Cara Kita Mengenal Allah Swt. untuk Umat Islam

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara kita mengenal Allah Swt.? Sebagai umat Islam yang beriman, penting untuk mempercai adanya Allah Swt. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan terhadap Tuhan serta agamanya.
Dalam Al Quran, perintah untuk mengenal Allah Swt. telah tercantum di dalam surat Ali Imran ayat 190 yang berbunyi:
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memiliki akal.” (QS. Ali Imran: 190)
Langit dan bumi tidak tercipta dengan sendirinya. Sudah pasti dan tentu ada yang menciptakannya. Perubahan siang dan malam terjadi, juga tidak begitu saja. Itulah kebesaran Allah Swt.
Cara Kita Mengenal Allah Swt.
Bagaimana cara kita mengenal Allah Swt.? Berdasarkan buku yang berjudul Berkenalan dengan Allah: Kitab Tauhid Anak, S. Herianto dan Liza Ulfa Maesura, (2021:11), cara mengenal Allah Swt dapat dilakukan denngan cara mengenal nama-namaNya.
Ada 99 nama Allah yang wajib diimani oleh para umat Islam, nama-nama tersebut dikenal dengan sebutan Asmaul Husna. Secara alami, Allah telah mencetakkan jumlah nama itu pada telapak tangan manusia seluruhnya. Yaitu pada telapak tangan kanan dan kiri.
Garis utama telapak tangan menunjukkan angka Arab 81 dan 18 yang jika dijumlah sama dengan 99. Itu adalah lambang yang dicetak Allah di tangan manusia tentang Asmaul Husna.
Adapun 99 nama Allah Swt atau yang disebut dengan Asmaul Husna adalah sebagai berikut:
Ar Rahman, Yang Maha Pengasih
Ar Rahim, Yang Maha Penyayang
Al Malik, Yang Maha Merajai atau menguasai
Al Quddus, Yang Maha Suci
As Salam, Yang Maha Memberi Kesejahteraan
Al Mu`min, Yang Maha Pemberi Keamanan
Al Muhaymin, Yang Maha Mengatur
Al Aziz, Yang Maha Perkasa
Al Jabbar, Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
Al Mutakabbir, Yang Maha Megah
Al Khaliq, Yang Maha Pencipta
Al Bari, Yang Maha Pembuat atau Perancang
Al Musawwir, Yang Maha Membentuk Rupa
Al Ghaffar, Yang Maha Pengampun
Al Qahhar, Yang Maha Memaksa
Al Wahhab, Yang Maha Pemberi Karunia
Ar Razzaq, Yang Maha Pemberi Rezeki
Al Fattah, Yang Maha Pembuka Rahmat
Al `Alim, Yang Maha Mengetahui
Al Qabdah, Yang Maha Menyempitkan
Al Basith, Yang Maha Melapangkan
Al Haafidh, Yang Maha Merendahkan
Ar Raafi, Yang Maha Meninggikan
Al Muizz, Yang Maha Memuliakan
Al Mudzil, Yang Maha Menghinakan
Al Samii, Yang Maha Mendengar
Al Bashiir, Yang Maha Melihat
Al Hakam, Yang Maha Menetapkan
Al `Adl, Yang Maha Adil
Al Lathiif, Yang Maha Lembut atau Maha Teliti.
Al Khabiir, Yang Maha Mengenal atau mengetahui.
Al Haliim, Yang Maha Penyantun
Al `Azhiim, Yang Maha Agung
Al Ghafuur, Yang Maha Memberi Pengampunan
As Syakuur, Yang Maha Pembalas Budi
Al `Aliy, Yang Maha Tinggi
Al Kabiir, Yang Maha Besar
Al Hafizh, Yang Maha Memelihara
Al Muqiit, Yang Maha Memberi Kecukupan
Al Hasiib, Yang Maha Membuat Perhitungan
Al Jaliil, Yang Maha Luhur
Al Kariim, Yang Maha Pemurah
Ar Raqiib, Yang Maha Mengawasi
Al Mujiib, Yang Maha Mengabulkan
Al Waasi, Yang Maha Luas
Al Hakiim, Yang Maha Maka Bijaksana
Al Waduud, Yang Maha Mengasihi
Al Majiid, Yang Maha Mulia
Al Baa`its, Yang Maha Membangkitkan
As Syahiid, Yang Maha Menyaksikan
Al Haqq, Yang Maha Benar
Al Wakiil, Yang Maha Memelihara
Al Qawiyyu, Yang Maha Kuat
Al Matiin, Yang Maha Kokoh
Al Waliyy, Yang Maha Melindungi
Al Hamiid, Yang Maha Terpuji
Al Muhshii, Yang Maha Menghitung
Al Mubdi, Yang Maha Memulai
Al Mu`iid, Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
Al Muhyii, Yang Maha Menghidupkan
Al Mumiitu, Yang Maha Mematikan
Al Hayyu, Yang Maha Hidup
Al Qayyuum, Yang Maha Mandiri
Al Waajid, Yang Maha Penemu
Al Maajid, Yang Maha Mulia
Al Wahid, Yang Maha Tunggal
Al Ahad, Yang Maha Esa
As Shamad, Yang Maha Dibutuhkan
Al Qaadir, Yang Maha Menentukan
Al Muqtadir, Yang Maha Berkuasa
Al Muqaddim, Yang Maha Mendahulukan
Al Mu`akkhir, Yang Maha Mengakhirkan
Al Awwal, Yang Maha Awal
Al Aakhir, Yang Maha Akhir
Az Zhaahir, Yang Maha Nyata
Al Baathin, Yang Maha Ghaib
Al Waali, Yang Maha Memerintah
Al Muta`aalii, Yang Maha Tinggi
Al Barru, Yang Maha Penderma
At Tawwaab, Yang Maha Penerima Tobat
Al Muntaqim, Yang Maha Pemberi Balasan
Al Afuww, Yang Maha Pemaaf
Ar Ra`uuf, Yang Maha Pengasuh
Malikul Mulk, Yang Maha Penguasa Kerajaan
Dzul Jalali Wal Ikram, Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
Al Muqsit, Yang Maha Pemberi Keadilan
Al Jami`, Yang Maha Mengumpulkan
Al Ghani, Yang Maha Kaya
Al Mughni, Yang Maha Pemberi Kekayaan
Al Maani, Yang Maha Mencegah
Ad Dhaar, Yang Maha Menimpa Kemudaratan
An Nafi, Yang Maha Memberi Manfaat
An Nuur, Yang Maha Bercahaya
Al Hadi, Yang Maha Pemberi Petunjuk
Al Badi’, Yang Maha Pencipta
Al Baaqii, Yang Maha Kekal
Al Waarits, Yang Maha Pewaris
Ar Rasyiid, Yang Maha Pandai
As Shabuur, Yang Maha Sabar
Demikianlah penjelasan dari bagaimana cara kita mengenal Allh Swt. Dengan mengenal Allah Swt., keimanan akan senantiasa meningkat. (Eln)
Baca juga: Memahami Nilai Islami dari Peradaban Islam pada Masa Bani Umayyah
