Konten dari Pengguna

Cara Memilih Jodoh menurut Islam untuk Dijadikan Istri yang Baik

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Memilih Jodoh menurut Islam, Foto: pexels/Alexander Kolomin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Memilih Jodoh menurut Islam, Foto: pexels/Alexander Kolomin

Bagaimana cara memilih jodoh menurut Islam? Memilih pasangan adalah hal penting diperhatikan bagi seorang muslim atau muslimah yang hendak menikah.

Menentukan pasangan berarti menentukan pula masa depan dan menentukan pula generasinya, yakni anak-anaknya. Memilih pasangan satu saat akan menentukan puluhan tahun berikutnya bahkan selama-lamanya.

Cara Memilih Jodoh menurut Islam

Ilustrasi Cara Memilih Jodoh menurut Islam, Foto: pexels/Tristan Le

Seorang muslim yang baik akan cenderung memilih muslimah yang baik sebagai pasangan hidupnya. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, Islam memberikan bimbingan dalam memilih pasangan sebagai panduan.

Kriteria pasangan nikah yang diajarkan Islam adalah sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw. dalam sebuah sabdanya.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعَ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظُفَرُ بِذَاتِ الدِّينِ تَربَتْ يَدَاكَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (HR. Muttafaq Alaihi).

Mengutip dari buku Pendidikan Rasulullah: Analisis Teks-teks Hadis Pendidikan oleh Abdussyukur (2023:8), selain keempat kriteria di atas perlu kiranya memperhatikan kriteria tambahan yang di anjurkan. Inilah cara memilih jodoh menurut Islam untuk dijadikan istri yang baik:

1. Mengutamakan Orang yang Bukan Kerabat

Islam menganjurkan dan mengutamakan agar menikah dengan orang yang jauh, bukan dari kerabat ataupun satu keturunan. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas ikatan sosial yang luas lagi, tidak hanya dalam lingkar satu kerabat ataupun satu keturunan.

Dalam hal ini, Rasulullah Saw. bersabda:

لالتكموا القرابة قال الولد تطلق طاوي

"Janganlah kamu menilah kaum kerabat. Sebab anak itu akan diciptakan lemah jasmani lagi bodoh"

2. Mengutamakan Menikah dengan Perempuan yang Gadis

Rasulullah Saw. bersabda,

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِهِ رضي الله عنهم قَالَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ: «عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ، فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهَا وَأَنتَقُ أَرْحَامًا، وَأَرْضَى بِالْيَسِيرِ» (رواه ابن ماجه)

Diceritakan dari Abdurrahman bin Salim dari ayahnya dari kakeknya Ra. dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Nikahilah gadis-gadis. Sebab mereka lebih manis pembicaraannya, lebih banyak melahirkan anak, lebih sedikit tuntutan dan tipuannya serta lebih menyukai kemudahan." (HR. Ibnu Majah).

3. Menikahi Perempuan yang Subur dan Banyak Melahirkan Anak

Abu Daud, Nasa'i dan Hakim meriwayatkan sebuah hadis,

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلِّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " تَرَوْحُوا الْوَلُودَ الْوَدُودَ ، فَإنّي

مُكَاثِرُ بِكُمُ الْأُمم

Rasulullah Saw. bersabda, "Nikahilah olehmu perempuan yang banyak anak dan penyayang karena sesungguhnya aku ingin mempunyai banyak umat dengan kamu sekalian". (HR. Abu Daud, Nasa'i dan Hakim).

Dalam tuntunan Islam, tujuan utama pernikahan adalah mempunyai keturunan, maka sudah selayaknya memilih pasangan yang bisa melahirkan.

Menikahkan anak dengan pasangan yang baik agama dan akhlaqnya berarti orang tua telah ikut serta melangsungkan generasi yang shalih yang diajarkan Islam.

Dengan demikian, keluarga dan generasi yang shalih tidak terputus hanya pada orang tua akan tetapi terus berlanjut kepada anaknya dan bahkan generasi-generasi berikut.

Cara memilih jodoh menurut Islam ini sudah sepatutnya diikuti karena tidaklah mungkin Rasulullah akan memberikan tuntunan yang salah terhadap ummatnya.

Baca juga: 5 Cara Mendapat Jodoh yang Baik dalam Ajaran Islam