Cara Melaksanakan Salat Sunnah Istisqa' untuk Meminta Diturunkan Air Hujan

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, ada shalat yang bertujuan untuk meminta kepada Allah Swt. agar menurunkan air hujan, namanya Salat Sunnah Istisqa’. Untuk melakukannya, sebaiknya ketahui cara melaksanakan Salat Sunnah Istisqa'.
Musim kemarau yang panjang mengakibatkan kekeringan hingga sumber air menipis dan lahan pertanian terbengkalai. Meminta Allah menurunkan air hujan bukanlah hal yang bersifat mistis.
Hal ini diyakini sebagai bentuk kepercayaan dan keyakinan pada Allah, bahwa segala hal datang dan terjadi karena kehendak Allah. Tentu saja dengan upaya dan usaha yang dilakukan manusia semaksimal mungkin.
Cara Melaksanakan Salat Sunnah Istisqa'
Sebelum mengetahui cara melaksanakan Salat Sunnah Istisqa', ada baiknya memahami lebih dalam mengenai salat sunnah satu ini. Dikutip dari buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis, Nasrul Umam Syafi’i dan Lukman Hakim (2007:154). Shalat sunnah istisqa' adalah shalat sunnah untuk memohon diturunkanya hujan.
Ada pula beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk melakukan salat sunnah Istisqa’, berikut ini syarat-syaratnya:
Tempat shalat istisqa' di lapangan pada saat terjadi kemarau panjang dan sangat diharapkan diturunkanya hujan.
Membaca niat salat sunnah Istisqa’ , yakni:
أصلي سُنَةَ الْاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقِيلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً ( اِمَامًا مَأْمُومًا) لِلهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku niat shalat sunnah istisqa sebanyak 2 rakaat dengan menghadap kiblat (pada waktunya), (menjadi imam/ma'mum) karena Allah ta 'âlâ."
Berikut ini cara salat sunnah Istisqa’, yang dikutip dari buku Shalat-Shalat Sunnah, Siti Barokah.
Tiga hari sebelum melaksanakan shalat disunnahkan puasa selama tiga hari berturut-turut. Seluruh penduduk diminta untuk keluar rumah dan berkumpul di tempat yang lapang. Sebaiknya penduduk menggunakan pakaian yang biasa digunakan sehari-hari, tidak berhias, tidak memakai wangi-wangian, dan memperbanyak membaca istighfar.
Shalat sunnah Istisqa’ dilakukan dua rakaat terlebih dahulu secara berjamaah tanpa adzan dan iqamah.
Setelah shalat, khatib membaca khutbah. Pada khutbah pertama membaca istigfar sebanyak 9 kali dan pada khutbah kedua membaca istigfar sebanyak 7 kali.
Setelah shalat, membaca doa:
اللهُمَّ اسْقِنَا غَيْنَا مُغِيئًا هَنِيئًا مَرِيئًا مَرِيعًا سَا عَامَّا غَدَقًا طَبَقًا مُجَلاً دائما إلى يوم الدين، اللهُمَّ اسْقِنَا الغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ
Artinya: "Ya Allah, siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan, menikmatkan, menyenangkan, menyuburkan, mengalirkan ke segenap penjuru, banyak air dan kebaikan, memenuhi sungai-sungai dan selalu mengalir merata hingga hari kiamat. Ya Allah, tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah Tuhan jadikan kami orang-orang yang berputus asa."
Baca juga: Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Sesuai Sunnah, Panduan untuk Umat Islam
Begitulah cara melaksanakan salat sunnah Istisqa’ untuk meminta diturunkan air hujan. Hal ini tentu boleh dilakukan oleh umat Islam, dengan meyakini segala sesuatunya akan diturunkan oleh Allah Swt. sesuai kehendak-Nya. (Fitri A)
