Cara Menggunakan Mesin EDC bagi Penjual dan Pembeli saat Transaksi

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menggunakan mesin EDC sangatlah memudahkan penjual dan pembeli dalam bertransaksi. Mesin EDC adalah mesin yang dijumpai di tempat kasir atau loket pembayaran yang disediakan mal, swalayan, hotel, restoran, dan lain sebagainya.
Dikutip dari buku Dasar-Dasar Perpajakan oleh Alexander Thian, mesin EDC adalah singkatan dari Electronic Data Capture. Pembayaran antar-rekening bank kini menjadi praktis berkat mesin yang satu ini.
Cara Menggunakan Mesin EDC
Mesin EDC digunakan untuk melakukan suatu transaksi dengan menggunakan kartu debit atau kartu kredit, di mana mesin ini dikeluarkan oleh pihak bank untuk para merchant yang telah melakukan kerja sama.
Mesin EDC tidak hanya berfungsi sebagai alat gesek tunai, tetapi juga dapat digunakan untuk transaksi pembayaran belanja, pembayaran biaya tol, pembayaran biaya tiket pesawat dan listrik. Berikut adalah cara menggunakan mesin EDC saat transaksi.
Kunjungi toko atau tempat usaha yang menerima pembayaran menggunakan kartu kredit dan debit.
Pastikan toko tersebut dilengkapi dengan mesin EDC yang berfungsi dengan baik, lalu lakukan pembelian.
Setelah memilih barang atau jasa yang akan dibeli, pembeli menyerahkan kartu kepada kasir, kemudian kasir menggesek kartu pada mesin EDC.
Kasir akan memasukkan nominal uang sesuai yang akan dibayarkan.
Kasir meminta pembeli untuk memasukkan nomor PIN pada mesin.
Setelah itu, silahkan memasukkan nomor PIN dan mengembalikannya pasa kasir. Kasir menekan tombol hijau atau sejenisnya untuk meneruskan proses. Jika transaksi berhasil akan keluar struk bukti transaksi dari mesin EDC.
Setelah pembayaran berhasil menggunakan kartu debit, maka uang di saldo rekening bank akan langsung terpotong. Sementara jika menggunakan kartu kredit, tagihan yang perlu dibayarkan akan bertambah.
Dengan mengetahui cara menggunakan mesin EDC, dalam melakukan pembayaran, pembeli tidak perlu membawa uang tunai, dan kasir karena tidak perlu memberikan uang kembalian kepada pembeli. (APR)
Baca Juga: Cara Menutup Kartu Kredit BCA agar Bebas Utang
