Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah untuk Pemula agar Untung

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budidaya jamur tiram di rumah tidak hanya menjadi kegiatan yang menarik dan bermanfaat, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan jika dilakukan dengan benar.
Dalam artikel ini akan dijelaskan cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula agar menguntungkan.
Mengutip situs lampung.litbang.pertanian.go.id milik BPTP Lampung, jamur tiram adalah jamur kayu yang tumbuh berderet dan menyamping pada batang kayu lapuk. Jamur ini memiliki tubuh yang membentuk corong dangkal seperti kulit kerang.
Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah untuk Pemula
Dikutip dari buku yang berjudul Teknik Budidaya Jamur Tiram yang ditulis oleh Khusnul, M.Si tahun 2019, dijelaskan bahwa budidaya jamur tiram tak pernah sepi karena penggemar jamur tiram semakin signifikan di dunia.
Bahkan, limbah yang awalnya mencemari lingkungan bisa dimanfaatkan sampai ke taraf industri.
Cara budidaya jamur tiram di rumah menjadi pilihan terbaik jika modalnya masih minim. Yang terpenting adalah usaha dan pantang menyerah. Berikut adalah cara yang bisa dilakukan:
1. Menyiapkan Bibit Jamur
Langkah budidaya jamur tiram pertama adalah menyiapkan bibit jamur. Pilihlah jamur tiram berkualitas agar budidaya berhasil. Calon pembudidaya bisa membeli bibit jamur di petani. Dengan begitu sudah pasti bibitnya berkualitas
2. Menyiapkan Kumbung
Kumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Baglog adalah media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram.
Kumbung biasanya berupa sebuah ruangan yang diisi dengan rak-rak untuk meletakkan baglog. Ruangan ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Ukuran kumbung yang dianjurkan sebaiknya tidak kurang dari 40 cm. Sementara rak bisa dibuat hanya 2-3 tingkat saja dengan lebar 40 cm dan panjang setiap ruasnya mencapai 1 meter.
3. Menyiapkan Baglog
Sebelumnya telah disebutkan bahwa baglog adalah media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Jamur tiram merupakan jamur kayu, sehingga bahan utama pembuatan baglog adalah serbuk gergaji.
Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder dan salah satu ujungnya diberi lubang. Di lubang inilah jamur tiram akan tumbuh keluar dan menyembul.
Pemula biasanya membeli baglog dari pihak lain agar mereka bisa fokus menjalankan usaha budidayanya tanpa harus membuatnya sendiri.
4. Merawat Baglog
Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dan horizontal. Meletakkan secara vertikal adalah lubang baglog menghadap ke atas, sedangkan secara horizontal yaitu lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara budidaya jamur tiram ini memiliki kelebihan masing-masing. Jika disusun secara horizontal, maka lebih aman dari siraman air.
Pasalnya, jika penyiraman berlebih, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Hanya saja, penyusunan dengan cara horizontal ini lebih banyak memakan ruang.
Sementara susunan vertikal memang meringkas ruang yang dibutuhkan untuk lubang baglog, tetapi tidak aman untuk penyiraman air yang berlebihan.
5. Memanen Jarum Tiram
Biasanya dalam waktu 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur sudah siap dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali bila perawatannya baik.
Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Baglog dengan bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg.
Panen jamur dilakukan pada jamur yang mekar dan membesar. Yaitu saat ujungnya terlihat meruncing dan tudungnya belum pecah dan warnanya masih putih bersih.
Itulah cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula yang mampu menghasilkan omset menguntungkan. Selamat mencoba! (Nunu)
Baca juga: Cara Menanam Semangka dari Biji agar Hasil Panen Maksimal
