Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi agar Bisa Hemat
20 Juni 2023 18:49 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pengelolaan keuangan pribadi merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai oleh setiap orang sebagai kontrol tercapainya stabilitas keuangan. Salah satu yang harus dipelajari adalah cara membuat buku keuangan pribadi.
ADVERTISEMENT
Dengan memiliki buku keuangan pribadi, lebih mudah mengetahui pendapatan, pengeluaran, serta memantau pertumbuhan keuangan.
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Indonesia, pencatatan keuangan bertujuan untuk menyediakan berbagai informasi terkait kinerja dan perubahan posisi keuangan, sehingga memudahkan pengambilan keputusan.
Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi
Berikut adalah cara membua t buku keuangan pribadi yang praktis dan efektif:
1. Tentukan Tujuan dan Prioritas Keuangan
Sebelum memulai pembuatan buku keuangan pribadi, penting sekali menentukan tujuan keuangan yang jelas. Sebagai motivasi dan acuan dalam mengelola uang.
Cara awal yang harus dilakukan adalah menentukan apa yang ingin dicapai dalam jangka panjang dan pendek. Misalnya, ingin menabung untuk membeli properti, membayar hutang, liburan impian, atau mempersiapkan dana pensiun.
ADVERTISEMENT
Dengan tujuan dan prioritas yang sudah ditetapkan, akan mempermudah perencanaan dan pengalokasian uang dengan bijaksana.
2. Buat Rencana Anggaran
Rencana anggaran merupakan poin penting dalam pengelolaan keuangan pribadi. Buatlah kategori anggaran sesuai kebutuhan dengan terperinci.
Pisahkan anggaran untuk kebutuhan umum dan kebutuhan tambahan. Misalnya, anggaran untuk makanan, transportasi, tagihan, dan hiburan.
Cara ini mempermudah Anda mengidentifikasi apakah anggaran dan pengeluaran sudah relevan.
3. Catat Pengeluaran secara Teratur
Disiplin adalah kunci untuk membuat keuangan yang efektif. Luangkanlah waktu setiap minggu atau setiap bulan untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan.
Anda bisa menggunakan buku catatan kecil, aplikasi keuangan, atau spreadsheet di komputer. Pilihlah metode yang praktis dan sesuai dengan kenyamanan. Catat setiap detail transaksi, termasuk tanggal, kategori, dan jumlah uang yang dikeluarkan.
ADVERTISEMENT
Dengan mencatat pengeluaran secara teratur, akan mendapatkan gambaran keuangan yang akurat dan menghindari tekor.
4. Evaluasi dan Analisis Pengeluaran secara Rutin
Buatlah kebiasaan untuk mengevaluasi dan menganalisis pengeluaran secara rutin.Cari tahu pengeluaran mana yang tidak penting atau berlebihan agar dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
Lalu, cari solusi untuk menghemat dan mengalokasikan uang. Misalnya, Anda menemukan transaksi yang berlebihan untuk makan diluar bersama teman-teman.
Selanjutnya, untuk mengantisipasi tekor pada keuangan, dapat mengurangi frekuensi makan di restoran atau memilih memasak menu makanan sendiri.
5. Tetap Konsisten dan Disiplin
Konsisten dan disiplin adalah hal yang tidak bisa disepelekan. Keberhasilan dalam mengelola keuangan pribadi mu tergantung kedisiplinan dan konsistensimu dalam membuat buku tabungan.
Jangan sampai, semangat di awal saja. Jadikan, kegiatan mencatat transaksi sebagai rutinitas harian atau mingguan.
ADVERTISEMENT
Sediakan waktu khusus untuk memperbaiki dan melihat kemajuan keuangan. Konsisten untuk mengikuti rencana anggaran dan tujuan keuangan yang telah ditetapkan.
Setelah mengetahui cara membuat buku keuangan pribadi di atas, pencatatannya bisa dilakukan di berbagai aplikasi, seperti Google Sheet, Microsoft Excel, atau aplikasi lainnya. (bren)