Konten dari Pengguna

Cara Kerja Perangkat Lunak Antiplagiasi untuk Mengetahui Orisinalitas Tulisan

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Kerja Perangkat Lunak Antiplagiasi, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Christin Hume
zoom-in-whitePerbesar
Cara Kerja Perangkat Lunak Antiplagiasi, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Christin Hume

Penulisan karya ilmiah harus terhindar dari plagiarisme. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengecekan tulisan melalui perangkat lunak antiplagiasi. Maka dari itu cara kerja perangkat lunak antiplagiasi perlu diketahui untuk tahu orisinalitas dari karya ilmiah.

Saat ini sudah banyak perangkat lunak antiplagiasi yang bisa digunakan untuk pengecekan tulisan. Mulai dari yang berbayar hingga yang bisa diakses secara gratis. Lantas, bagaimana cara perangkat lunak tersebut bekerja?

Cara Kerja Perangkat Lunak Antiplagiasi agar Terhindar dari Plagiarisme

Cara Kerja Perangkat Lunak Antiplagiasi, Foto Hanya Ilustrasi: Unsplash/Daniel Thomas

Software bisa mendeteksi plagiarisme dengan cara kerja tertentu. Mengutip dari situs scribbr.com, cara kerja perangkat lunak antiplagiasi untuk mengetahui orisinalitas tulisan adalah dengan memindai kecocokan antara teks yang satu dengan teks yang lain.

Cara kerja tersebut membutuhkan basis data yang berisi konten web dari berbagai situs web lain sebagai acuan. Nantinya perangkat lunak akan memindai teks dan mencari kemiripan dengan data yang ada di basis bata tersebut.

Jadi orang yang akan melakukan pengecekan plagiarisme perlu memasukkan tulisan yang akan dicek ke dalam perangkat lunak tersebut. Kemudian sistem akan memindai tulisan yang dimasukkan dengan tulisan yang ada di basis data.

Saat proses pemindaian tulisan, perangkat lunak bisa mendeteksi apakah tulisan tersebut memiliki kemiripan dengan tulisan lainnya yang ada di basis data. Pemindaian ini akan mendeteksi tulisan yang identik atau mirip, baik kalimat, paragraf, maupun ide.

Setelah proses pemindaian tulisan selesai, perangkat lunak antiplagiasi akan menunjukkan persentase tulisan yang duplikat dengan tulisan yang asli. Sehingga nantinya penulis bisa memperbaiki kekurangan yang ada dan dapat menghasilkan tulisan karya ilmiah yang berisi konten orisinal.

Agar terhindar dari deteksi plagiarisme, maka saat pengerjaan tulisan harus ditulis dengan benar. Pastikan penulis memahami informasi yang ditulis dan melakukan parafrase kalimat. Jangan lupa untuk menyertakan sumber yang valid sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: 5 Cara Mengurangi Plagiarisme secara Online dan Cepat

Itulah informasi mengenai cara kerja perangkat lunak antiplagiasi yang bisa diketahui sebelum melakukan pengecekan karya ilmiah. Dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu, peneliti bisa terhindar dari plagiarisme dan memastikan tulisan yang dibuat adalah karya yang orisinal. (PRI)