Cara Membuat Berita yang Benar dan Akurat

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat berita yang benar dan akurat perlu diperhatikan. Hal tersebut karena berita yang dimuat di media massa akan menjadi sumber informasi bagi masyarakat.
Dikutip dari buku Menulis Berita di Media Massa, Inung Cahya S, berita sangat erat kaitannya dengan informasi dan kebutuhan orang banyak. Kapan pun dan di mana pun orang selalu membutuhkan berita.
Cara Membuat Berita
Berikut ini cara membuat berita yang benar dan akurat dan yang harus diperhatikan dalam membuat berita.
1. Informasi
Informasi adalah unsur utama dalam menyusun berita. Tanpa informasi seseorang tidak akan dapat menulis berita.
Informasi yang tidak lengkap akan menyulitkan ketika menyusun berita. Oleh karena itu, perhatikan kelengkapan informasi yang akan ditulis, jika perlu lakukan double check informasi.
2. Signifikan
Berita harus memiliki informasi penting atau memiliki dampak untuk pembaca.
Contohnya, seorang wartawan melaporkan berita tentang virus COVID-19 atau tentang vaksin. Pelaporan berita tersebut dapat memberikan informasi yang penting dan bermanfaat bagi pembaca dan masyarakat.
3. Fokus
Berita yang baik biasanya berfokus pada tema. Oleh karena itu, penulis berita atau wartawan harus memfokuskan isi berita dengan tema atau peristiwa yang terjadi di lapangan.
4. Unsur 5W1H
Dalam membuat berita penting untuk tetap memperhatikan unsur 5W1H.
What (apa): peristiwa apa yang sedang terjadi.
Who (siapa): siapa saja yang terlibat dalam peristiwa.
Where (di mana): di mana peristiwa itu terjadi.
When (kapan): kapan peristiwa itu terjadi.
Why (mengapa): mengapa peristiwa itu dapat terjadi.
How (bagaimana/berapa): bagaimana proses terjadinya peristiwa tersebut.
5. Karakteristik
Tulisan yang disajikan dalam jurnalistik berupaya mengenalkan pembaca kepada orang-orang yang menggerakkan suatu peristiwa atau menghadirkan orang-orang yang terpengaruh pada gagasan peristiwa tersebut.
Tulisan jurnalistik memiliki karakter yang berbeda dengan tulisan sastra atau ilmiah.
6. Lokasi atau Tempat
Penulis berita dapat menyisipkan sense of place agar tulisan menjadi lebih hidup dan pembaca dapat merasakan suasana yang terjadi di lokasi.
Misalnya suasana jalannya pertandingan sepak bola. Tuliskan kejadian dengan detail sehingga menimbulkan kesan yag dramatis.
7. Suara
Tulisan akan mudah diingat jika penulis dapat menciptakan ilusi bahwa penulis sedang bertutur secara langsung pada pembaca.
Oleh karena itu, dalam penulisan berita perlu menyertakan kalimat aktif atau kutipan percakapan dari orang-orang yang terlibat dalam sebuah peristiwa.
8. Anekdot dan Kutipan
Penulis dapat menyisipkan anekdot, dialog pendek, dan deskripsi untuk mengubah irama isi berita dan membuat tulisan lebih hidup.
Misalnya, anekdot tentang hal-hal yang menarik atau mengesankan tentang tokoh-tokoh terkenal. Meskipun demikian, anekdot harus tetap berhubungan dengan kejadian yang sedang diberitakan.
Itulah beberapa cara membuat berita yang benar agar pembaca mendapatkan informasi yang akurat.
Baca Juga: Pengertian Teks Anekdot, Ciri-ciri, dan Strukturnya
