penjelasan jenis-jenis pantun.
1. Pantun Nasehat
Pantun nasehat adalah jenis pantun yang tujuannya memberikan anjuran, arahan, ajakan dan pesan moral bagi semua orang.
2. Pantun Cinta
Jenis pantun yang satu ini, umumnya digunakan untuk menyampaikan rasa cinta, sayang, rindu dan harapan seseorang pada orang lain.
3. Pantun Anak-anak
Pantun anak-anak ialah pantun yang disampaikan dan ditujukan untuk para anak kecil
4. Pantun Jenaka
Pantun jenaka adalah jenis pantun yang bertujuan untuk menghibur para pembaca maupun pendengar.
5. Pantun Teka-teki
Pantun teka-teki yakni jenis pantun yang memberi isyarat untuk berinteraksi dengan para pendengar.
6. Pantun Agama
Pantun agama adalah jenis pantun yang membahas antara hubungan manusia dengan penciptanya. Pantun ini identik dengan nilai dan norma agama.
7. Pantun Kepahlawanan
Pantun kepahlawanan yaitu jenis pantun yang mengarah pada maksud mengenang dan memberi pengenalan mengenai para pahlawan yang telah gugur di masa lalu.
Cara Bikin Pantun
Cara bikin pantun yang benar sesuai kaidah tidak hanya mengutamakan kesamaan bunyi, melainkan ada banyak unsur yang harus diperhatikan dalam merangkainya. Berikut cara membuat pantun.
1. Menentukan tema
Menentukan isi pada pantun memiliki tujuan agar pantun jelas untuk apa dan untuk siapa
2. Membuat 2 baris isi
Setelah menetukan tema, buatlah isinya terlebih dahulu
3. Amati rima pantun.
Amati rima di masing-masing baris
4. Membuat sampiran
Langkah selanjutnya yaitu memikirkan dan menulis sampiran. Cara untuk membuat sampiran yaitu dengan melihat akhiran setiap baris isi pantun yang sudah dibuat (rima).
Contoh pantun:
Burung gelatik Lagi hinggap di batu Kamu memang cantik Tapi kok badannya bau
Ke kebun bertemu katak Jalan lagi bertemu ular Jika kamu mampu menebak Buah apa biji di luar?
Pergi ke pasar membeli jambu Jalannya jauh berputar-putar Kalau rajin membaca buku Pasti jadi anak yang pintar
Baca Juga: Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar
Itulah cara bikin pantun dan contohnya. Kaidah penulisan pantun yang benar yaitu bersajak a-b-a-b dan terdiri dari dua baris pertama sampiran, dan dua baris isi.(glg)
