Cara Menentukan Periode dan Golongan Unsur dengan Mudah

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menentukan periode dan golongan unsur perlu diketahui para siswa. Pasalnya, materi tentang menentukan periode dan golongan merupakan salah satu pembahasan yang sering muncul di dalam mata pelajaran Kimia.
Untuk menentukannya, diperlukan pemahaman tentang konfigurasi elektron, sebab letak unsur pada suatu sistem periodik ditentukan oleh konfigurasi elektron subkulit dari suatu unsur. Lantas, bagaimana cara menentukan periode dan golongan pada suatu unsur?
Cara Menentukan Periode dan Golongan Unsur
Berikut merupakan cara menentukan periode dan golongan unsur dengan mudah mengutip dari buku yang berjudul Pembelajaran Kimia dengan Model Two Stay Two Stray (TSTS) karya Dra. Hj. Zaenab, M.Si (2021).
Konfigurasi elektron adalah salah satu cara untuk menentukan golongan dan periode suatu unsur. Dikenal ada dua sistem konfigurasi elektron, yaitu konfigurasi elektron berdasarkan kulit dan konfigurasi elektron berdasarkan subkulit.
Penulisan konfigurasi elektron harus sesuai dengan aturan Auf-Bau, bahwa pengisian elektron ke dalam orbital-orbitalnya harus dimulai dari orbital paling rendah tingkat energinya ke orbital yang lebih tinggi tingkat energinya.
Nomor golongan suatu unsur menunjukkan jumlah elektron valensi unsur di subkulit. Grup ini terbagi menjadi 2 grup utama, yaitu grup A dan grup B. Di grup A, blok s menempati elektron valensi di subkulit s, dan blok p menempati elektron valensi di subkulit s dan p.
D dalam kelompok B menempati blok d (elektron valensi terletak di subkulit s dan d) dan blok f (elektron valensi terletak pada subkulit s dan f). Nomor golongannya sama dengan jumlah elektron valensi.
Unsur dengan sembilan dan sepuluh elektron valensi adalah golongan VIII, sedangkan atom dengan sebelas elektron adalah golongan IB, dan atom dengan dua belas elektron adalah golongan IIB. Untuk jumlah periode, itu sama dengan jumlah maksimum kulit.
Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas lajur vertikal (golongan) yang disusun berdasarkan kemiripan sifat dan lajur horizontal (perioda) yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya.
Lajur vertikal (golongan) ditulis dengan angka Romawi terdiri atas 18 golongan
1. Golongan A (Golongan Utama)
Golongan IA : Alkali
Golongan VA : Nitrogen Golongan VIA: Kalkogen
Golongan IIA : Alkali Tanah
Golongan IIIA : Aluminium
Golongan VIIA : Halogen
Golongan IVA : Karbon
Golongan VIIIA : Gas Mulia
2. Golongan Transisi/Golongan Tambahan (Golongan B), terbagi atas:
Golongan Transisi (Gol. B), yaitu: III B, IV B, V B, VI B. VII B, VIII B (VIII), I B, dan II B.
Golongan Transisi Dalam, ada dua deret yaitu:
Deret Lantanida (unsur dalam deret ini mempunyai kemiripan sifat dengan Lantanium).
Deret Aktinida (unsur dalam deret ini mempunyai kemiripan sifat dengan Aktinium).
Lajur Horizontal (Periode) ditulis dengan angka Arab terdiri atas 7 periode
Periode 1 berisi 2 unsur.
Periode 2 berisi 8 unsur.
Periode 3 berisi 8 unsur.
Periode 4 berisi 18 unsur.
Periode 5 berisi 18 unsur.
Periode 6 berisi 32 unsur.
Periode 7 berisi 23 unsur (belum lengkap)
Demikianlah cara menentukan periode dan golongan unsur dalam mata pelajaran Kimia. Dengan memahai ulasan di atas, dapat menambah wawasan bagi pembaca. (Ria)
Baca juga: Cara Menentukan Orde Reaksi, Anak Kimia Wajib Tahu
