Cara Mengerjakan Kesebangunan Bangun Datar dalam Matematika

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesebangunan merupakan salah satu materi yang ada dalam pelajaran matematika. Salah satu hal yang harus dikuasai dari materi ini adalah cara mengerjakan kesebangunan bangun datar dengan cara yang benar.
Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang memiliki banyak materi. Materi kesebangunan bangun datar memiliki beberapa penerapan dalam kehidupan nyata, sehingga harus dipelajari dengan baik.
Cara Mengerjakan Kesebangunan Bangun Datar
Kesebangunan bangun datar merupakan materi dalam pelajaran matematika yang digunakan untuk membandingkan dua buah bangun datar. Bahkan bisa lebih dengan membentuk bentuk yang sama.
Mudahnya, dua bangun datar bisa dikatakan sebangun ketika panjang setiap sisinya memiliki nilai perbandingan yang sama. Jadi, tidak perlu ukurannya sama, tetapi memiliki sisi yang sebanding atau proporsional.
Selain itu, dilihat dari sudut-sudutnya yang bersesuaian atau sama besar. Perubahan bangun datar menjadi bangun datar lainnya yang sebangun melibatkan perubahan menjadi besar atau menjadi lebih kecil.
Dikutip dari buku Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan, Wahyudin Djumanta, dkk (2008:3), kesebangunan memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah dalam hal penggunaan skala.
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara mengerjakan kesebangunan bangun datar yang benar? Jadi, dua bangun datar dikatakan sebangun jika perbandingan sisinya sama besar dan sudutnya sama besar.
Untuk lebih jelasnya bisa menyimak contoh soal berikut ini.
Diketahui dua persegi panjang, A dan B, memiliki panjang dan lebar sebagai berikut:
Persegi Panjang A: Panjang = 8 cm, Lebar = 5 cm
Persegi Panjang B: Panjang = 12 cm, Lebar = 7,5 cm
Hitunglah luas dan keliling masing-masing persegi panjang, kemudian tentukan apakah kedua persegi panjang tersebut kesebangunan atau tidak.
Jawaban:
Persegi Panjang A:
Luas A = Panjang x Lebar
= 8 cm x 5 cm
= 40 cm²
Keliling A = 2(Panjang + Lebar)
= 2(8 cm + 5 cm)
= 26 cm
Persegi Panjang B:
Luas B = Panjang x Lebar
= 12 cm x 7,5 cm
= 90 cm²
Keliling B = 2(Panjang + Lebar)
= 2(12 cm + 7,5 cm)
= 39 cm
Kedua persegi panjang tersebut kesebangunan karena perbandingan panjang dan lebar keduanya sama. Misalnya, perbandingan panjang A dan B adalah 8:12 atau dapat disederhanakan menjadi 2:3, sedangkan perbandingan lebar A dan B adalah 5:7,5 atau dapat disederhanakan menjadi 2:3. Kedua perbandingan tersebut sama, sehingga persegi panjang A dan B kesebangunan.
Baca juga: 2 Cara Menghitung Bunga Pinjaman per Bulan Berdasarkan Bunga yang Diambil
Cara mengerjakan kesebangunan bangun datar pada pelajaran matematika di atas bisa menjadi tambahan materi ketika belajar mandiri di rumah. (WWN)
