Konten dari Pengguna

Cara Hitung Biaya Listrik secara Mandiri

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara hitung biaya listrik, Unsplash/Kelly Sikkema
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara hitung biaya listrik, Unsplash/Kelly Sikkema

Biaya listrik adalah biaya yang dikeluarkan berdasarkan banyaknya energi listrik yang digunakan pelanggan. Cara hitung biaya listrik secara mandiri dapat digunakan untuk evaluasi dan penghematan.

Biaya listrik juga merupakan biaya overhead yang digunakan untuk mendukung proses produksi. Ketetapan biaya listrik dapat berbeda-beda sesuai dengan negara atau wilayah tertentu.

Cara Hitung Biaya Listrik

Ilustrasi cara hitung biaya listrik, Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Biaya listrik bergantung pada banyak faktor, seperti biaya konstruksi pembangkit listrik, pajak atau subsidi dari pemerintah, hingga peraturan industri terkait.

Berikut adalah cara hitung biaya listrik berdasarkan situs web greencoast:

1. Mengetahui Nilai Konsumsi Daya, Harga Energi, dan Waktu Penggunaan

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menghitung biaya listrik secara mandiri adalah mengetahui konsumsi daya, harga energi dan waktu penggunaan. Ketiga hal ini adalah komponen yang terdapat pada rumus penghitungan biaya listrik.

2. Mencari Tahu Jumlah Watt

Langkah kedua adalah mencari tahu berapa banyak watt yang dibutuhkan suatu produk. Biasanya peralatan dan perangkat elektronik memiliki label yang merinci kebutuhan watt.

Pencarian jumlah watt pada internet dapat dilakukan apabila tidak menemukan kebutuhan watt pada label perangkat elektronik. Berikut daftar perkiraan jumlah watt yang biasanya terdapat pada label perangkat elektronik:

  1. Microwave dapat menggunakan listrik hingga 1100 watt.

  2. Mesin pencuci piring umum akan menggunakan daya antara 1200 hingga 2400 watt.

  3. Mesin cuci pakaian menggunakan listrik hingga 500 watt.

  4. Pengering menggunakan daya hingga 5000 watt tergantung pada siklus yang digunakan.

  5. Laptop hanya mengkonsumsi listrik sekitar 50 watt.

  6. Televisi layar datar yang lebih besar menggunakan listrik hingga 170 watt.

3. Menghitung Watt per Hari

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam menghitung watt per hari adalah mencari tahu berapa banyak peralatan elektronik digunakan. Melalui perkiraan tersebut, pengguna dapat mendapatkan penilaian akurat mengenai berapa biaya penggunaan perangkat per harinya.

Kalikan jumlah jam penggunaan perangkat dengan kebutuhan watt yang tertera pada label perangkat elektronik. Rinci semua perangkat elektronik yang digunakan dalam satu hari kemudian dijumlah untuk menghitung besar watt yang diperlukan per hari.

4. Mengubah Ke Kilowatt

Setelah mengetahui berapa watt yang digunakan suatu peralatan per hari, pengguna perlu mengubah angka ini menjadi kilowatt. Langkah ini dilakukan karena sebagian besar perusahaan energi mengenakan satuan kilowatt-Hour atau biasa disingkat kWh.

1 kWh sama dengan 1.000 watt. Jumlah watt per hari yang telah dihitung pada langkah ketiga dapat dibagi dengan 1.000 untuk mendapatkan angka kWh.

5. Menghitung Penggunaan Bulanan dan Biaya Keseluruhan

Langkah terakhir dalam menghitung biaya energi adalah menghitung penggunaan bulanan. Cara menghitung penggunaan listrik bulanan adalah mengalikan jumlah kWh pada 1 hari dengan jumlah hari pada setiap bulan.

Informasi mengenai biaya listrik per kWh dapat ditemukan pada struk tagihan listrik. Kalikan biaya listrik per kWh dengan penggunaan listrik bulanan untuk mendapatkan jumlah tagihan listrik yang harus dibayar perbulan.

Setelah mengetahui cara hitung biaya listrik mandiri, pengguna dapat melakukan evaluasi dan pembatasan terhadap penggunaan barang elektronik. Pembatasan penggunaan barang elektronik dapat dilakukan untuk menghemat energi dan keuangan. (Fia)

Baca Juga : 4 Cara Menghemat Listrik AC agar Tidak Boros