Cara Kirim Fatihah untuk Orang yang Masih Hidup

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Al Fatihah bisa dikirimkan untuk orang yang masih hidup maupun sudah meninggal. Cara kirim fatihah untuk orang yang masih hidup hampir sama saat mengirim fatihah untuk yang sudah meninggal.
Mengutip dari Kedudukan Surah Al-Fatihah, dalam situs uinjkt.ac.id, jika diibaratkan sebuah istana, surah Al-Fatihah ini adalah pintu gerbangnya. Kemegahan istana dapat dinilai melalui keindahan pintu gerbangnya.
Surah Al-Fatihah, secara harfiah berarti pembukaan (the Opening, the Prologue), mengesankan adanya jalan terbuka bagi hamba siapa pun yang hendak mendekati diri-Nya.
Inilah Cara Kirim Fatihah untuk Orang yang Masih Hidup
Sebelum melakukan cara kirim fatihah untuk orang yang masih hidup atau ke sesama muslim, alangkah baiknya jika terlebih dahulu memuja baginda Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya.
Setelah itu, baru membacakannya untuk sesama Muslim, terutama kepada orang tua yang telah berjasa bagi hidup kita. Inilah bacaan yang wajib dilantunkan sebelum mengirimkan Surat Al-Fatihah:
مَّ إِلَى حَضْرَةِ اِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا شَيْخِ عَبْدِ الْقادِرِ الجَيْلَانِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَه
"Tsumma ilaa hadh roti ikhwaanihi minal ambiyaa-i wal mursaliin. Wal auliyaa-i wasy syuhadaa-i wash sholihiin. Wal 'ulamaa-i wal mushonnifiin. Khushuushon sayyidina syaihkh 'abdil qoodiri jailaani rodiyalloohu 'anhu."
ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَاوَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أَبَاءَنَا وَأَمَّهَاتِنَا وَأَجْدَنَا وَجَدَّاتِنَا وَهَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ…..، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
"Tsumma ilaa jamii'i ahlul qubuur. Minal muslimiina wal muslimaat. Wal mu-miniina wal mu-minaat. Min masyaariqil Ardhi ilaa maghooribihaa. Khushuushon abaa-anaa wa ummahaatinaa. Wa ajdaadanaa wa jaddaatinaa. Wa masyaa yikhanaa wa masyayikha masyaa yikhinaa. Lahumul fatihah (membaca al-Fatihah)."
Baru membaca Surat Al-Fatihah diselingi dengan bacaan:
Khushuushon ilaa ruuhi ... (nama) bin ... (nama ayahnya). Allahumaghfir lahu (ha) warhamhu (ha) wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu (ha), lahul al-faatihah.
Artinya: "Terkhusus untuk ruhnya ... (nama) putranya ... (nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah."
Setelah membaca Al-Fatihah, selanjutnya Anda juga bisa membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ بَلِّغْ ثَوَابَ مَا قَرَأْتُهُ وَنُوْرَ مَا تَلَوْتُهُ مِنْ سورة الفاتحة إِلى...
Allahumma ballig tsawaba ma qara'tuhu wa nura ma talauthu min suratil fatihah ila…
“Ya Allah, sampaikanlah pahala bacaan dan cahaya lantunan bacaan surat Al-fatihah kepada.... (sebutkan namanya).”
Saat menghadiahkan Al-Fatihah untuk orang lain, bisa menggunakan doa di atas, bisa juga menggunakan doa dengan redaksi yang berbeda dan dalam bahasa masing-masing. (IF)
Baca juga: Cara Mengirim Al-Fatihah untuk Orang yang Sudah Meninggal
