Konten dari Pengguna

Cara Menangani Sampah Organik Jadi Pupuk untuk Tanaman

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menangani Sampah, Foto: pexels/Liza Bakay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menangani Sampah, Foto: pexels/Liza Bakay

Sampah organik dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomi. Cara menangani sampah organik, dapat dilakukan dengan metode komposting dan bio enzim.

Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya namun tetap memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan karena mengurangi sampah yang ditimbulkan sekaligus bermanfaat bagi masyarakat sebagai bahan pupuk bagi tanaman atau pertanian.

Cara Menangani Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

Ilustrasi Cara Menangani Sampah, Foto: pexels/Antony Trivet

Mengutip dari laman dlh.semarangkota.go.id, mengubah sampah organik menjadi pupuk yang dapat digunakan adalah cara ramah lingkungan untuk mengurangi sampah dan memperkaya unsur hara tanah. Inilah cara menangani sampah organik jadi pupuk untuk tanaman.

1. Pengumpulan Sampah Organik

Mulailah dengan mengumpulkan semua sampah organik, seperti sisa makanan, dedaunan, ranting, dan bahan organik lainnya. Pastikan untuk tidak mencampurkan sampah organik dengan sampah non-organik, seperti plastik atau kertas.

2. Potong dan Cincang (Opsional)

Potong atau menghancurkan bahan organik yang lebih besar seperti ranting atau daun, hal ini akan mempercepat sampah terurai sehingga tidak memakan waktu yang cukup lama.

3. Perbandingan Komposisi dan Bahan

Untuk membuat yang seimbang, perhatikan proporsi bahan organik yang digunakan. Idealnya, campurkan berbagai bahan organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan rumput dengan proporsi yang sama.

4. Menyusun Tumpukan Kompos

Bangun tumpukan kompos di lokasi yang sesuai, seperti tumpukan kompos, lubang kompos, atau tempat sampah kompos. Pastikan tumpukan tersebut dapat memberikan sirkulasi udara yang baik untuk membantu proses penguraian.

Untuk mempercepat penguraian, pastikan tumpukan kompos selalu lembab namun tidak terlalu basah. Pembuat juga dapat membalik tumpukan kompos secara berkala untuk memastikan penguraiannya merata.

5. Waktu Tunggu

Pengomposan membutuhkan waktu. Dalam beberapa bulan hingga satu tahun, bahan organik akan terurai menjadi pupuk matang dan siap digunakan.

Sebelum menggunakan hasil pupuk, pastikan pupuk sudah matang dan bebas dari bau tak sedap. Petani bisa mengujinya dengan menanam tanaman yang diberi sedikit pupuk untuk melihat apakah tanaman tersebut tumbuh dengan baik.

Dengan mengetahui cara menangani sampah di atas, masyarakat dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan dan juga bisa dikembangkan agar menjadi pupuk yang berkualitas tinggi sehingga memiliki nilai jual.

Baca juga: 7 Cara Menanggulangi Sampah Plastik untuk Jaga Lingkungan