Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik dengan Benar

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik. Foto: Unsplash/Unsplash+
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik. Foto: Unsplash/Unsplash+

Dalam menghitung pembukuan akuntansi, mencatat beban biaya operasional dalam perusahaan merupakan hal yang penting dan tidak bisa terlewatkan. Salah satunya adalah cara menghitung biaya overhead pabrik.

Biaya yang termasuk ke dalam biaya biaya overhead adalah biaya untuk pemakaian tambahan, biaya pegawasan, pajak, asuransi, hingga fasilitas tambahan lainnya yang berfungsi sebagai penunjang operasional perusahaan.

Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik

Ilustrasi Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik. Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Cara meghitung biaya overhead pabrik berguna untuk mengetahui rincian dari masing-masing alokasi dana yang akan dikeluarkan dan megontrol pengeluaran.

Biaya overhead pabrik sendiri merupakan seluruh anggaran atau biaya sebagaimana yang akan dikeluarkan oleh pihak produksi, sebagaimana dikutip dari buku Pengantar Akuntansi Biaya, Wulan Wahyuni Rossa Putri, dkk, (2023, 163).

Biaya overhead pabrik ditentukan dan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Merancang dan menyusun anggaran BOP

  2. Memilih dasar pembebanan BOP kepada produk

  3. Menghitung tarif BOP.

Berikut ini adalah cara menghitung biaya overhead pabrik.

1. Satuan Produk

BOP satuan produk dihitung dengan rumus dan contoh metode sebagai berikut:

Taksiran BOP selama 1 tahun memiliki anggaran Rp2.000.000

Taksiran jumlah produk yang dihasilkan selama 1 tahun anggaran berjumlah 4000 unit

Cara menghitung:

Tarif BOP sebesar = (Rp2.000.000 : 4000) = Rp. 500 per unit produk.

2. Biaya Bahan Baku

Apabila BOP dominan bervariasi dengan nilai bahan baku, dasar yang digunakan untuk membebankan kepada produk adalah biaya bahan baku yang terpakai. Contoh dan metodenya adalah:

Taksiran BOP selama 1 tahun memiliki anggaran Rp2.000.000

Taksiran biaya bahan baku selama 1 tahun memiliki anggaran 4.000.000

Cara menghitung:

Tarif BOP sebesar:

(Rp2.000.000 : Rp4.000.000) x 100% = 50% dari biaya bahan baku terpakai

Apabila pesanan menggunakan bahan baku seharga Rp30.000, maka pesanan ini akan dibebani BOP sebesar 50% x Rp30.000 = Rp15.000

3. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung dapat dihitung menggunakan metode dan rumus di bawah ini:

Taksiran BOP 1 tahun memiliki anggaran Rp2.000.000

Taksiran biaya tenaga kerja langsung selama 1 tahun anggaran: Rp5.000.000

Cara menghitung:

Tarif BOP sebesar:

(Rp2.000.000 : Rp5.000.000) x 100% = 40% dari biaya tenaga kerja langsung yang terpakai

Misalnya, pesanan menggunakan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp20.000, maka pesanan tersebut akan dibebani BOP sebesar 40% x Rp20.000 = Rp8.000

4. Jam Tenaga Kerja Langsung

Apabila BOP berkaitan dengan waktu untuk membuat produk, maka dasar yang digunakan untuk membebankan adalah tenaga kerja langsung.

Taksiran BOP selama 1 tahun memiliki anggaran Rp2.000.000

Taksiran jumlah waktu yang dihabiskan tenaga kerja selama satu tahun anggaran adalah 2.000 jam

Cara menghitung:

(Rp2.000.000 : 2.000) = Rp1.000 / jam tenaga kerja langsung. Misalnya, sebuah pesanan menghabiskan waktu sebanyak 200 jam tenaga kerja langsung, maka pesanan tersebut akan dibebani BOP sebesar Rp1.000 x 200 = Rp200.000

5. Durasi Penggunaan Mesin

Jika BOP bervariasi dengan waktu penggunaan mesin seperti listrik atau bahan bakar, maka dasar yang digunakan untuk membebankan adalah jam mesin.

(Rp2.000.000 : 10.000) = Rp200 per jam mesin

Misalnya, sebuah pesanan menggunakan mesin selama 300 jam, maka pesanan tersebut akan dikenakan BOP sebesar 300 x Rp200 = Rp60.000

Baca Juga: Cara Menghitung Harga Pokok Produksi per Unit dengan Rumus yang Benar

Dengan melakukan cara menghitung biaya overhead pabrik, perusahaan dapat mengelola dan mengawasi pengeluaran perusahaan secara keseluruhan.(glg)