Konten dari Pengguna

Cara Membersihkan Zat Kimia yang Tumpah agar Tidak Menimbulkan Dampak Berbahaya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk cara membersihkan zat kimia yang tumpah. Sumber: pexels.com/Jorge Romero
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk cara membersihkan zat kimia yang tumpah. Sumber: pexels.com/Jorge Romero

Cara membersihkan zat kimia yang tumpah harus dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Zat kimia yang tumpah jika tidak segera dibersihkan maka dapat membahayakan lingkungan sekitarnya.

Dalam membersihkan zat kimia yang tumpah, terdapat prosedur dan tata cara yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah mengenakan alat pelindung agar tidak terdampak zat kimia berbahaya.

Cara Membersihkan Zat Kimia yang Tumpah agar Tidak Menjadi Limbah Berbahaya

Ilustrasi untuk cara membersihkan zat kimia yang tumpah. Sumber: Michelangelo Buonarotti

Menurut buku Manajemen Laboratorium dalam Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Laboratorium Pendidikan oleh Nur Najmi Laila (2021: 158), tumpahan zat kimia terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ceceran bahan kimia, kebocoran bahan kimia, dan tumpahan bahan kimia.

Tumpahan zat kimia adalah kebocoran bahan dalam volume material yang besar dan sulit dikendalikan. Tumpahan zat kimia harus segera ditangani untuk mencegah dampak yang berbahaya pada lingkungan sekitarnya.

Penanganan zat kimia yang tumpah dilakukan dengan prosedur ABSB, yaitu Amankan, Bendung, Serap, dan Bersihkan. Cara membersihkan zat kimia yang tumpah dengan prosedur ABSB adalah sebagai berikut.

1. Amankan

Segera amankan diri dan lokasi kejadian sat terjadi penumpahan zat kimia. Jangan lupa, gunakan APD (Alat Pelindung Diri). Sebelum melakukan kegiatan pengamanan, wajib mengetahui informasi tentang zat kimia yang tumpah melalui MSDS (Material Safety Data Sheet).

Misalnya, jika zat kimia yang tumpah mudah terbakar, berarti sumber panas dan listrik harus disingkirkan dari lokasi kejadian agar tidak terjadi kebakaran.

Untuk mencegah orang-orang yang tidak berkepentingan memasuki area kejadian, maka dapat menggunakan safety barricade. Bila diperlukan, dapat dilakukan netralisir zat kimia sebagai salah satu kegiatan pengamanan.

2. Bendung

Setelah area diamankan, tahap berikutnya adalah bendung atau menghentikan aliran tumpahan zat kimia supaya tumpahan tidak semakin meluas. Cara ini dilakukan untuk mencegah tumpahan zat kimia mencemari saluran air.

Jika kebocoran terjadi pada pipa, maka yang harus dilakukan adalah menutup katup atau mematikan pompa sebelum membendung bahan kimia yang menggenang di lantai.

Membendung aliran zat kimia juga dapat dilakukan dengan cara merobohkan drum dengan sisi yang bocor ditaruh di atas.

3. Serap

Setelah pembendungan dilakukan, tahap berikutnya adalah penyerapan. Jika absorben diletakkan di tengah genangan tumbahan zat kimia, maka genangan akan semakin meluas.

Untuk itu, Sebelum melakukan penyerapan, perlu dilakukan pembendungan sisi-sisi di luar genangan agar genangan tidak semakin meluas.

4. Bersihkan

Tahap berikutnya adalah membersihkan absorben yang terkontaminasi zat kimia. TKP atau area tempat zat kimia tumpah juga harus segera dibersihkan lalu limbah tumpahan dibuang ke TPS B3.

Supaya zat kimia tidak menyebar ke area lainnya, bersihkan semua peralatan digunakan untuk membersihkan tumpahan, seperti APD, alat-alat kebersihan, dan peralatan lainnya.

Baca juga: Cara Membersihkan Freezer Box Kulkas agar Bebas Bau dan Noda

Itulah cara membersihkan zat kimia yang tumpah agar tidak menimbulkan dampak yang berbahaya menggunakan prosedur ABSB. Semoga dapat membantu memahami prosedur penanganan zat kimia yang tumpah agar tidak berdampak di lingkungan sekitar. (IND)